Saturday, July 28, 2018

PESTA JUTAWAN SULSELBAR & SOLUSI SEDERHANA MENABUNG DI SOBATKU




Sobatku, Undian, Makassar, Reyhan Ismail
Solusi sederhana menabung di Sobatku

Waktu itu saya diajakin Firman, katanya ada acara seru di Karebosi hari Kamis tanggal 21 Juli. Namanya Sobatku. Awalnya saya mengira acara ini adalah acara senam biasa. Ternyata lebih dari itu. Acara ini adalah yang ke-4 kalinya digelar oleh SOBATKU yang  dilaksanakan di Lapangan Karebosi di Makassar. Hal yang membuat acara ini luar biasa adalah Grand Prizes yang memberikan hadiah utama #menang100JT dan 4 Paket #terbangumroh untuk 4 pemenang. Sobatku juga memberikan hadiah kejutan bagi warga Sulselbar yaitu “PESTA JUTAWAN SULSELBAR” berupa 1 unit Yamaha Aerox dan  ratusan 
hadiah uang tunai, dengan total hadiah mencapai hingga ratusan juta rupiah.

Apa itu Sobatku ?

SOBATKU adalah singkatan dari Simpanan Online Sahabatku. Sebuah aplikasi tabungan online berbasis aplikasi dari KSP Sahabat Mitra Sejati, yang dikenal juga sebagai Sahabat UKM (www.sahabat-ukm.com) yang berkantor pusat di Gedung Sampoerna Strategic  Square. Institusi keuangan yang dipimpin oleh pengurus profesional, terpercaya serta didukung penuh oleh Bank Sampoerna. 

Sobatku dikembangkan untuk menjawab perkembangan financial technology (fintech) dengan berbagai fitur nabung dan transaksi yang mudah, gratis dan praktis. Ditujukan bagi mereka yang tidak sempat ke Bank, dimana setiap orang dapat membuka rekening tabungan dan menikmati layanan layaknya di perbankan dengan menggunakan smartphone. Untuk menabung bisa dilakukan dengan cara transfer bank, transfer sesama SOBATKU, transfer ke nomor HP, dan juga dapat menabung melalui jaringan minimarket Alfamart dan Alfamidi di seluruh Indonesia.

Pada acara tersebut juga diadakan kegiatan Zumba, Senam Maumere, Bazar UKM dan doorprizes menarik bagi yang datang ke acara. Saya sendiri datang ke acara jam sembilan pagi. Tidak sempat ikut Zumba dan Senam Maumere. Soalnya pagi itu memang agak sedikit hujan. Kalo hujan-hujan kan biasanya paling enak buat tidur. Makanya datangnya pas hujan agak mendingan sedikit dan tidurnya agak lamaan sedikit, muehehe.

Sampai di Karebosi, suasana di sana ternyata sangat ramai. Panggung utama di isi dengan penampilan musik band. Sedangkan di depannya masyarakat bisa melihat-lihat Bazaar UKM sambil menunggu undian dimulai.

Sobatku, Undian, Makassar, Reyhan Ismail
Panggung utama


Sobatku, Undian, Makassar, Reyhan Ismail
Bazaar UKM Aksesoris
Undian Grand Prizes SOBATKU di Makassar diadakan agar bisa mendorong 
masyarakat luas untuk bisa mewujudkan impiannya dengan cara menabung di SOBATKU. Ke depannya SOBATKU juga ingin terus dekat dan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat. 

Sobatku, Undian, Makassar, Reyhan Ismail
Masyarakat yang datang

Acara yang diselenggarakan di Kawasan Lapangan Karebosi dan MTC Makassar,  Jl. Ahmad 
Yani, Kota Makassar  ini selain dihadiri oleh Dodong Cahyono selaku Pengawas KSP Sahabat Mitra Sejati,  juga dihadiri oleh Henky Suryaputra selaku perwakilan dari Bank Sahabat Sampoerna sebagai mitra bisnis KSP Sahabat Mitra Sejati serta disaksikan oleh Pejabat Dinas Sosial Kota Makassar, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Polsek Kota Makassar, Notaris, undangan, serta anggota, dan calon anggota KSP Sahabat Mitra Sejati.

  
Sobatku, Undian, Makassar, Reyhan Ismail
Dodong Cahyono, Ketua Pengawas KSP Sahabat Mitra Sejati (bertopi), Henky Suryaputra, Direksi Bank Sahabat Sampoerna (sedang berbicara), dan Bapak Harry Kwenre, Sales & Distribution Head Area East Bank Sahabat Sampoerna, Sampoerna Financial Group (ujung kanan).


