Selasa, 21 Februari 2017

TULISAN PERTAMA DIUMUR 20 TAHUN!




Semua ini mengingatkan ku kenangan wamil lima bulan yang lalu.
Vitruvius pernah mengatakan dalam dokumen arsip pribadinya tentang arsitektur bahwa ada tiga prinsip yang membentuk sebuah bangunan yaitu Firmitas, Utilitas dan Venustas. Dan diantaranya tidak berhubungan sama sekali dengan apa yang akan saya bahas ditulisan kali ini.

Oke, jadi ceritanya kadar konsistensi menulis blog saya mulai berkurang akhir-akhir ini. Entah kenapa. Tapi yang pastinya diumur saya yang ke 20 tahun ini, perasaaan saya mulai tidak enak. Saya mempunyai ekspektasi umur 20 tahun, dimana saya sudah menjadi apa yang saya inginkan, tapi nyatanya tidak dinyatakan oleh Tuhan.

Faktor kedua adalah saya bingung mau mulai dari mana. Dari blogwalking dulu atau menulis dulu? Dan akhirnya sampailah saya pada pada satu jawaban yg tidak ada penting-pentingnya sama sekali.


MENULIS DULU.

Tidak banyak yang mau saya ceritakan. Tidak terlalu banyak nasib yang berubah akhir-akhir ini. Masih dengan kejombloan yang mulai membusuk, disusul usaha yang sia-sia untuk melepasnya. Oiya, ada satu perkembangan. Apa itu?

Adalah, untuk pertama kalinya saya mengajak seorang gebetan nonton ke bioskop. Sebuah kejantanan kelas rendah yang patut diapresiasi! Walaupun pada akhirnya kami masing-masing membawa seorang teman.

Selain itu, untuk pertama kalinya, sebagai pria dewasa yang berumur 20 tahun. Saya sudah mengikuti sebuah persidangan di pengadilan sebagai terdakwa kasus pelanggaran UU No 22 Tahun 2009 Pasal 106 ayat 8. Jadi bisa dibilang saya ini sudah mirip Iko Uwais. Dilain waktu saya akan ceritakan.

Oke, ini tulisan pembuka saya untuk mulai konsisten lagi untuk menulis. Mungkin cukup sampai disini kesombongan yang dapat saya umbar diumur yang ke 20 tahun. Selebihnya saya serahkan kepada komentar pembaca yang membaca tulisan ini, See ya! :)

PS : Foto masa lalu saya yang ada diatas bukan untuk dikomen, Thanks :)

Bonus :





20 komentar:

  1. Asik dund bisa sidang diumur 20 tahun
    Abis sidang jadi sarjana y bang
    Kapan wisuda?
    .
    Cie2 nton ma bioskop di gebetan
    Gimana rasanya tuh bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKAN SIDANG ANU NIK!
      INI SIDANG PIDANA, YG KALO GK ACC, ORANGNYA MASUK PENJARA.

      Apes nik. :')

      Hapus
  2. Gue seumur umur ga pernah terlibat persidangan nih .
    Gue tunggu ceritanya :)

    Btw congrats ya udah berkepala dua.
    umur kita g abeda jauh..
    jodoh emang ga kemana.
    apasi ga jelas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Smentara dalam bntuk draft rul :)

      Ini maksudnya kita jodoh ya rul?
      Aku mulai merasa senang :)

      Hapus
  3. Seoerti biasa.... TAIQ BANGET SIH INI POSTINGAN. Walaupun udah lama nggak ngeblog dan tulisan kali ini pendek, tapi Rey tetap bikin aku ngakak. Dengan gaya andalan. Yha nggak usah disebutin lah ya. Tau aja kan, Rey.

    Aku sempat ingin sujud syukur tatkala membaca sekelumit kisah Rey berani mengajak gebetan nonton. Aku juga berniat ingin mengumumkan kepada sanak warga Twitter atas kejantanan Rey itu. Tapi niatku kandas begitu membaca kalian nontonnya nggak berdua. Hmm. Rey masih malu-malu tampaknya. Dengan nonton rame-rame, tangan dan kelakuan masih dijaga.

