Tuesday, October 2, 2018

MENJADI PETANI EKSKLUSIF BERSAMA CROWDE




Crowde, Reyhan Ismail, Petani, Petani kaya, Sawah, Investasi
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Banyak yang beranggapan orang miskin itu orang yang bodoh, orang yang malas bekerja dan orang yang tidak mempunyai kempentesi. Orang miskin bukan berarti mereka bodoh dan malas bekerja. Tanpa di sadari, di sekeliling kita ada sistem dalam sebuah jaringan pekerjaan yang belum di kelola secara baik dan efektif. Sehingga sistem tersebut tidak berpihak pada masyarakat golongan kecil. Seperti itulah yang terjadi pada para petani yang ada di negeri kita. Indonesia.

Petani sampai sekarang masih dipandang sebagai pekerjaan yang identik dengan kemiskinan. Masih banyak dari masyarakat kita yang merasa tidak percaya diri dengan status mereka sebagai petani. Tidak heran, banyak dari para petani ini yang rela banting tulang mengumpulkan uang untuk menyekolahkan anak-anak mereka supaya tidak bernasib sama dengan orang tuanya.

“Sekolah yang tinggi nak, supaya dapat pekerjaan yang layak, gaji tinggi dan dihargai banyak orang. Pokoknya jangan jadi petani” Begitulah harapan mereka.

Sebuah fenomena yang menurut saya sangat aneh. Indonesia termasuk negara agraris. Yang di mana pondasi ekonominya tidak terlepas dari peran para petani-petani ini. Jika steorotip ini dibiarkan terus begitu saja, saya bisa mengatakan sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang, kesejahteraan para petani akan kian terancam. Tidak akan ada masyarakat kita yang ingin bercita-cita menjadi petani. Semua hijrah ke kota-kota, mengadu nasib. Kota semakin padat dan desa semakin sepi karena sawahnya berubah menjadi bangunan beton, ruko dan tempat komersil lainnya. Terus kalo tidak ada petani, produksi beras makin berkurang. Masyarakat kita mau makan apa?


Crowde, Reyhan Ismail, Petani, Petani kaya, Sawah, Investasi, Makassar
Paling kiri, gebetan saya. MC yang membawa acara Sarifa Hana Ahmad, Tengah Mbak Afifa, Kanan Mas Acil

Dalam rangka memperingati hari tani nasional yang jatuh pada tanggal 23 September lalu. Tepatnya tangal 26 September, saya diundang  ke acara talkshow di Pisa Café. Sebuah talkshow yang memperkenalkan sebuah platform bernama Crowde.

Apa itu Crowde?

Saya merasa sangat antusias memperkenalkan platform ramah petani ini kepada kamu, siapapun yang membaca ini. Crowde sederhananya adalah sebuah layanan teknologi (fintech) berbasis website atau aplikasi yang mempertemukan para petani dan investor yang ingin membantu memodali proyek tani mereka.

Tidak hanya itu, petani yang terdaftar di Crowde juga tidak perlu kesulitan menjual dan memasarkan produknya. Alfia Urfani selaku Head of Marketing dari Crowde mengatakan “Sejauh ini, kami telah membantu petani memasarkan produknya ke barbagai toko retail seperti supermarket maupun pasar tradisional. Harapan kami, permintaan pasar dalan negeri bisa terpenuhi dengan memberdayakan petani sendiri, alih-alih dari impor”
Crowde sendiri menggunakan metode crowd-lending, Crowe mengelola dan investor yang kemudian disalurkan ke beragam proyek usaha tani.


Sumber

Tujuannya jelas, meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia dengan memberi kemudhan untuk mengakses permodalan, serta menciptakan ekosistem berkelanjutan di bidang pertanian mengedukasi masyarakat Indonesia agar sadar akan pentingnya investasi sedari dini.

Crowde, Reyhan Ismail, Petani, Petani kaya, Sawah, Investasi, Makassar


Soal keamanan tidak perlu diragukan lagi. Crowde memberi jaminan akan sarana investasi yang aman dan terpercaya karena telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

“Tekad kami bisa membantu hingga 100 ribu petani dengan nilai penyaluran modal mencapai Rp. 70 miliar di tahun 2018 ini” Sambung Alfia.

Karena itu, Crowde mengajak para crowd-lenders untuk terus ikut serta membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Tua-muda, pria-wanita, semuanya bisa menciptakan senyum di wajah pertanian Indonesia yang lebih baik.

Jadi, sekarang apa yang bisa kita lakukan?

