Wednesday, January 23, 2019

MENGHITUNG METER LARI DI KP PELAKSANAAN



Davincioners, KP Pelaksanaan, Kerja Praktek Pelaksanaan, Magang, Aristektur

Menuai kesuksesan dengan laporan yang paling cepat di-ACC di KP Perencanaan semester lalu, ditambah dengan satu-satunya satu-satunya kelompok yang dapat ‘uang saku’ di KP Pelaksanaan, maka saya tidak perlu mati-matian mencari teman kelompok lagi. Beberapa teman-teman diam-diam menghubungi saya, ada yang chat, ada yang kasih kode dan ada yang bersyukur kalo saya panggil satu kelompok. Termasuk Tiwi yang sekali lagi tidak kapok satu kelompok dengan saya, walaupun saya sudah mengkhianatinya di KP Perencanaan kemarin, Dan di KP Pelaksanaan kali ini, saya tetap melakukan hal yang sama.

Kali ini bukan karna tergoda untuk masuk di kelompok Kak Johan kembali. Lagian Kak Johan dan Kak Adi waktu itu juga sudah dapat kelompok. Tapi karna panggilan dua perempuan yang  di kucilkan dari pergaulan. Namanya Amel dan Dewi.

Davincioners, KP Pelaksanaan, Kerja Praktek Pelaksanaan, Magang, Aristektur

Nama : D3w1 Cyuuttt M1lIk QmuHh Clam4x
Tempat/ tanggal lahir : Di Kamar / 1,5 Wage 1888 Hijriyah
Kelebihan : Memiliki pikiran yang dapat terjaga sampai subuh alias suka begadang. Pecinta Tathering Hotspot WiFi.
Motto Hidup : Kalo masih ada Rey, kenapa harus kita?

Davincioners, KP Pelaksanaan, Kerja Praktek Pelaksanaan, Magang, Aristektur
Nama : Am3L SaByaan Att4hyaatt
Tempat/ tanggal lahir :  / 14 Januari 2030
Kelebihan : Memiliki pikiran yang sangat teliti. Saking telitinya smpe jadi lemot.
Motto Hidup : Kalo masih ada Rey, kenapa harus kita?

Setelah bolak-balik cari proyek yang sesuai dengan syarat yang ditentukan. Kami akhirnya magang di proyek pembangunan Kampus Magister Sains Terapan Politeknik Kesehatan Makassar. Hari pertama di tempat proyek, saya langsung mendapatkan ucapan selamat datang dari tukang/ kuli bangunan.

Setelah memarkir motor, Amel dan Dewi berjalan masuk ke dalam kawasan proyek dengan langkah gontai, cantik dan malu-malu. Sedangkan di depan mereka ada saya, seorang pemimpin kelompok, berjalan dengan dada tegap penuh rasa percaya diri. Kami berjalan ditengah-tengah tukang yang bekerja. Terdengar samar-samar suara siulan yang menggoda di beberapa tempat. Saya tidak tau arahnya darimana, saya tidak mau liat, karna sebenarnya saya juga takut.

Beberapa meter sebelum sampai di depan kantor sementara atau di tempat proyek biasa di sebut direksi keet. Di depan saya ada satu tukang yang mengangkat batu besar, di depan tukang ada becek. Sepertinya dia berniat menutupi lubang becek itu dengan batu yang dia angkat. Si tukang yang tidak diketahui namanya ini, tiba-tiba dengan enteng membuang batu besar itu ke becek tepat di depan saya.

*Crot*

Gelap. Hitam. Saya tidak bisa melihat dengan jelas. Rambut saya basah penuh lumpur. Baju, celana, dan harga diri ikut ternodai. Di belakang terdengar suara Dewi dan Amel ketawa puas, padahal kalo bukan saya yang berjalan di depan menghalau lumpur-lumpur itu untuk melindungi mereka, mungkin mereka juga kena lumpur. 

Di depan para pengawas proyek juga ikut ketawa walaupun belum ada yang saya kenal. Sedangkan si Tukang langsung hilang entah kemana sebelum saya tandai. Sungguh, hari pertama magang yang terkesan heroik.

