Friday, March 16, 2018

YAKIN KAMU TIDAK JATUH CINTA PADA ORANG YANG SALAH ?



Oke, tulisan ini akhirnya dibuat setelah beberapa kali terusik oleh kamu, perempuan yang terjebak dalam pria yang salah dan untuk kamu pria yang takut kehilangan jawaban ketika ditanya "Si anu, mana?".


Sebenarnya saya sudah terusik dengan hal ini beberapa tahun terakhir. Semenjak saya tinggal serumah dengan teman laki-laki yang menurut pandangan saya, sama sekali tidak menghargai perempuan. Tulisannya saya tulis disini.

Dua minggu terakhir, sesuatu seperti ini (tanpa saya minta) datang dan kembali mengusik saya. Saya sebagai orang yang tidak pernah merasa ‘memiliki sesorang’ sepertinya layak untuk mempertanyakan hal ini kepada kamu yang pernah merasakannya. Saya tahu cinta itu buta, saya tahu jatuh cinta itu ‘tai kucing bisa rasa coklat’ tapi ya, tidak begini juga.

Seminggu yang lalu, di instagram. Saya komen foto di akun instagram teman cewek yang memposting foto wefie berempat, cewek semua. Komen saya itu bercanda tapi dengan nada-nada gombal (ya, namanya juga teman cewek) terus gak tau kenapa, tiba-tiba komen saya dibalas sama pacar salah satu teman cewek yang ada dalam foto itu. 

Bahasanya seakan-seakan menjaga ceweknya begitu. Akun instagram saya langsung difollow dia. Tidak lama setelah itu, saya folback.

Tiba-tiba dia nge-DM. Kita sebut saja namanya Vicky Prasasti.

Dia bertanya kalo dikampus, ada yang deketin pacarnya. Mungkin dia mengaggap saya adalah salah satu orang yang sudah mengancam hubungan dia. Nah, disini saya mulai merasa bangga. Ternyata saya masuk perhitungan juga. Intinya Vicky ngasih tanggung jawab ke saya buat ngejagain pacarnya itu, yang dimana dia adalah teman kampus saya. Kita sebut saja namanya Angel Legit.

Sampai sini, saya berpikir hubungan si Vicky (tanpa dia ngasih tau) sepertinya sudah bermasalah. Instastory-nya tiap hari berisi foto-fotonya sama si Angel. Mesra. Dia bilang katanya sudah tunangan sama si Angel. Gila! Optimisme nya patut diapresiasi!

Selang dua hari kemudian, saya dapat kabar, Vicky dan Angel putus. Gak tau karna apa.

Dan hari ini. Pas saya menulis tulisan ini. Saya sedang ada di salah satu warkop di Makassar buat menyelesaikan gambar project. Dan malam ini adalah malam minggu. Sungguh posisi yang tidak menguntungkan.


Apa yang saya liat kembali mengusik pikiran saya soal apa yang tidak bisa saya jelaskan dengan akal sehat. Saya sebagai penderita singlelisman syndrom stadium IV merasa ingin mati saja. Ketika didepan kamu ada sepasang kekasih. Si cowok, ini gak tau kenapa lebih mirip kalender suku maya dibanding ceweknya yang (harus diakui) cantik sesuai standar kriteria  cantik versi Indonesia. Antara pelet atau ceweknya yang butuh gold Mobile legend, saya tidak bisa beranggapan dengan pasti.

Nah, si cowok kampret ini kerjaannya 3 jam terakhir main Mobile Legend mulu, bareng sama 5-6 temen-temen cowok yang ada disamping kirinya. Sesekali merokok, terus asap rokoknya kayak dimain-mainin begitu kearah ceweknya. Si cewek malah dicuekin sendirian. Disisi lain juga kasian sama si Cewek. Begitu terus sampai saya pulang dari tempat itu pukul 02.30 pagi!

Yang baju merah ceweknya. Yang baju biru cowoknya. Saya yang foto.
Apa yang mengusik saya pas perjalanan pulang kerumah adalah kok bisa sih cewek bisa goblok begitu? Kok bisa sih ccwek terjebak dengan laki-laki seperti itu? Kalo dipikir-pikir, si cewek ini cantik, seharusnya berhak mendapatkan cowok yang lebih baik dari pacar kampret nya yang sekarang ini. Pengamatan saya soal ini bukan cuman sampai situ. Saya tinggal sama teman cowok yang tiap harinya suka ngata2in ceweknya lewat telepon. Bilang an**ng lah, go*lok lah, l*nte lah dan tau tidak berapa lama mereka pacaran? Kurang lebih 4 tahun! Yang artinya, si cewek, jiwa, hati, mental dan jati dirinya mungkin sudah hanyut tenggelam.

Sumber
Apa sih yang salah dengan cewek? Kenapa masih saja ada cewek yang kuat dengan cowok yang seperti itu? Dikata2in, dicuekin, diabaikan, apalagi sampai disakitin secara fisik. 

Sumpah ini sama sekali tidak masuk akal. Memangnya sendiri lebih menyedihkan ya daripada pacaran tapi disiksa? Memangnya malam mingguan dirumah lebih menyedihkan ya daripada malam mingguan diluar tapi dicuekin?