Sebagai pengguna Crowde, kita bisa ikut berinvestasi membantu para petani untuk memodali proyek tani mereka. Sebagai petani, kita bisa mencari modal yang sesuai dengan kebutuhan proyek tani kita dan ikut teredukasi didalamnya. Sebagai pembaca tulisan ini, minimal kita bisa menyebarkan kabar baik dan kemudahan platform ini kepada keluarga, kerabat, teman dan saudara kita yang bergelut di bidang pertanian.

Sudah saatnya, revolusi petani Indonesia!

Paling kiri, gebetan saya. MC yang membawa acara Sarifa Hana Ahmad, Tengah Mbak Afifa, Kanan Mas Acil

Wednesday, September 26, 2018

TERUNTUK SAHABAT YANG DITINGGAL NIKAH



Alkisah, ada seorang sahabat yang datang ke saya lalu bercerita tentang pengalaman pahit yang baru saja menimpanya. Sebut saja namanya Nain. Beberapa bulan yang lalu, pacarnya (kita sebut saja namanya Tina) memberi kabar bahwa seseorang telah datang melamar dirinya. 

Sialnya, orangtua Tina menerima lamaran tersebut. Alasannya karena faktor kedekatan orangtua dan kemapanan sang calon suami. Dan faktor kedua adalah; adat. Keluarga Tina berasal dari desa. Orangtuanya percaya bahwa tidak baik menolak lamaran seseorang. Jika sampai ditolak, maka tetangga akan memandang rendah mereka. Menganggap anaknya banyak mau, pemilih dan tidak tau bersyukur.

Friday, August 10, 2018

JADI KAPAN SELESAI ?




Reyhan Ismail, Wisuda, Sarjana, Skripsi, Universitas Muslim Indonesia, Arsitektur
Kalo saya sudah jadi raja Wakanda..

Setiap Ibu menelpon. Pasti pertanyaan itu selalu terselip di tengah-tengah atau diakhir pembicaraan. Pertanyaannya adalah :

“Jadi kamu kapan selesai?”

Kadang-kadang baru dua hari yang lalu dia nelpon buat bertanya hal itu, hari ini dia juga menanyakan hal yang sama. Dipikiran saya, mana ada sih orang yang mau lama-lama selesai? Jujur, saya juga sudah mulai bosan kuliah. Satu-satunya tujuan untuk datang ke kampus itu cuman satu. Yaitu : BUAT SELESAI KULIAH.

Semangat kuliah di awal-awal itu tidak seprti dulu. Kalo dulu, awal-awal semester kita

Saturday, August 4, 2018

JOMBLO



Reyhan Ismail, Jomblo
:)

Berbicara soal jomblo, seorang kawan pernah mengatakan pada saya bahwa :

"雷汉是最帅的, 雷汉是最帅的 雷汉是最帅的 雷汉是最帅的 "

Setelah merenungkan perkataannya selama berbulan-bulan, saya berpikir bahwa ada benarnya juga. Jomblo bukan berarti sendirian. Orang-orang jomblo alasannya, ya cuman memang tidak laku saja. 

Orang-orang menyandang status jomblo (selain karena tidak laku) biasanya karena putus asa jodohnya tidak kunjung datang. Ada yang terjebak dengan selera yang terlalu tinggi (ini ngapain ngomongin diri sendiri bngke), ada yang terlena dengan utopia kriteria pacar seperti artis idolanya, ada yang kebanyakan kode menunggu buat ditembak, ada yang menunggu kode buat nembak, ada yang menunggu sukses dulu baru nembak, dan ada juga yang jomblo karena memang tidak pernah berpikir buat nyari pacar (biasanya tipe yang ini sudah kebanyakan mantan, jadinya udah bosan buat nyari pacar)

Siklusnya adalah :

Jatuh cinta - Menggebet - Ditolak - Jomblo - Repeat sampe 20 kali - Tahu diri - Jomblo forever.

Bicara tentang sejarah jomblo. Jomblo sendiri diambil dari istilah Wakanda kuno, yang artinya 'Jhomb' dan 'Bleo'. Orang Wakanda kalo lagi berburu di hutan, terus menemukan buruan, biasanya teriak 'Jhomb, jhomb!'. Kalo diketahui buruan tersebut belum punya keluarga dan berkeliarannya masih sendiri, orang Wakanda kuno mengklasifikasi jenis tersebut dalam jenis 'Bleo Caraficeeaeae'. Jadi secara terminologi, Jomblo adalah jomblo.

Sama seperti yang dikatakan T'Chasan, pakar jomblo dari Wakanda bagian Timur agak ke Barat sedikit, bahwa :

"คนที่เขียนเรื่องนี้เป็นคนที่หล่อที่สุด"

Ini sebenarnya agak berlawanan dengan apa yang ada dipikiran jomblo yang pernah hidup dimuka bumi. Awalnya banyak yang menentang apa yang dikatakan oleh pakar kita, T'Chasan. Bahkan pemuda-pemuda dari berbagai belahan dunia menolak secara terbuka pernyataan tersebut. Salah seorang pemuda yang bernama Supri secara terang-terangan melakukan aksi penolakan sambil menunjukkan spanduk  yang tulisannya : "ITU ARTINYA APA ANJIR!!!!!!?"

