Tuesday, April 3, 2018

KULIAH DI ARSITEKTUR TIDAK SEMINIMALIS YANG KAU PIKIR



Kuliah jurusan arsitektur, Reyhan Ismail, Rumah minimalis, Desain rumah minimalis, sarjana arsitektur, wisuda, skripsi


Ditulisan ini saya sama sekali tidak bermaksud menjelek-jelekkan jurusan dan fakultas lain. Ini hanya dari hasil pengamatan saya selama dua menit, dalam membanding-bandingkan jurusan arsitektur dengan jurusan dan fakultas lain. Sungguh, tidak ada maksud untuk mengatakan bahwa jurusan lain lebih mudah menjalani kuliahnya daripada jurusan kami. Saya menulis ini hanya untuk menghindari orang awam yang menyamakan semua jurusan dimuka bumi dengan bertanya “Si Mukidi (anak ekonomi) sudah selesai – 4 tahun – kamu kok belum?”, “Si Ciwang (anak hukum) sudah selesai – 3,5 tahun – kamu kapan?”, “Si Doel (anak betawi asli) sudah selesai, kamu jangan malas-malas kuliahnya dong”

Suatu hari saya melihat foto salah satu senior yang habis wisuda diarak rame-rame pake kursi dari bambu yang khusus dibuat supaya bisa diangkat 4 orang. Kayak raja rimba yang habis menang perang gitu. Dia pake mahkota dari daun. Terus orang yang bertugas membopong senior itu adalah para maba-maba yang botak dengan seragamnya yang serba hitam dan tidak pernah dicuci.

Kurang lebih, gambarannya seperti ini.
(sumber)

Diantara seluruh wisudawan dari jurusan dan fakultas yang lain, cuman wisudawan dari teknik yang paling rame. Ya, bagaimana tidak, yang arak satu wisudawan 10 sampe 15 orang mahasiswa baru. Kata salah satu senior, ini adalah tradisi yang masih dipertahankan untuk menghargai perjuangan wisudawan dari teknik hingga bisa sampai sarjana seperti sekarang.

Sehabis wisuda, biasanya mereka diangkat beramai-ramai kemudian dilempar ke got yang penuh dengan air kencing dan ludah tukang becak. Ini saya tidak tau filosofinya apa. Mungkin maksudnya, Sarjana baru tidak boleh takut kotor atau sarjana baru harus menyatu dengan alam. Yang jelas sampe sekarang belum ada berita mahasiswa yang mati karna keracunan bau got.

Empat tahun berlalu. Tahun 2014 saya mendaftar sebagai mahasiswa arsitektur. Hingga hari ini saya sudah menginjak semester akhir (delapan). Normalnya, saya seharusnya sudah sibuk mencari data buat proposal dan judul. Tapi karna kejadian ditulisan ini saya terpksa harus menundanya.

Bagi mahasiswa biasa, kuliah empat tahun itu sudah termasuk paling cepat. Paling cepatnya lagi 3,5 tahun. Didalam kurikulum dan program kuliah jurusan arsitektur, wisuda 3,5 tahun itu hanyalah legenda. Satu-satunya yang pernah selesai secepat itu hanyalah pensil rotring.

Sedangkan mahasiswa arsiktektur yang selesai dalam kurung empat tahun, biasanya akan dicurigai bersaudara dengan pensil rotring. Walaupun pada dasarnya mahasiswa jurusan lain akan menganggap wisuda empat tahun itu adalah hal yang lumrah. Tapi tidak bagi anak arsitek. Itu adalah hal yang mustahil. Jika terjadi demikian, maka kami akan menganggap itu sebagai suatu kejanggalan yang perlu diusut tuntas oleh KPK.

Mahasiswa arsitektur yang selesai lebih cepat 3,5 tahun atau 4 tahun itu aib keluarga. Jika sampai terdengar kabar ada salah seorang mahasiswa seangkatan yang bisa selesai secepat itu, maka seluruh pihak kampus dan keluarga pasti akan menjadikannya sebagai patokan untuk mempecundangi semangat mahasiswa yang lain. Ini sama mengerikannya dengan filosofi botak waktu jadi maba. Dimana mahasiswa baru yang botaknya paling licin dia yang jadi patokan bagi senior dalam standar kebotakan adik-adik mahasiswa barunya.