Hari-hari selanjutnya, saya merasa terbebani. Amel dan Dewi tidak mau ke tempat proyek kalo cuman sendiri, katanya “Namanya juga cewek, nda enak kalo cewek datang sendiri ke sana” Intinya yang datang duluan harus saya dulu. Setelah itu baru saling mengabari. 

Di saat seperti itu, saya mulai merindukan kelompok yang berisi sekelompok lelaki seperti Kak Johan dan Kak Adi. Soalnya saya juga mau malas-malasan dan datang terlambat. Di kelompok ini saya malah harus jadi contoh yang baik. Tapi saya berpikir lagi, apalah daya kehadiran sosok laki-laki hidup di muka bumi tanpa bisa jadi pemimpin dan pelindung bagi perempuan. Pemikiran ini akhirnya ditulis setelah mengingat traktiran mereka ke saya.

Beberapa minggu berlalu. Setelah seringkali bolos melarikan diri naik motor boncengan tiga buat tidur di masjid dengan alasan shalat ashar, terus kembali ke tempat proyek lagi sambil makan es krim Alice, akhirnya pemain baru datang. Mereka adalah  Api, Iin dan Tri. Teman satu angkatan yang agak terlambat menyelesaikan perizinan dan persuratan di kampus. Akhirnya ada teman cowok juga. Jadinya cowok di tempat proyek itu ada saya dan Api.


Davincioners, KP Pelaksanaan, Kerja Praktek Pelaksanaan, Magang, Aristektur
Bersama La Tanyaung yang punya Intelijen Amerika dan majalah New York Malkov.

Hari-hari magang kerja proyek, diisi dengan menghitung meter lari. Seperti menghitung berapa progres pekerjaan dinding, batu bata, plesteran, kolom dan pekerjaan yang lain untuk kepentingan laporan mingguan. Di kesempatan magang kali ini, kami juga beruntung karna diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menyaksikan beberapa kecelakaan-kecelakaan yang mengingatkan kami betapa pentingnya safety first dalam dunia kerja. Berikut uraiannya :

1.    Minggu Pertama : Jatuhnya skapolding yang menimpa jari kelingking seorang pekerja.
2.    Minggu Kedua : Seorang anak, kepalanya bocor tertimpa balok kayu ketika sedang berjualan kue.
3.    Minggu Ketiga : Seorang pekerja jatuh dari atap ketika memasang rangka plafond. Diduga karena mengantuk.

Dari kecelakaan-kecelakaan tersebut kami belajar bagaimana pentingnya mengutamakan keselamatan dalam bekerja. Kecelakaan di minggu pertama mengajarkan kita pentingnya memakai safety boot. Kecelakaan di minggu kedua mengajarkan kita pentingnya memakai helm safety. Dan kecelakaan di minggu ketiga mengajarkan kita pentingnya tidur yang cukup sebelum bekerja.

Selain itu, di sana saya mengenal banyak kenalan baru. Salah satunya Pak Rusli, dia adalah orang yang menangani divisi logistik sekaligus orang pertama yang kami ajak bicara untuk izin magang. Orangnya baik, ramah dan suka mentraktir. Saya juga banyak belajar dari beliau. Apalagi belajar soal mentraktir.


Davincioners, KP Pelaksanaan, Kerja Praktek Pelaksanaan, Magang, Aristektur
Suasana ketika di traktir
Selain Pak Rusli, di sana kami kebetulan akrab dengan beberapa tukang. Namanya Dg. Sila, Dg. Gassing, Mas Eko, dan tukang yang membuat Api terinspirasi, namanya Dg. Tuju atau dalam bahasa inggrisnya Dg. Seven. Ada juga Mas Eko, salah satu tukang kusen yang mengajarkan kami apa arti dan filosofi Suket Teki.

Setelah melewati minggu-minggu dengan menghitung meter lari, mengabsen tukang, dan di traktir Pak Rusli. Tiga sampai dua minggu terakhir, perlahan satu persatu dari kami mulai menghilang. Ada yang tidak masuk sampai tiga hari, lima hari, seminggu bahkan sampai dua minggu. Pak Rusli beberapa kali bertanya ke saya “Rey, si A mana? Memangnya dia sudah selesai magang ya?” Perasaan saya mulai tidak enak. Di tambah lagi, beberapa dokumen perusahaan yang diminta untuk kebutuhan laporan belum di kasih sama pihak perusahaan. Ditambah lagi, deadline asistensi laporan mingguan tinggal seminggu. Mampus!

