Tuesday, October 2, 2018

MENJADI PETANI EKSKLUSIF BERSAMA CROWDE




Crowde, Reyhan Ismail, Petani, Petani kaya, Sawah, Investasi
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Banyak yang beranggapan orang miskin itu orang yang bodoh, orang yang malas bekerja dan orang yang tidak mempunyai kempentesi. Orang miskin bukan berarti mereka bodoh dan malas bekerja. Tanpa di sadari, di sekeliling kita ada sistem dalam sebuah jaringan pekerjaan yang belum di kelola secara baik dan efektif. Sehingga sistem tersebut tidak berpihak pada masyarakat golongan kecil. Seperti itulah yang terjadi pada para petani yang ada di negeri kita. Indonesia.

Petani sampai sekarang masih dipandang sebagai pekerjaan yang identik dengan kemiskinan. Masih banyak dari masyarakat kita yang merasa tidak percaya diri dengan status mereka sebagai petani. Tidak heran, banyak dari para petani ini yang rela banting tulang mengumpulkan uang untuk menyekolahkan anak-anak mereka supaya tidak bernasib sama dengan orang tuanya.

“Sekolah yang tinggi nak, supaya dapat pekerjaan yang layak, gaji tinggi dan dihargai banyak orang. Pokoknya jangan jadi petani” Begitulah harapan mereka.

Sebuah fenomena yang menurut saya sangat aneh. Indonesia termasuk negara agraris. Yang di mana pondasi ekonominya tidak terlepas dari peran para petani-petani ini. Jika steorotip ini dibiarkan terus begitu saja, saya bisa mengatakan sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang, kesejahteraan para petani akan kian terancam. Tidak akan ada masyarakat kita yang ingin bercita-cita menjadi petani. Semua hijrah ke kota-kota, mengadu nasib. Kota semakin padat dan desa semakin sepi karena sawahnya berubah menjadi bangunan beton, ruko dan tempat komersil lainnya. Terus kalo tidak ada petani, produksi beras makin berkurang. Masyarakat kita mau makan apa?


Crowde, Reyhan Ismail, Petani, Petani kaya, Sawah, Investasi, Makassar
Paling kiri, gebetan saya. MC yang membawa acara Sarifa Hana Ahmad, Tengah Mbak Afifa, Kanan Mas Acil

Dalam rangka memperingati hari tani nasional yang jatuh pada tanggal 23 September lalu. Tepatnya tangal 26 September, saya diundang  ke acara talkshow di Pisa CafĂ©. Sebuah talkshow yang memperkenalkan sebuah platform bernama Crowde.

Apa itu Crowde?

Saya merasa sangat antusias memperkenalkan platform ramah petani ini kepada kamu, siapapun yang membaca ini. Crowde sederhananya adalah sebuah layanan teknologi (fintech) berbasis website atau aplikasi yang mempertemukan para petani dan investor yang ingin membantu memodali proyek tani mereka.

Tidak hanya itu, petani yang terdaftar di Crowde juga tidak perlu kesulitan menjual dan memasarkan produknya. Alfia Urfani selaku Head of Marketing dari Crowde mengatakan “Sejauh ini, kami telah membantu petani memasarkan produknya ke barbagai toko retail seperti supermarket maupun pasar tradisional. Harapan kami, permintaan pasar dalan negeri bisa terpenuhi dengan memberdayakan petani sendiri, alih-alih dari impor”
Crowde sendiri menggunakan metode crowd-lending, Crowe mengelola dan investor yang kemudian disalurkan ke beragam proyek usaha tani.


Sumber

Tujuannya jelas, meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia dengan memberi kemudhan untuk mengakses permodalan, serta menciptakan ekosistem berkelanjutan di bidang pertanian mengedukasi masyarakat Indonesia agar sadar akan pentingnya investasi sedari dini.

Crowde, Reyhan Ismail, Petani, Petani kaya, Sawah, Investasi, Makassar


Soal keamanan tidak perlu diragukan lagi. Crowde memberi jaminan akan sarana investasi yang aman dan terpercaya karena telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

“Tekad kami bisa membantu hingga 100 ribu petani dengan nilai penyaluran modal mencapai Rp. 70 miliar di tahun 2018 ini” Sambung Alfia.

Karena itu, Crowde mengajak para crowd-lenders untuk terus ikut serta membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Tua-muda, pria-wanita, semuanya bisa menciptakan senyum di wajah pertanian Indonesia yang lebih baik.

Jadi, sekarang apa yang bisa kita lakukan?

Sebagai pengguna Crowde, kita bisa ikut berinvestasi membantu para petani untuk memodali proyek tani mereka. Sebagai petani, kita bisa mencari modal yang sesuai dengan kebutuhan proyek tani kita dan ikut teredukasi didalamnya. Sebagai pembaca tulisan ini, minimal kita bisa menyebarkan kabar baik dan kemudahan platform ini kepada keluarga, kerabat, teman dan saudara kita yang bergelut di bidang pertanian.

Sudah saatnya, revolusi petani Indonesia!

Paling kiri, gebetan saya. MC yang membawa acara Sarifa Hana Ahmad, Tengah Mbak Afifa, Kanan Mas Acil