Rencananya bulan depan para dewan penasehat asmara dari berbagai negara termasuk Wakanda akan mengadakan Konferensi untuk melakukan desaparasidos atau penghilangan secara paksa bagi mereka yang masih Jomblo. Apapun keputusannya semoga itu yang akan menjadi jalan terbaik bagi insan Jomblo di berbagai belahan dunia lain.

Memang banyak pro dan kontra yang terjadi ketika kita membahas jomblo. Saya juga heran dengan sitasuasi yang makin lama semakin keruh ini.

Untuk menghindari keributan yang akan berakhir di akun Lambe Turah. Saya akhiri saja pembahasan yang kurang kerjaan ini. Salam dari otak yang rencanannya mau nulis bermanfaat tapi hasilnya malah nulis beginian :)

PS : Playstation

Note : Catatan



Saturday, July 28, 2018

PESTA JUTAWAN SULSELBAR & SOLUSI SEDERHANA MENABUNG DI SOBATKU




Sobatku, Undian, Makassar, Reyhan Ismail
Solusi sederhana menabung di Sobatku

Waktu itu saya diajakin Firman, katanya ada acara seru di Karebosi hari Kamis tanggal 21 Juli. Namanya Sobatku. Awalnya saya mengira acara ini adalah acara senam biasa. Ternyata lebih dari itu. Acara ini adalah yang ke-4 kalinya digelar oleh SOBATKU yang  dilaksanakan di Lapangan Karebosi di Makassar. Hal yang membuat acara ini luar biasa adalah Grand Prizes yang memberikan hadiah utama #menang100JT dan 4 Paket #terbangumroh untuk 4 pemenang. Sobatku juga memberikan hadiah kejutan bagi warga Sulselbar yaitu “PESTA JUTAWAN SULSELBAR” berupa 1 unit Yamaha Aerox dan  ratusan 
hadiah uang tunai, dengan total hadiah mencapai hingga ratusan juta rupiah.

Apa itu Sobatku ?

SOBATKU adalah singkatan dari Simpanan Online Sahabatku. Sebuah aplikasi tabungan online berbasis aplikasi dari KSP Sahabat Mitra Sejati, yang dikenal juga sebagai Sahabat UKM (www.sahabat-ukm.com) yang berkantor pusat di Gedung Sampoerna Strategic  Square. Institusi keuangan yang dipimpin oleh pengurus profesional, terpercaya serta didukung penuh oleh Bank Sampoerna. 

Sobatku dikembangkan untuk menjawab perkembangan financial technology (fintech) dengan berbagai fitur nabung dan transaksi yang mudah, gratis dan praktis. Ditujukan bagi mereka yang tidak sempat ke Bank, dimana setiap orang dapat membuka rekening tabungan dan menikmati layanan layaknya di perbankan dengan menggunakan smartphone. Untuk menabung bisa dilakukan dengan cara transfer bank, transfer sesama SOBATKU, transfer ke nomor HP, dan juga dapat menabung melalui jaringan minimarket Alfamart dan Alfamidi di seluruh Indonesia.

Pada acara tersebut juga diadakan kegiatan Zumba, Senam Maumere, Bazar UKM dan doorprizes menarik bagi yang datang ke acara. Saya sendiri datang ke acara jam sembilan pagi. Tidak sempat ikut Zumba dan Senam Maumere. Soalnya pagi itu memang agak sedikit hujan. Kalo hujan-hujan kan biasanya paling enak buat tidur. Makanya datangnya pas hujan agak mendingan sedikit dan tidurnya agak lamaan sedikit, muehehe.

Sampai di Karebosi, suasana di sana ternyata sangat ramai. Panggung utama di isi dengan penampilan musik band. Sedangkan di depannya masyarakat bisa melihat-lihat Bazaar UKM sambil menunggu undian dimulai.

Sobatku, Undian, Makassar, Reyhan Ismail
Panggung utama


Sobatku, Undian, Makassar, Reyhan Ismail
Bazaar UKM Aksesoris
Undian Grand Prizes SOBATKU di Makassar diadakan agar bisa mendorong 
masyarakat luas untuk bisa mewujudkan impiannya dengan cara menabung di SOBATKU. Ke depannya SOBATKU juga ingin terus dekat dan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat. 