Mahasiswa botak, anak teknik botak, mahasiswa UMI botak, Teknik. Solidaritas harga mati
Siluman bakso

Mahasiswa botak, anak teknik botak, mahasiswa UMI botak, Teknik. Solidaritas harga mati
Tuyul and family
Percayalah. Bagi mahasiswa arsitektur, selesai 4,5 tahun itu adalah waktu yang sudah sangat cepat. Itupun jika berhasil, si Mahasiswa biasanya akan mengalami sedikit skizofrenia ringan, semacam halusinasi bahwa ayahnya tidak datang diacara wisudanya. Padahal ayahnya sudah datang. Belakangan diketahui bahwa ayah yang dimakadsud wisudawan arsitektur ini adalah bapak ini ;

Gara-gara kebanyakan main sketchup jadi halu punya bapak seperti ini.
(sumber)

Bisa dikatakan kesimpulannya adalah :

3,5 tahun mahasiswa biasa = 4,5 tahun mahasiswa arsitektur
4 tahun mahasiswa biasa = 5 tahun mahasiswa arsitektur
5 tahun mahasiswa biasa = 6 tahun mahasiswa arsitektur
6 tahun mahasiswa biasa = D.O nya mahasiswa arsitektur.

Banyak hal yang membuat anak-anak arsitek telat selesai. Pertama, karna tugas-tugasnya tidak bisa selesai dalam satu malam. Tugas ini tidak seperti tugas pada umumnya (laporan, makalah, paper, menulis tangan, dll) yang bisa diselesaikan dua sampai tiga jam terus abis itu tidur sambil stalking mantan.

Tugas kami adalah menggambar dan mendesain rumah, mall, rumah sakit ibu dan anak, rumah sakit jantung, dan semua yang berhubungan dengan bangunan. Butuh waktu satu minggu sampai satu bulan untuk bisa selesai, apalagi kalo tugas itu termasuk golongan tugas besar yang biasanya butuh waktu satu sampai tiga bulan pengerjaan. Belum lagi kalo tugasnya dicoret-coret pake pulpen. 

Coba bayangkan gambar kerja yang sudah dikerjakan pake pensil selama satu malam, terus dicoret pake pulpen begitu saja. Bagaimana perasaan kalian? HAH? AKU FIRMAN JAPUTRA! KALIAN SIAPA? HAH?

*skip*

Resiko terbesar jika mahasiswa mengabaikan tugas ini adalah kehilangan 6 sks. Mata kuliah itu adalah ; Studio Perancangan. Saya tidak tau apakah di jurusan lain ada satu matakuliah yang sampai mengambil sks sebanyak 6 sks, karna normalnya satu mata kuliah yang umum itu hanya mengambil 2-3 sks. Sedangkan Studio Perancangan di jurusan arsitektur ini mengambil sampai 6 sks. Tidak heran sih kalo wisuda pasti rasanya emosional sekali. Serasa kuliah itu sudah berhenti (ya, iyalah)

Kedua, karna tawaran mengerjakan proyek diluar kampus. Saya mengenal beberapa senior dikampus yang kelamaan selesai karna ke-enak-an kerja proyek diluar.

Bahkan saya pernah bertanya alasan mereka kenapa selesainya lama.

Jawaban dia adalah ; “Iya, karna kebetulan baru ingat kalo ternyata masih kuliah, ha ha ha”

……

Ketiga, karna kuliahnya setengah-setengah. Arsitektur adalah bidang ilmu yang membutuhkan totalitas yang sangat tinggi. Kita tidak bisa setengah-setengah kalo memang mau selesai cepat waktu. Ibarat berenang, arsitektur itu butuh orang yang membasahi seluruh tubuhnya disana. Arsitektur tidak butuh orang yang cuman nongkrong dipinggir kolam sambil cemplungin kaki terus terapi digelitikin ikan-ikan. Kalo basic-nya memang dari STM yang berhubungan dengan arsitektur ya, bisa jadi pengecualian. Makanya prinsip yang dipakai tidak pake "Nanti dicoba" atau "Mungkin masih bisa" yang ada hanya "Iya atau tidak sama sekali"

Pada akhirnya, kuliah di jurusan arsitektur berarti berkenalan dan bersahabat dengan malam hari. Disaat orang-orang tidur, cuman hening dan dinginnya malam yang setia menemanimu. Kuliah di jurusan arsitektur adalah sebuah usaha untuk memulai rutinitas membeli kopi sachet, kerja tugas diwarkop hanya untuk memesan kopi walaupun setelah itu kau akan terkentut-kentut karna perut mu belum terbiasa.