Setelah beberapa menit sampai di lokasi dan menyimak apa yang di sampaikan oleh MC. Ternyata Sobatku mengadakan beberapa program paket undian.

Apa saja Program Undian yang ada di SOBATKU?   

Undian Triwulan 

POIN yang dihitung di pengundian Grand Prize 100 JT yang akan digelar pada tanggal 21 April 2018 adalah total POIN SOBATKU selama 3 bulan. Periode pengundian April, akan mendapatkan hadiah Grand Prize berupa Uang Tunai 100 JT + 4 paket hadiah UMROH dan ratusan hadiah dengan total ratusan juta rupiah akan diundi lagi pada bulan April, Juli, dan Oktober 2018 mendatang. Masing-masing berdasarkan akumulasi poin 3 bulan sebelumnya. 

Sobatku, Undian, Makassar, Reyhan Ismail
Pemenang undian uang tunai 100 juta

Undian Bulanan 

Terdapat undian bulanan dimana POIN yang dihitung di undian tersebut adalah poin berdasarkan saldo rata-rata 1 bulan sebelumnya. POIN tersebut masih bisa kamu gunakan untuk menang lagi di periode-periode undian berikutnya. Ada lebih dari 100 pemenang dengan hadiah berupa uang tunai 10jt, 5jt, 1jt, 500rb, dan 100rb, total hadiah senilai ratusan juta yang diundi setiap bulan.

Undian, Sobatku, Reyhan Ismail
Proses pengundian

SOBATKU sangat fair dan memungkinkan siapa saja penggunanya terutama yang level menengah untuk menang undian, karena dengan saldo simpanan/tabungan maksimal Rp. 20 Juta membuat siapa saja yang rajin menabung bisa menang. 
Saat ini SOBATKU telah diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat dengan total pengguna loyal SOBATKU saat ini mencapai 20 ribu pengguna. 

Kemudahan menabung di Sobatku ?

SOBATKU memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memanfaatkan uang nganggur untuk ditabung di SOBATKU dengan berbagai tujuan finansial jangka pendek. Selain itu nasabah akan mendapatkan banyak keuntungan menarik , seperti: 

  MUDAH download aplikasinya melalui Google Play atau App Store 
  Nomor Handphone = Nomor Rekening. Mudah transfer ke teman dengan menggunakan 
nomor HP. Gratis! 
  GRATIS biaya administrasi & TANPA saldo minimal 
  GRATIS biaya beli pulsa* 
  GRATIS tarik tunai di Alfamart/Alfamidi 
  GRATIS transfer antar sesama SOBATKU 
  BIAYA MURAH transfer antar Bank 
  Berkesempatan memenangkan RIBUAN HADIAH TOTAL MILYARAN RUPIAH, berupa undian bulanan dan undian Grand Prize 100 jt + 4 Paket Umrah setiap 3 bulan 
sepanjang tahun. 

Adanya teknologi yang memudahkan dalam proses menabung dan menyimpan uang semacam Sobatku ini membuat saya berpikir. Sepertinya tidak ada hambatan dan halangan lagi bagi anak muda di Indonesia untuk tidak menabung. Daripada uangnya habis dipergunakan dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, lebih baik ditabung di Sobatku. Selain bisa membuka kesempatan untuk menang undian, siapatau bisa jadi salah satu pemenang yang bisa terbang umroh. Iya nda ? :)

"SOBATKU adalah solusi bagi setiap orang untuk menabung dan mewujudkan impian menjadi kenyataan. Dengan modal jempol masyarakat bisa mendapatkan berbagai kemudahan menabung dan bertransaksi, serta keuntungan dari program undian yang diselenggarakan setiap bulan dan undian grand prize setiap 3 bulan sekali sepanjang tahun."




Tuesday, July 10, 2018

BERKHIANAT DI KERJA PRAKTEK PERENCANAAN






“Setiap kelompok berisi tiga orang. Terakhir penunjukan SPK (Surat Perintah Kerja) dua minggu, mulai hari ini.”

Begitulah pengantar yang diberikan Ibu Suba sebelum kami mulai mencari tempat Kerja Praktek. Nama lengkap Ibu Suba adalah Ibu Subaidah.

KP atau Kerja Praktek Perencanaan adalah magang yang berfungsi untuk menambah pengalaman kerja mahasiswa arsitek dengan terjun langsung di kantor konsultan perencanaan arsitektur. Mulainya semester 6.