Mungkin ada yang bilang tidak semua cewek mau digituin. Nah, kenyataannya beberapa cowok kalo sudah cinta setengah mati sama cewek, itu kayak lem korea. Semakin lama semakin mengikat. Sama dengan yang dilakuin Vicky Prasasti dengan Angel Legit. Bilang kalo sudah tunangan, padahal cuman sebatas pagar supaya cowok yang mau ngedeketin Angel menjauh. Ya, coba kamu pikirkan orang tunangan pake status ; emoticon cincin di instagram.

Sumber
Sebenarnya bukan cuman cowok sih. Cewek juga kadang seperti itu. Pada dasarnya cewek dan cowok akan melakukan penjagaan dua kali lipat jika merasa ada yang mengancam hubungan mereka. Orang biasa menyebutnya posesif.

Kalo cewek diputusin cuman bisa nangis, itupun usahanya mempertahankan cuman bisa lewat kata. Kalo cowok, bisa dibilang punya hak lebih mempertahankan hubungan. Kalo diputusin, dia bisa mengancam, Cowok akan melakukan segala hal untuk mempertahankan hubungannya, menyelamatkan uang dan waktu yang sudah dihabiskan semasa pacaran. 

Ibarat taruhan, kalo hubungannya gagal, cowok akan merasa apa yang dilakukan/ dipertaruhkan semasa pacaran akan sia-sia. Oiya, ini tidak berlaku kalo cowoknya mutusin karna direbut pelakor.

Sampai sini saya khawatir. Bagaimana kalau jodoh saya terjebak dengan pria yang salah? 

Bagaimana kalau jodoh saya ‘dirusak’ dengan pria yang salah? bagaimana kalo jodoh saya dicuekin main Mobile legend dengan pria yang mainnya noob? Atau bagaimana kalo jodoh saya dibentak dan dikata2in dengan pria yang salah? Liat pacar orang digituin saja pasti tidak tega.

Eniwei, tidak semua cowok berperilaku kampret seperti itu. Banyak kok yang baik. Tapi jatuhnya malah diperbudak sama cewek-cewek. Diberi tanggung jawab yang lebih, disuruh ini-itu, dimanfaatin atau paling sering dijadikan tukang ojek, untung kalo diantar sampe depan pintu, kalo cuman sampai depan kompleks? Banyak juga yang cowoknya sabar, tapi justru ceweknya yang banyak menuntut.

Pada akhirnya saya merasa orang pacaran itu aneh.

Daritadi saya bertanya, kenapa?, kenapa?, dan kenapa? Karna memang saya tidak pernah ngerasain bagaimana rasanya berada ditengah 'jembatan' yang ujungnya tidak pasti? 
Sometimes, itu membuat saya takut. Bagaimana kalo saya gak bisa ngertiin perasaan pasangan saya nantinya? atau bagaimana kalau saya juga marah-marah terus berkata kasar dengan pasangan saya?

Sumber
Sampai tulisan ini selesai ditulis. Saya masih belum bisa mengerti kenapa cowok yang menjalin hubungan pacaran sama cewek, sama kayak pemain noob yang main dengan tim pro, terus menang banyak, terus menulis komentar "Bentar, main lagi yak? nanti gue undang lagi".

Dan cewek seperti pemain Mobile Legend yang main dengan tim noob, mau AFK tapi takut di report. Padahal, jika AFK (tanpa sepengetahuan dia), Sistem mungkin akan memberikan tim yang pro di permainan selanjutnya.

Siapa yang tau?


8 comments:

  1. Saya termasuk cowok baik y Om
    Mank di sana malam Minggu y?
    Disini malam Sabtu loh Om
    Makanya Om pacaran gih biar ngerasain yang aneh aneh
    Tapi aneh juga loh kalo ada cewek yg mw pacaran sama om

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kamu emang baik nik. Selalu.
      Disini skarang malam senin nik. Oh, disana malam sabtu ya. Bdw, kmu sdang berada diplanet mana nik?

      KMPRET si Niki -_-

      Delete
  2. cowok yang menjalin hubungan pacaran sama cewek, sama kayak pemain noob yang main dengan tim pro, terus menang banyak, terus menulis komentar "Bentar, main lagi yak? nanti gue undang lagi".

    Dan cewek seperti pemain Mobile Legend yang main dengan tim noob, mau AFK tapi takut di report. Padahal, jika AFK (tanpa sepengetahuan dia), Sistem mungkin akan memberikan tim yang pro di permainan selanjutnya.

    😂 top markotop

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan Husayn dengan kebimbangannya sedang mencari tambatan hati.

      Delete
  3. yah.. gaya pacaran tiap orang beda2 emang, salah-benarnya kan mereka yg tentuin sendiri. :)

    kalo soal mobile legend, saya malah diajak buat main juga.. tapi ujung2nya malah dimarahin karna gak pernah ngasih kabar gara2 main terus. heheu..

    “apakah saya org yg salah?” :’)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bwahahaha. Slamat dtang di dunia moba dian. Dimana tlpon dari pacar pada saat war adalah sebuah masalah yg harus disingkirkan.

      Ada benernya juga sih. Benar/salahnya suatu hubungan tidak ditentukan oleh pihak ketiga. Tapi mnurutku selama salah satunya merasa kurang nyaman dan tidak bahagia dengan hbungannya secara trus mnerus, kenapa hrus dilanjutin?

      Delete
  4. Malah kadang saya berpikir, bagaimana kalau saya orang yang salah buat pasangan saya nanti? :')

    ReplyDelete

Singgah ki' :)