Menyamakan jurusan lain dengan jurusan arsitektur hanya akan melukai hati kami. Terkadang kita berlari dengan jarak yang sama. Tapi tidak semua jalurnya sama. Ada yang berlari dijalur yang terjal, melewati bukit, berenang melewati sungai. Dan ada yang berlari di jogging track yang datar dan berkelok. Semua melewati proses yang sama dengan hambatan yang berbeda-beda.

Sekali lagi saya tidak memiliki niat untuk meremehkan bidang ilmu dan jurusan lain. Saya yakin, jurusan kedokteran juga tidak mau disama-samakan dengan jurusan agama begitupun jurusan hukum tidak mau dianggap sama dengan manajemen.

Toh, pada akhirnya hanya proses yang akan menunjukkan siapa yang berhasil didunia kerja. Tidak peduli dari jurusan mana kau berasal. Dunia kerja hanya butuh keterampilanmu. Bukan embel-embel atau title yang sudah dimiliki ribuan orang diluar sana. Embel-embel itu terlalu klise kawan-kawan. Terlalu klise.

Sekali lagi. Berhenti bertanya berapa tahun lagi orang itu wisuda. Tapi tanyakan apa yang sudah bisa dia lakukan selama kuliah. Mari menghargai proses. Kebodohan seseorang sekali lagi tidak dilihat dari berapa tahun ia telat selesai. Tapi seberapa cakap dia melebihi permintaan di bidang ilmunya.

Saya Mario Bros dan inilah Hitam Navy.


14 comments:

  1. Hahahaha rusuh juga ya anak arsi. Ini kurang lebih mirip sama dokter. Kalo di kampus gue, dokter hewan juga. Dan udah pasti... jurusan gue yang lulusnya setiap milih presiden sekali. :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener di. Makanya, anak kedokteran itu emang paling pas kalo pacarannya sama anak arsi.

      4 Tahun dong? Eh, iya ga sih?

      Delete
  2. Mantap, Rey. Memberikan sudut pandang kalau kuliah pada dasarnya nggak bisa dipukul rata. Dan lulus cepat belum tentu cepat juga dapat kerjanya nanti. Kalimat penutupnya bijak sekali~ yuhu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bwahaha. Maksih yog, udah ngertiin.
      Kujadi terharu :')

      Delete
  3. Dan pada akhirnya, mahasiswa atau lulusan jurusan arsitektur pasti pernah dimintain gambar gratis oleh teman-temannya dengan "harga teman".

    ReplyDelete
    Replies
    1. INI KOMENTAR, WAJIB DIBACA SIAPAPUN YANG PENGIN MINTA DIGAMBARIN.
      INI CARA JADIIN TOP KOMENNYA GIMANA YA?

      Delete
  4. Gue nggak tau kenapa bacanya sambil ketawa-ketawa. Gaya bahasa dan pemilihan kosakata kali ya? Hahaha

    Setelah baca-baca arsip pos, akhirnya sampai juga di latest post. Keren-keren ya. Dan emang bikin ketawa. Hahaha.

    Gue juga sekolah di SMK Kejuruan Kimia Analisis 4 tahun. Yang bikin kesel, selain lulusnya beda selisih setahun sama teman-teman dari sekolah lain, juga tugas-tugasnya yang kadang merasa jadi siswa SMK Kejuruan Debus dan Akrobat. Mainin amoniak, mainin spritus, mainin bakteri. Bangke lah emang.

    Semoga bisa lulus di tahun ke 4,5 ya! Mentok-mentok 5 tahun lah. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang gitu gip. Penderitaan orang lain emang paling gampang buat diketawain. :')

      Bwahaha. Makasih ya. Eh, gip, lo barusan jalan kesini kan? Selamat datang ya, semoga betah dengan tulisan-tulisan ku yang kian lama, kian jarang apdet ini.

      Iya, iya. Sama kayak STM pembangunan yang rata2 telat setahun buat lulus dibanding sekolah2 pada umumnya. Soalnya, kata mereka satu tahun itu dipake khusus buat magang. Makanya selesainya lama.

      Aamiin. Thnkyu gip!

      Delete
  5. Wah aku baru tau nih pandangan anak arsitek dengan berapa lama lulus kuliahnya.
    Semoga lulus tepat waktu iya, kalau tidak, lulusnya di waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  6. Wah berarti kamu jago gambar bangunan dong y
    Kenapa g jadi mangaka aja
    Siapa Tw ngetop kayak masa sih kisimoto

    ReplyDelete
    Replies
    1. MASASHI KISHIMOTO NIK. MASASHI. BUKAN MASA SIH. T_T

      Eh, nik juga baru muncul. Kenama aja nik?

      Delete

Singgah ki' :)