Semua mahasiswa mulai sibuk mencari kelompok yang bermutu demi menyelamatkan dirinya masing-masing. Dalam proses mencari kelompok seperti ini, mahasiswa pintar dan rajin biasanya cepat laku, sedangkan mahasiswa yang terkenal malas dan kurang pintar biasanya harap-harap cemas mencari kelompok secepat mungkin. Dan yang paling parah adalah mahasiswa  goblok yang tidak tahu diri. Biasanya kalo momen rebut-rebutan teman kelompok seperti ini mereka cuman diam dan sok jual mahal, nunggu dipanggilin atau menunggu di kasihani.



Saya dengan sigap, mulai mencari-cari teman yang diperkirakan belum punya kelompok namun cerdas nan rajin, supaya bisa saling melengkapi. Tanpa merendahkan kualitas diri dan tetap jual mahal, mata saya langsung mencari Ulla. Orang yang termasuk pintar dan rajin di angkatan.

“Ehm, bro, kau sudah punya kelompok kah?”
“Iya rey, sudah ada, saya satu kelompok sama Aziz dan Aris”
“Oh, sudah cukup 3 berarti”
“Coba tanya Agus, dia belum punya teman kelompok kayaknya”

Ulla benar-benar tidak tau bagaimana si Agus. Satu kelompok dengan dia sama saja dengan bunuh diri. Dia memang ramah dan bersahabat, kalo sampai di kampus dia selalu menyapa “Selamat pagi” pada teman-teman. Walaupun hari sudah sore.

Ditambah saya yang cepat terpengaruh dengan pergaulan. Kalo kita satu kelompok, mungkin yang datang ke kantor cuman harapan yang menunggu kepastian.

Selesai kuliah saya langsung berjalan menuju jurusan sambil meneriman kenyataan bahwa semua teman sudah punya kelompok. Bahkan si Agus katanya juga sudah punya. 

Tunggu dulu. Kelompok dermawan mana yang mau menerima si Agus?.

Sambil berjalan menuruni tangga, saya bertanya ke group angkatan. Barangkali masih ada teman yang belum dapat kelompok. Tiba-tiba pesan masuk. Dari Tiwi.

Tiwi : Kita satu kelompok saja.
Rey : Satunya siapa lagi?
Tiwi : Satunya Masrurah. Cukup kan bertiga?
Rey : Oiya, kalo begitu saya masuk dikelompokmu.

Satu kelompok dengan Tiwi dan Masrurah bukanlah ide yang buruk. Walaupun cuman saya yang cowok. Tapi setidaknya mereka berdua termasuk teman yang rajin.
Seminggu berlalu, berbekal google maps dan link dari senior, saya sudah hampir mendatangi lima kantor yang ada di list. Diantaranya adalah ;

1.      PT. Terserah Kamu
Saya dapat kontak kantor ini dari salah satu senior. Kantor ini adalah prioritas utama. Karna katanya, bos yang ada diperusahaan ini baik sekali, karna walaupun tidak pernah masuk kantor, bosnya tetap kasih nilai A buat mahasiswa yang magang disana. Sungguh kantor idaman orang seperti Agus.

2.      PT. Konsultan Geografis
Ini salah masuk kantor…

3.      PT. Punya Teman Om
Saya dapat kantor ini dari Om yang kebetulan punya banyak teman konsultan perumahan. Katanya proyeknya banyak. Perumahan. Anggarannya besar-besar semua. Tapi sampai sekarang belum ada kabar. Kayaknya proyeknya perumahan wallet.

4.      PT. Jangan Main-Main
Kantor ini pernah ditempati juga sama senior. Saya dapat alamatnya juga langsung dari senior. Waktu itu saya datang sendiri. Pas habis ketuk-ketuk pintu, tiba-tiba om-om keluar dari garasi mobil sambil menelpon.

“Iya, kenapa?”
“Saya mau tanya om, di sini PT. Jangan Main-Main ya?”
Tangan om itu langsung menggeleng-geleng. Memberi isyarat ‘bukan’.
“Oiya, makasih om”

Tangan om itu masih menggeleng-menggeleng. Saya baru mengerti waktu dia menunjuk handphone di telinga kanannya dan bilang :

“Sorry, bukan kamu. Ini lagi nelpon”



Masih sambil menelpon, si om langsung menyuruh saya masuk lewat garasi kantor itu. 