Sobatku, Undian, Makassar, Reyhan Ismail
Masyarakat yang datang

Acara yang diselenggarakan di Kawasan Lapangan Karebosi dan MTC Makassar,  Jl. Ahmad 
Yani, Kota Makassar  ini selain dihadiri oleh Dodong Cahyono selaku Pengawas KSP Sahabat Mitra Sejati,  juga dihadiri oleh Henky Suryaputra selaku perwakilan dari Bank Sahabat Sampoerna sebagai mitra bisnis KSP Sahabat Mitra Sejati serta disaksikan oleh Pejabat Dinas Sosial Kota Makassar, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Polsek Kota Makassar, Notaris, undangan, serta anggota, dan calon anggota KSP Sahabat Mitra Sejati.

  
Sobatku, Undian, Makassar, Reyhan Ismail
Dodong Cahyono, Ketua Pengawas KSP Sahabat Mitra Sejati (bertopi), Henky Suryaputra, Direksi Bank Sahabat Sampoerna (sedang berbicara), dan Bapak Harry Kwenre, Sales & Distribution Head Area East Bank Sahabat Sampoerna, Sampoerna Financial Group (ujung kanan).


Setelah beberapa menit sampai di lokasi dan menyimak apa yang di sampaikan oleh MC. Ternyata Sobatku mengadakan beberapa program paket undian.

Apa saja Program Undian yang ada di SOBATKU?   

Undian Triwulan 

POIN yang dihitung di pengundian Grand Prize 100 JT yang akan digelar pada tanggal 21 April 2018 adalah total POIN SOBATKU selama 3 bulan. Periode pengundian April, akan mendapatkan hadiah Grand Prize berupa Uang Tunai 100 JT + 4 paket hadiah UMROH dan ratusan hadiah dengan total ratusan juta rupiah akan diundi lagi pada bulan April, Juli, dan Oktober 2018 mendatang. Masing-masing berdasarkan akumulasi poin 3 bulan sebelumnya. 

Sobatku, Undian, Makassar, Reyhan Ismail
Pemenang undian uang tunai 100 juta

Undian Bulanan 

Terdapat undian bulanan dimana POIN yang dihitung di undian tersebut adalah poin berdasarkan saldo rata-rata 1 bulan sebelumnya. POIN tersebut masih bisa kamu gunakan untuk menang lagi di periode-periode undian berikutnya. Ada lebih dari 100 pemenang dengan hadiah berupa uang tunai 10jt, 5jt, 1jt, 500rb, dan 100rb, total hadiah senilai ratusan juta yang diundi setiap bulan.

Undian, Sobatku, Reyhan Ismail
Proses pengundian

SOBATKU sangat fair dan memungkinkan siapa saja penggunanya terutama yang level menengah untuk menang undian, karena dengan saldo simpanan/tabungan maksimal Rp. 20 Juta membuat siapa saja yang rajin menabung bisa menang. 
Saat ini SOBATKU telah diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat dengan total pengguna loyal SOBATKU saat ini mencapai 20 ribu pengguna. 

Kemudahan menabung di Sobatku ?

SOBATKU memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memanfaatkan uang nganggur untuk ditabung di SOBATKU dengan berbagai tujuan finansial jangka pendek. Selain itu nasabah akan mendapatkan banyak keuntungan menarik , seperti: 

  MUDAH download aplikasinya melalui Google Play atau App Store 
  Nomor Handphone = Nomor Rekening. Mudah transfer ke teman dengan menggunakan 
nomor HP. Gratis! 
  GRATIS biaya administrasi & TANPA saldo minimal 
  GRATIS biaya beli pulsa* 
  GRATIS tarik tunai di Alfamart/Alfamidi 
  GRATIS transfer antar sesama SOBATKU 
  BIAYA MURAH transfer antar Bank 
  Berkesempatan memenangkan RIBUAN HADIAH TOTAL MILYARAN RUPIAH, berupa undian bulanan dan undian Grand Prize 100 jt + 4 Paket Umrah setiap 3 bulan 
sepanjang tahun. 

Adanya teknologi yang memudahkan dalam proses menabung dan menyimpan uang semacam Sobatku ini membuat saya berpikir. Sepertinya tidak ada hambatan dan halangan lagi bagi anak muda di Indonesia untuk tidak menabung. Daripada uangnya habis dipergunakan dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, lebih baik ditabung di Sobatku. Selain bisa membuka kesempatan untuk menang undian, siapatau bisa jadi salah satu pemenang yang bisa terbang umroh. Iya nda ? :)

"SOBATKU adalah solusi bagi setiap orang untuk menabung dan mewujudkan impian menjadi kenyataan. Dengan modal jempol masyarakat bisa mendapatkan berbagai kemudahan menabung dan bertransaksi, serta keuntungan dari program undian yang diselenggarakan setiap bulan dan undian grand prize setiap 3 bulan sekali sepanjang tahun."