    Kasus pelanggaran UU No 22 Tahun 2009 Pasal 106 ayat 8. Trailer yang cukup apik. Aku sampe harus gugling untuk tau kasus apa itu. Dan hasilnya bajingan. Sangat mengecewakan. Aku pikir Rey benar-benar mewujudkan obsesinya untuk masuk penjara karena nonton The Shawshank Redemption seperti yang pernah Rey bilang. TAPI TERNYATA ITU HANYA TILANG. Sayang sekali, pemirsa!

    Btw suara Rey bagus juga. Kurang pake penutupan aja sih. Adzan Shubuh gitu, Rey.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahkan seperti biasanya juga typo jadi "Seoerti biasa". Se dahsyat apakah tulisan saya ini? hingga membuat sang ichastasya menjadi typo?

      Yeah, setidaknya ada peningkatan.

      Haha, icha' ternyata masih mengingat tweet itu pemirsa. Pdhal saya cuman bercanda. Tpi bercandanya serius. Klo mau diseriusin sbenarnya gk pp. Wlaupun semua ini hanyalah canda belaka. Tpi intinya gk pp. Iya gk pp klo dbercandain.

      Iya juga, ya. Saya nggk kepikiran.

      Hapus
  4. Kita hampir seumuran ternyata. Tapi masih lebih tua kamu sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, tua beberapa puluh hari lah. Nggk cukup sebulan.

      Hapus
  5. Balasan
    1. Asik, mulai kencang postingannya saya liat ini, haha.
      Bisalah kita jadi tetanggaan.

      Hapus
  6. Gue gagal fokus sama foto diatas. HAHA

    Cieeee udah umur 20 ajah. Semoga makin tua bro! hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terlalu ganteng ya Rif? Fokus dong.

      Iya memang makin tua -,-

      Hapus
  7. Wah, lama gak main ke sini jadi ketinggalan kalau ultah. Selamat ya, Rey! Semoga keinginannya cepat tercapai. Dulu, gue juga mikir gitu. Di usia 20-an udah bisa dapetin ini-itu. Ternyata belum. Masih ketinggalan banyak malah. :(

    Hm, ikut sidang? Gue pikir awalnya sidang kuliah. Pas ada pasalnya, gue langsung cari tahu. Eh, ditilang. Wahaha. :))

    Sesuai PS, jadi nggak akan komentarin fotonya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih Yog, saya juga sudah jarang berkunjung ke "mengunci ingatan". Aamiin yog.
      Hm, trnyata gw nggk sendiri.

      Jantan nggak Yog? apalagi kalo gw masuk penjara trus kabur dengan cara ngelubangin dinding pake pion catur. Kurang jantan apalagi gw?

      (contoh pembaca yang baik)

      Hapus

  8. editanya alus :D
    bilang aja ditilang huh kzl
    tetap konsisten, Rey, apalagi usiamu 20 tahun, kelas di masa depan pasti usiamu 21

    BalasHapus
    Balasan
    1. Full effect jadinya tmbah alus.
      Salah satu teknik marketing yg dipakai MLM yaa bgitu.

      Iya juga yaa..bkalan 21 tahun. Saya nggk prnah nyangka loh.

      Hapus
  9. paragraf pertama kamu bagus rei. saya jadi dapet pengetahuan baru.

    oh rey masih umur segitu. kecil banget ya anunya. udah bisa berdiri belum rei?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga pengetahuan nya bermanfaat ya Ben.

      ........

      Ooh, haha. Klo ponakan saya masih kecil kok Ben. Belum bisa brdiri. Masih mrangkak dia. Ehe, ehe.

      Hapus
  10. Senang akhirnya bisa mengetahui seorang Rhei berani mengajak gebetannya ke bioskop. Tapi gue kasihan sama cewenya. Dia pasti rabun ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya dia nggk rabun deh san. Terlihat bagaimana perilakunya menjauhi ku semenjak kita pertama kali ketemuan. Ya, betul sekali. Antara depresi dan trauma ngeliat muka saya.

      Hapus

Singgah ki' :)