Melewati koridor, saya sampai di kantor tempat kerjanya. Di ruangan kantor itu, semua orang pada sibuk, ada yang mendesain lewat komputer, sketsa gambar, menghitung RAB dan ada yang diskusi gambar. Sedangkan saya memperhatikan semuanya dari luar kantor sambil gemetaran. Ini saya belum memperkenalkan diri dan menjelaskan niat datang kesini, tiba-tiba langsung di suruh masuk.

“Kamu duduk di sini dulu, nanti saya panggilkan Pak Taufik”

Bermodalkan tekad dan rasa tidak punya malu yang tinggi, beberapa menit kemudian saya langsung disuruh bicara sama pemilik biro konsultan tersebut.

“Jadi, kamu anak yang mau magang di sini?” Saya heran, tiba-tiba Pak Taufik langsung tau maksud kedatangn saya ke sini, walaupun belum pernah saya kasih tau.

Belakangan, saya baru tau, ternyata anak magang yang di maksud Pak Taufik itu adalah Kak Adi dan Kak Johan, dua senior yang kebetulan mau magang di sana juga. Mereka yang lebih dulu menghubungi Pak Taufik secara langsung buat datang ke sana, minta izin. Tapi secara kebetulan yang datang secara membabi buta malah saya.

FYI, mata kuliah Kerja Praktek Perencanaan ini membatasi mahasiswanya magang minimal satu kelompok di satu biro konsultan. Lebih dari satu kelompok di satu biro konsultan tidak di perbolehkan. Bisa di simpulkan salah satu kelompok kami, yaitu kelompok saya dan kelompok Kak Johan harus mengalah salah satunya untuk bisa magang di tempat Pak Taufik. Pilihan ke duanya jika tidak ada yang mau mengalah adalah perang skill siapa yang lebih layak. Setelah dilihat-lihat ke dua teman kelompok saya (Tiwi dan Masrurah) ternyata tidak terlalu memiliki skill mumpuni, begitupun saya. Maka saya memilih opsi ketiga ; Bikin perusahaan sendiri.

Akhirnya kami memutuskan untuk tetap bertahan di tempat Pak Taufik, menunggu kelompok Kak Johan mengalah. Seminggu setelahnya saya mencium bau-bau keguguran dari kelompok kami. Masrurah di duga tidak memenuhi syarat untuk mengikuti Kerja Praktek Perencanaan ini, beberapa nilainya di vonis masih ada yang bermasalah. Sekarang tinggal ada saya dan Tiwi. Melihat kemampuan kami yang tidak seberapa dan dibayang-bayangi oleh pertanyaan Pak Taufik waktu itu

“Kamu bisa pake Sketchup sama AutoCad kan?
Dan dengan sombongnya saya berkata “Iya, bisa pak”
“Hitung anggaran bangunan bisa?”
Dengan sombongnya lagi saya berkata “Bisa, bisa pak. Di kampus sering belajar itu, hehe”
Kenyataannya nilai mata kuliah Manajemen Proyek ku waktu itu dapat nilai E.

Maka dengan itu, demi kemaslahatan kelompok. Saya sebagai ketua kelompok memutuskan dengan berat hati untuk membubarkan kelompok ini secara sepihak. Kemudian berkhianat ke kelompok Kak Johan. Ehehe.

Iya, saya masuk ke kelompok Kak Johan yang kurang satu orang. Disitu saya merasa egois karna mememilih keputusan sepihak tanpa meminta persetujuan Tiwi. Terkadang kita memang harus memilih keputusan yang pahit karna cuman itu keputusan yang paling logis. Saya selalu berusaha berpikir logis dalam setiap mengambil keputusan. Seperti keadaan yang mengancam karir mahasiswa saya ini.

Hari-hari selama di kantor saya mengenal beberapa orang baru. Selain Pak Taufik, saya juga mengenal Kak Yudi dan Kak Fathur. Mereka berdua yang membimbing kami selama di sana. Selain itu ada juga Mba Yuni yang tidak lain adalah istri Pak Taufik, katanya asli orang Jogja. Ada juga Opa, saya tidak tau nama aslinya, yang jelas selama saya di sana, orang-orang hanya memanggilnya Opa. Umurnya sekitar 60-70-an. Selama di sana saya paling suka mendengar cerita-cerita Opa sewaktu masih muda. Dia dapat beasiswa S2 di Jerman, pernah bekerja di perusahaan Oil and Gas. Saya banyak dapat inspirasi dari Opa. Di umur yang begitu tua, dia masih tetap bekerja dan tidak mau menyusahkan orang lain, terutama anak dan cucunya.