Tuesday, July 10, 2018

BERKHIANAT DI KERJA PRAKTEK PERENCANAAN






“Setiap kelompok berisi tiga orang. Terakhir penunjukan SPK (Surat Perintah Kerja) dua minggu, mulai hari ini.”

Begitulah pengantar yang diberikan Ibu Suba sebelum kami mulai mencari tempat Kerja Praktek. Nama lengkap Ibu Suba adalah Ibu Subaidah.

KP atau Kerja Praktek Perencanaan adalah magang yang berfungsi untuk menambah pengalaman kerja mahasiswa arsitek dengan terjun langsung di kantor konsultan perencanaan arsitektur. Mulainya semester 6.

Semua mahasiswa mulai sibuk mencari kelompok yang bermutu demi menyelamatkan dirinya masing-masing. Dalam proses mencari kelompok seperti ini, mahasiswa pintar dan rajin biasanya cepat laku, sedangkan mahasiswa yang terkenal malas dan kurang pintar biasanya harap-harap cemas mencari kelompok secepat mungkin. Dan yang paling parah adalah mahasiswa  goblok yang tidak tahu diri. Biasanya kalo momen rebut-rebutan teman kelompok seperti ini mereka cuman diam dan sok jual mahal, nunggu dipanggilin atau menunggu di kasihani.



Saya dengan sigap, mulai mencari-cari teman yang diperkirakan belum punya kelompok namun cerdas nan rajin, supaya bisa saling melengkapi. Tanpa merendahkan kualitas diri dan tetap jual mahal, mata saya langsung mencari Ulla. Orang yang termasuk pintar dan rajin di angkatan.

“Ehm, bro, kau sudah punya kelompok kah?”
“Iya rey, sudah ada, saya satu kelompok sama Aziz dan Aris”
“Oh, sudah cukup 3 berarti”
“Coba tanya Agus, dia belum punya teman kelompok kayaknya”

Ulla benar-benar tidak tau bagaimana si Agus. Satu kelompok dengan dia sama saja dengan bunuh diri. Dia memang ramah dan bersahabat, kalo sampai di kampus dia selalu menyapa “Selamat pagi” pada teman-teman. Walaupun hari sudah sore.

Ditambah saya yang cepat terpengaruh dengan pergaulan. Kalo kita satu kelompok, mungkin yang datang ke kantor cuman harapan yang menunggu kepastian.

Selesai kuliah saya langsung berjalan menuju jurusan sambil meneriman kenyataan bahwa semua teman sudah punya kelompok. Bahkan si Agus katanya juga sudah punya. 

Tunggu dulu. Kelompok dermawan mana yang mau menerima si Agus?.

Sambil berjalan menuruni tangga, saya bertanya ke group angkatan. Barangkali masih ada teman yang belum dapat kelompok. Tiba-tiba pesan masuk. Dari Tiwi.

Tiwi : Kita satu kelompok saja.
Rey : Satunya siapa lagi?
Tiwi : Satunya Masrurah. Cukup kan bertiga?
Rey : Oiya, kalo begitu saya masuk dikelompokmu.

Satu kelompok dengan Tiwi dan Masrurah bukanlah ide yang buruk. Walaupun cuman saya yang cowok. Tapi setidaknya mereka berdua termasuk teman yang rajin.
Seminggu berlalu, berbekal google maps dan link dari senior, saya sudah hampir mendatangi lima kantor yang ada di list. Diantaranya adalah ;

1.      PT. Terserah Kamu
Saya dapat kontak kantor ini dari salah satu senior. Kantor ini adalah prioritas utama. Karna katanya, bos yang ada diperusahaan ini baik sekali, karna walaupun tidak pernah masuk kantor, bosnya tetap kasih nilai A buat mahasiswa yang magang disana. Sungguh kantor idaman orang seperti Agus.

2.      PT. Konsultan Geografis
Ini salah masuk kantor…

3.      PT. Punya Teman Om
Saya dapat kantor ini dari Om yang kebetulan punya banyak teman konsultan perumahan. Katanya proyeknya banyak. Perumahan. Anggarannya besar-besar semua. Tapi sampai sekarang belum ada kabar. Kayaknya proyeknya perumahan wallet.

4.      PT. Jangan Main-Main
Kantor ini pernah ditempati juga sama senior. Saya dapat alamatnya juga langsung dari senior. Waktu itu saya datang sendiri. Pas habis ketuk-ketuk pintu, tiba-tiba om-om keluar dari garasi mobil sambil menelpon.