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hari terakhir magang, bahkan cuman saya yang datang. Semua lampiran dan surat yang butuh tanda-tandatangan direktur, saya rampungkan selengkap mungkin. Saya pun pamit dan berterima kasih kepada Pak Rusli Dkk atas bimbingannya di tempat proyek. Walaupun beberapa dokumen perusahaan belum di kasih.

Beberapa hari kemudian, tepatnya H-3 pengumpulan laporan, saya, Api dan Iin, akhirnya kembali lagi ke tempat proyek untuk meminta dokumen yang belum lengkap. Di direksi keet kebetulan ada Direktur Perusahaan. Namanya Pak Nawir.

Suasana agak canggung waktu itu. Kami masuk di ruangan tanpa di gubris. Sadar suasana diruangan itu canggung, kami keluar menunggu Pak Nawir selesai bicara dengan Pak Rusli. Selesai bicara Api langsung maju mendekati Pak Nawir.

“Pak, bagaimana itu soal dokumen perusahaan pak? Sudah ada?”
“Saya lupa bawa. Kau mau apakan?”
“Untuk laporan pak, terakhir lusa sudah harus di stor, ehehe”
“Saya lupa bawa soalnya. Tidak tau kenapa saya sering lupa”. Sambil mengisap rokoknya
“Kau mau tau kenapa?”

Api diam, satu ruangan juga diam, saya pura-pura main handphone sedangkan Iin 
menyimak.

“Hehe, tidak pak” jawab Api
“Karna kamu kurang berkesan di sini…”

Seluruh dunia seakan gonjang-ganjing seakan kata-kata itu sudah lama mau di sampaikan Pak Nawir atas jarangnya kami hadir di sana. Kami pulang dengan kepala tertunduk. Mengikhlaskan segalanya jika memang nilai harus E.

Beberapa hari setelahnya, H-1 pengumpulan laporan, setelah kami (baca: saya, Api dan Iin)  tidak berhasil mendapatkan dokumen penting tersebut. Dewi, Amel dan Tri mencoba peruntungan untuk datang kembali ke sana setelah lama menghilang. Tapi ujung-ujungnya hasilnya sama.

Pada akhirnya yang lulus di Kerja Praktek Pelaksanaan ini cuman yang lulus.

Ya, iyalah.

Saya, Amel dan Tri dengan beruntung dinyatakan lulus mata kuliah satu ini dengan beberapa kebijakan yang diberikan. Sedangkan Api, Iin dan Dewi sangat disayangkan harus pulang malam hari ini. Perjalanan karir mereka harus terhambat karena tidak memenuhi syarat jumlah asistensi.

Sampai sekarang mereka masih tetap berjuang untuk lulus di mata kuliah ini. Mari kita sama-sama doakan semoga mereka senantiasa diberi kekuatan. Semoga kehadiran mereka selalu berkesan, ya walaupun dinilai tidak berkesan. Setidaknya kita pernah berjuang menghitung meter lari bersama-sama dan menyaksikan betapa pentingnya safety first di lapangan :)


Davincioners, KP Pelaksanaan, Kerja Praktek Pelaksanaan, Magang, Aristektur
Dari kiri ke kanan, Api, Dewi, Iin, Tri, Amel dan Ariel Peterpan.

26 comments:

  1. Rey, tandai ka', nak muda ... ketika kau sudah bisa mentraktir, panggil saya. Kan kau sudah belajar banyak sama bapak dari divisi logistik itu toh?

    Dan, kedua teman perempuanmu benar, perempuan memang begitu, Selagi ada Rey, kenapa tidak? Tetapi justru karena merekalah, nanti mereka akan punya kesan heroik tentang dirimu. Camkan itu, nak muda! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Smpat kaget tdi baca komen nya kak niar. Kirain apa deh, trnyata mau ditraktir juga hahahaha. Siapp kak, smntara kmpul2nya uang dulu hahahah.