Dan yang paling saya ingat adalah si Ade, anaknya Pak Taufik. Kalo tidak salah dia anak pertama dari dua bersaudara. Si Ade ini masih SMP. Badannya gendut. Saya perkirakan beratnya 60-70 Kg. Rambutnya keriting tidak terlalu panjang. Di minggu-minggu pertama saya masuk kantor, si Ade ini tanpa sungkan langsung menjabat tangan kami satu persatu dan bilang :

“Perkenalkan, saya Ade. Saya manajer di sini” dengan mulut berminyak sambil mengunyah pisang goreng.

Waktu itu saya langsung percaya dan langsung tunduk dan hormat sama Pak Ade ini sebelum satu hari di kantor saya menemui dirinya berseragam pake dasi dan celana panjang biru tua sambil main game dengan telinga tertutupi headset. Ternyata masih SMP!

Tahu si Ade ternyata masih SMP, saya tidak bisa langsung menaboknya begitu saja. Beliau masih saya hormati karna si Ade ini tetap anaknnya Pak Taufik. Bos kita semua. Hingga di minggu terakhir magang, saya di permalukan olehnya.

Sore itu beberapa hari sebelumnya saya tidak masuk kantor karna ada beberapa kesibukan di kampus. Setelah menghilang beberapa hari di kantor, saya mulai merasa canggung untuk datang ke sana lagi. Apalagi Kak Johan bilang saya di cari sama Pak Taufik beberapa hari terakhir. Hari itu saya memberanikan diri untuk datang ke kantor. Awalnya orang-orang kantor biasa-biasa saja dan tidak ada yang bertanya “Kemarin kamu kemana?” atau “Kok baru muncul?” bahkan Pak Taufik juga tidak bertanya apa-apa.

Hingga sore hari, dua jam sebelum pulang saya duduk di depan komputer sambil mengerjakan gambar yang ditugaskan. Tiba-tiba si Ade datang
“Wah, wah, wah. Ini nih” tangan panjang dan berlemaknya langsung nunjuk ke saya.

Saya berusaha dan pura-pura sibuk melihat computer.
“He! He! Pura-pura tidak liat lagi. Siapa lagi namanya ini?”

Sadar, daripada dia tambah ribut dan jadi perhatian orang satu ruangan saya langsung nengok ke dia

“Iya?”
“Kamu, kenapa baru datang? Kemarin-kemarin menghilang tidak ada kabar”
“Hahaha” Berusaha menahan malu.
“Ini, kemarin sibuk asistensi tugas di kampus, hehe”
“AH! Banyak alasan juga, sekalian saja besok-besok tidak usah datang (berhenti).” 
“Hehehe” waktu itu tidak tau mau ngomong apa lagi selain ngetawain diri sendiri, orang-orang satu ruangan langsung melirik ke saya. Saya malu setengah mati. Harga diri saya langsung rontok saat itu juga. Pulpen jatuh dibawah meja, saya pura-pura tunduk berlama-lama buat mengambilnya sambil menghilangkan efek ‘malu’ yang mendera. Kalo bisa sih nunduk aja terus, gak usah bangun-bangun.

Walaupun punya manajer yang ceplas ceplos seperti si Ade. Pada akhirnya kantor ini tetaplah kantor pertama dan terbaik yang pernah saya tempati. Dari semua kelompok mahasiswa yang Kerja Praktek, cuman kantor ini yang memberikan ‘uang saku’ perminggu buat mahasiswa magangnya.

KP Perencanaan, Reyhan Ismail, Magang, Arsitektur, Proyek
Salah satu mandor yang paling keren sedang berfoto di lokasi proyek.
Saya sangat berterima kasih kepada Pak Taufik karna sudah menghargai hasil kerja kami di sana. Tidak sekedar memanfaatkan tenaga anak magang untuk menyelesaikan semua pekerjaannya tanpa memberi pelajaran sesuai latar belakang pendidikannya (disuruh bikin kopi misalnya). Tidak banyak orang-orang seperti Pak Taufik ini diluar sana yang mau menghargai dan memahami arti sebuah desain. Kebanyakan orang-orang masih memandang sebelah mata dan menganggap desain itu adalah pekerjaan yang mudah.

Mereka hanya belum paham bagaimana rasanya mengkhianati teman kelompok sendiri dan dipermalukan anak SMP. T_T

-----

Sumber GIF : https://giphy.com/