“Iya, kenapa?”
“Saya mau tanya om, di sini PT. Jangan Main-Main ya?”
Tangan om itu langsung menggeleng-geleng. Memberi isyarat ‘bukan’.
“Oiya, makasih om”

Tangan om itu masih menggeleng-menggeleng. Saya baru mengerti waktu dia menunjuk handphone di telinga kanannya dan bilang :

“Sorry, bukan kamu. Ini lagi nelpon”



Masih sambil menelpon, si om langsung menyuruh saya masuk lewat garasi kantor itu. 

Melewati koridor, saya sampai di kantor tempat kerjanya. Di ruangan kantor itu, semua orang pada sibuk, ada yang mendesain lewat komputer, sketsa gambar, menghitung RAB dan ada yang diskusi gambar. Sedangkan saya memperhatikan semuanya dari luar kantor sambil gemetaran. Ini saya belum memperkenalkan diri dan menjelaskan niat datang kesini, tiba-tiba langsung di suruh masuk.

“Kamu duduk di sini dulu, nanti saya panggilkan Pak Taufik”

Bermodalkan tekad dan rasa tidak punya malu yang tinggi, beberapa menit kemudian saya langsung disuruh bicara sama pemilik biro konsultan tersebut.

“Jadi, kamu anak yang mau magang di sini?” Saya heran, tiba-tiba Pak Taufik langsung tau maksud kedatangn saya ke sini, walaupun belum pernah saya kasih tau.

Belakangan, saya baru tau, ternyata anak magang yang di maksud Pak Taufik itu adalah Kak Adi dan Kak Johan, dua senior yang kebetulan mau magang di sana juga. Mereka yang lebih dulu menghubungi Pak Taufik secara langsung buat datang ke sana, minta izin. Tapi secara kebetulan yang datang secara membabi buta malah saya.

FYI, mata kuliah Kerja Praktek Perencanaan ini membatasi mahasiswanya magang minimal satu kelompok di satu biro konsultan. Lebih dari satu kelompok di satu biro konsultan tidak di perbolehkan. Bisa di simpulkan salah satu kelompok kami, yaitu kelompok saya dan kelompok Kak Johan harus mengalah salah satunya untuk bisa magang di tempat Pak Taufik. Pilihan ke duanya jika tidak ada yang mau mengalah adalah perang skill siapa yang lebih layak. Setelah dilihat-lihat ke dua teman kelompok saya (Tiwi dan Masrurah) ternyata tidak terlalu memiliki skill mumpuni, begitupun saya. Maka saya memilih opsi ketiga ; Bikin perusahaan sendiri.

Akhirnya kami memutuskan untuk tetap bertahan di tempat Pak Taufik, menunggu kelompok Kak Johan mengalah. Seminggu setelahnya saya mencium bau-bau keguguran dari kelompok kami. Masrurah di duga tidak memenuhi syarat untuk mengikuti Kerja Praktek Perencanaan ini, beberapa nilainya di vonis masih ada yang bermasalah. Sekarang tinggal ada saya dan Tiwi. Melihat kemampuan kami yang tidak seberapa dan dibayang-bayangi oleh pertanyaan Pak Taufik waktu itu

“Kamu bisa pake Sketchup sama AutoCad kan?
Dan dengan sombongnya saya berkata “Iya, bisa pak”
“Hitung anggaran bangunan bisa?”
Dengan sombongnya lagi saya berkata “Bisa, bisa pak. Di kampus sering belajar itu, hehe”
Kenyataannya nilai mata kuliah Manajemen Proyek ku waktu itu dapat nilai E.

Maka dengan itu, demi kemaslahatan kelompok. Saya sebagai ketua kelompok memutuskan dengan berat hati untuk membubarkan kelompok ini secara sepihak. Kemudian berkhianat ke kelompok Kak Johan. Ehehe.

Iya, saya masuk ke kelompok Kak Johan yang kurang satu orang. Disitu saya merasa egois karna mememilih keputusan sepihak tanpa meminta persetujuan Tiwi. Terkadang kita memang harus memilih keputusan yang pahit karna cuman itu keputusan yang paling logis. Saya selalu berusaha berpikir logis dalam setiap mengambil keputusan. Seperti keadaan yang mengancam karir mahasiswa saya ini.

Hari-hari selama di kantor saya mengenal beberapa orang baru. Selain Pak Taufik, saya juga mengenal Kak Yudi dan Kak Fathur. Mereka berdua yang membimbing kami selama di sana. Selain itu ada juga Mba Yuni yang tidak lain adalah istri Pak Taufik, katanya asli orang Jogja. Ada juga Opa, saya tidak tau nama aslinya, yang jelas selama saya di sana, orang-orang hanya memanggilnya Opa. Umurnya sekitar 60-70-an. Selama di sana saya paling suka mendengar cerita-cerita Opa sewaktu masih muda. Dia dapat beasiswa S2 di Jerman, pernah bekerja di perusahaan Oil and Gas. Saya banyak dapat inspirasi dari Opa. Di umur yang begitu tua, dia masih tetap bekerja dan tidak mau menyusahkan orang lain, terutama anak dan cucunya.