      Hahahaha. Iyaa kak. Sya jga mngerti kok. 😂

      Delete
  2. Aih paling tidak enaknya itu disebut, kamu kurang berkesan.

    jadi ingat anak PPLku, pernah juga kukatai begitu, karena pemalasnya.
    Sukses ya Nak.

    ReplyDelete
  3. hahhaaa jadi ingat waktu kuliah, selalu di divisi perlengkapan. Apa-apa yang dicari, selalu ke saya. Saya pernah berkomentar, sory bro, saya bukan gudang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan gudang, tapi toko agung. Smuanya lengkap di sana hahaha.

      Delete
  4. wih bangga akutuh melihat anak-anak muda ini produktif *diiih berasa tua*. btw amel dan dewi cantik juga yaaah ehem

    ReplyDelete
  5. Hehehee. .. jadi inget lagi masa jaman dulu kala saat kerja praktek di proyek sana dan proyek situ. Seruu di lapangan banyak pengalaman yang sama sekali baru, yang gak pernah dipelajari di kampus. Nda ada di studio, nda juga ada di kuliah.

    ReplyDelete
  6. Dulu saya KPnya di Pembangunan Pasar Tanah Abang sama Hotel Indonesia. Suka duka di kehidupan proyek memang begitu. Temen saya yang cewe sudah kebal banget di siulin sama tukang. Tapi ini kan bagian dari proses.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trnyata bnyak juga anak teknik yg komen di tulisan ini ya.

      Iya benar kak. Klo cowo sih ndada masalah.

      Delete
  7. Yaampun jlebnya rey di bagian karena kamu kurang berkesan disini. I feel you memang kalo magang lebih besar kemalasannya:") tapi rey bagus karena rame2ji magang, saya dulu sendiri jadi sangat ternotice. Jadi penasaranka rey kenapa bisa dirimu lulus sedangkan nda didapatki dokumen pentingnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dlu magangnya dmana samara? Kasian ya sndiri cewe, hahaha.

      Kreatifitas mami yg bikin lulus hahaha

      Delete
  8. sabar Rey, tak apa dianggap kurang berkesan bagi mereka.. yang ada dua gadis cantik yang mengandalkanmu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg ada kita sling mengandalkan kak. Biar saling memberi kesan.

      Delete
  9. Alhamdulillah lulus ya Rey, walau sampai harus dibilang 'kamu tidak berkesan di sini'. Deh sampai segitunya :(

    Syukurnya waktu magang di kantor BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi NTB dulu saya lancar-lancar saja. Memang dapat banyak sekali kerjaan, tapi karena punya teman magang yang solid dan orang-orang kantornya juga baik jadi gak terasa berat deh kerjaannya.

    Sukses terus kedepannya ya Rey!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah kak. Tpi memang benar sih klo dipikir-pikir.

      Nah, klo bgitu sih enak kak. Team worknya bgus. Klo satu tidak datang satunya menutup kehadiran yg satu.

      Aamiin kak.

      Delete
  10. Alhamdulillah.... Rey sdh lulus di mata kuliah ini. Usaha gak menghianati hasil kan? Sukses terus ya... dan semangat juang jangan pernah surut dalam mengejar mimoi mimpimu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Iyaa, terima kasih kak Abby 🙏

      Delete
  11. Ahahahha hahahha. Maaf kak keketawaka dulu. Eh masa dibilangki kurang berkesan 🤣 padahal ceritata peterpan mi yang paling berkesan 🤣

    Serunya masa-masa magang begini yang bakalan dirindukan nanti-nanti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Spertinya sya tidak bkalan mrindukan momen seperti ini. Terlalu pahit.

      Delete
  12. serunya di, jadi teringatka momen-momen magangku dua tahun yang lalu, btw nd adaji yang terlibat cinlok? hhahah kepoku deh.

    ReplyDelete
  13. Hai ariel tatum peterpan
    Ngg nganu, itu kenapa mesti crot ya bunyinya haduh

    Alhamdulillah udah lulus di matkul ini yak.
    Btw, aq jd kangen masa magang:( serunya emang beda.

    ReplyDelete

Singgah ki' :)