Dan yang paling saya ingat adalah si Ade, anaknya Pak Taufik. Kalo tidak salah dia anak pertama dari dua bersaudara. Si Ade ini masih SMP. Badannya gendut. Saya perkirakan beratnya 60-70 Kg. Rambutnya keriting tidak terlalu panjang. Di minggu-minggu pertama saya masuk kantor, si Ade ini tanpa sungkan langsung menjabat tangan kami satu persatu dan bilang :

“Perkenalkan, saya Ade. Saya manajer di sini” dengan mulut berminyak sambil mengunyah pisang goreng.

Waktu itu saya langsung percaya dan langsung tunduk dan hormat sama Pak Ade ini sebelum satu hari di kantor saya menemui dirinya berseragam pake dasi dan celana panjang biru tua sambil main game dengan telinga tertutupi headset. Ternyata masih SMP!

Tahu si Ade ternyata masih SMP, saya tidak bisa langsung menaboknya begitu saja. Beliau masih saya hormati karna si Ade ini tetap anaknnya Pak Taufik. Bos kita semua. Hingga di minggu terakhir magang, saya di permalukan olehnya.

Sore itu beberapa hari sebelumnya saya tidak masuk kantor karna ada beberapa kesibukan di kampus. Setelah menghilang beberapa hari di kantor, saya mulai merasa canggung untuk datang ke sana lagi. Apalagi Kak Johan bilang saya di cari sama Pak Taufik beberapa hari terakhir. Hari itu saya memberanikan diri untuk datang ke kantor. Awalnya orang-orang kantor biasa-biasa saja dan tidak ada yang bertanya “Kemarin kamu kemana?” atau “Kok baru muncul?” bahkan Pak Taufik juga tidak bertanya apa-apa.

Hingga sore hari, dua jam sebelum pulang saya duduk di depan komputer sambil mengerjakan gambar yang ditugaskan. Tiba-tiba si Ade datang
“Wah, wah, wah. Ini nih” tangan panjang dan berlemaknya langsung nunjuk ke saya.

Saya berusaha dan pura-pura sibuk melihat computer.
“He! He! Pura-pura tidak liat lagi. Siapa lagi namanya ini?”

Sadar, daripada dia tambah ribut dan jadi perhatian orang satu ruangan saya langsung nengok ke dia

“Iya?”
“Kamu, kenapa baru datang? Kemarin-kemarin menghilang tidak ada kabar”
“Hahaha” Berusaha menahan malu.
“Ini, kemarin sibuk asistensi tugas di kampus, hehe”
“AH! Banyak alasan juga, sekalian saja besok-besok tidak usah datang (berhenti).” 
“Hehehe” waktu itu tidak tau mau ngomong apa lagi selain ngetawain diri sendiri, orang-orang satu ruangan langsung melirik ke saya. Saya malu setengah mati. Harga diri saya langsung rontok saat itu juga. Pulpen jatuh dibawah meja, saya pura-pura tunduk berlama-lama buat mengambilnya sambil menghilangkan efek ‘malu’ yang mendera. Kalo bisa sih nunduk aja terus, gak usah bangun-bangun.

Walaupun punya manajer yang ceplas ceplos seperti si Ade. Pada akhirnya kantor ini tetaplah kantor pertama dan terbaik yang pernah saya tempati. Dari semua kelompok mahasiswa yang Kerja Praktek, cuman kantor ini yang memberikan ‘uang saku’ perminggu buat mahasiswa magangnya.

KP Perencanaan, Reyhan Ismail, Magang, Arsitektur, Proyek
Salah satu mandor yang paling keren sedang berfoto di lokasi proyek.
Saya sangat berterima kasih kepada Pak Taufik karna sudah menghargai hasil kerja kami di sana. Tidak sekedar memanfaatkan tenaga anak magang untuk menyelesaikan semua pekerjaannya tanpa memberi pelajaran sesuai latar belakang pendidikannya (disuruh bikin kopi misalnya). Tidak banyak orang-orang seperti Pak Taufik ini diluar sana yang mau menghargai dan memahami arti sebuah desain. Kebanyakan orang-orang masih memandang sebelah mata dan menganggap desain itu adalah pekerjaan yang mudah.

Mereka hanya belum paham bagaimana rasanya mengkhianati teman kelompok sendiri dan dipermalukan anak SMP. T_T

-----

Sumber GIF : https://giphy.com/

Tuesday, April 3, 2018

KULIAH DI ARSITEKTUR TIDAK SEMINIMALIS YANG KAU PIKIR



Kuliah jurusan arsitektur, Reyhan Ismail, Rumah minimalis, Desain rumah minimalis, sarjana arsitektur, wisuda, skripsi


Ditulisan ini saya sama sekali tidak bermaksud menjelek-jelekkan jurusan dan fakultas lain. Ini hanya dari hasil pengamatan saya selama dua menit, dalam membanding-bandingkan jurusan arsitektur dengan jurusan dan fakultas lain. Sungguh, tidak ada maksud untuk mengatakan bahwa jurusan lain lebih mudah menjalani kuliahnya daripada jurusan kami. Saya menulis ini hanya untuk menghindari orang awam yang menyamakan semua jurusan dimuka bumi dengan bertanya “Si Mukidi (anak ekonomi) sudah selesai – 4 tahun – kamu kok belum?”, “Si Ciwang (anak hukum) sudah selesai – 3,5 tahun – kamu kapan?”, “Si Doel (anak betawi asli) sudah selesai, kamu jangan malas-malas kuliahnya dong”

Friday, March 16, 2018

YAKIN KAMU TIDAK JATUH CINTA PADA ORANG YANG SALAH ?



Oke, tulisan ini akhirnya dibuat setelah beberapa kali terusik oleh kamu, perempuan yang terjebak dalam pria yang salah dan untuk kamu pria yang takut kehilangan jawaban ketika ditanya "Si anu, mana?".


Sebenarnya saya sudah terusik dengan hal ini beberapa tahun terakhir. Semenjak saya tinggal serumah dengan teman laki-laki yang menurut pandangan saya, sama sekali tidak menghargai perempuan. Tulisannya saya tulis disini.

Dua minggu terakhir, sesuatu seperti ini (tanpa saya minta) datang dan kembali mengusik saya. Saya sebagai orang yang tidak pernah merasa ‘memiliki sesorang’ sepertinya layak untuk mempertanyakan hal ini kepada kamu yang pernah merasakannya. Saya tahu cinta itu buta, saya tahu jatuh cinta itu ‘tai kucing bisa rasa coklat’ tapi ya, tidak begini juga.

Saturday, March 10, 2018

IBU MAAF, SAYA TIDAK BISA WISUDA TAHUN INI



Reyhan Ismail, Kolokium, Universitas Muslim Indonesia, Arsitektur


Hari itu saya sangat ingat, hari Rabu 4 Oktober 2017. Hari dimana-Kita sebut saja namanya- Pak Bambang menerima judul “calon” tugas akhir saya dengan perasaan yang penuh dengan apresiasi.

Tuesday, February 6, 2018

BELUM ADA JUDUL


Reyhan Ismail
Sumber : Disini

Diluar hujan. Gerimis.

Saya duduk didalam kamar, makan biskuit sambil minum susu. 
.
Awalnya saya berpikir 'Apa yang dilakukan orang pas lagi makan biskuit sambil minum susu?' dan tiba-tiba gak tau kenapa saya kepikiran buat menulis.

Walaupun saya belum tau mau menulis apa, yang pasti diluar masih gerimis, biksuit dan susu saya juga belum habis. Bentar saya minum seteguk dulu.

Saya mengetik sambil mengunyah biskuit. Kress, kress, kress. Bunyinya saat dikunyah begitu. Sedangkan kalau minum susu, bunyinya Sruupp...., glekk....

Sampai sini saya mulai berpikir 'Enaknya menulis tentang apa ya?'

Bagaimana kalo review biskuit sama susu yang saya telan?

Ide bagus. 

Jadi biskuit yang saya makan namanya biskuit Nissin Crispy Crackers. Dibeli sendiri dengan uang orangtua dua hari yang lalu di alfmart. Sedangkan susu yang saya minum sekarang adalah, eh, bukan susu sih, lebih tepatnya Milo coklat panas yang ditaburi dua sendok gula dan setengah air panas diracik dengan tangan sendiri.

Bentar, saya ambil biskuit dulu.

Kayaknya itu saja. Oiya, disamping kiri saya ada buku Manifesto Komunis-nya Karl Marx yang tertumpuk dibawah buku Mein Kampf-nya Adolf Hitler. Sebelah kanan saya ada buku Zikir dan bacaan shalat yang bersampingan dengan buku Kitab lengkap EYD.

Kayak-nya cukup itu saja. Milo saya juga sudah mulai dingin dluar masih gerimis sedangkan biskuit masih banyak.

Dan terakhir, yang disamping kiri saya tadi adalah kebohongan besar, hehe :)