Kamis, 03 November 2016

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan


Sumber
Entah atas dasar apa saya menulis tulisan tentang perempuan ini. Tidak penting sebenarnya. Saya belum memiliki pengalaman yang kuat tentang menyakiti perasaan perempuan. Karna jujur, saya sendiri belum pernah sekalipun mencoba berurusan dengan ikatan status "pacar" dengan mereka.

Jadi, ketika saya berbicara tentang perempuan, pandangan saya tentang perempuan selalu tertuju pada satu orang. Dia adalah Ibu saya. Perempuan terbaik sejagad raya.

Jika bisa dibayangkan, menjadi perempuan itu sulit. Bahkan sebelum jadi ibu.

Bagi saya. Perempuan itu lebih berharga dari makhluk yang lain. Salah satu makhluk yang harus dijaga perasaan nya, dilindungi, pantas diberi kebahagiaan dan dipeluk ketika mereka bersedih.

Saya memiliki beberapa teman laki-laki bajingan yang sudah mempunyai kekasih.

Saya selalu merasa heran ketika melihat perempuan yang sifatnya baik dan cantik seperti ini bagaimana bisa tahan dengan perlakuan teman saya yang seperti itu?

Sebut saja teman saya ini Mario. Mereka bertengkar hampir tiap malam.  Kadang Mario bilang anjing, sialan, bangsat dan saudara-saudaranya. Kadang juga sayang-sayangan, Itupun sangat jarang.

Saya kurang tahu apakah semua pasangan begitu. 

Kenapa perempuan itu jika dicaci maki dengan kata-kata kasar, mereka masih bisa  membalasnya dengan tersenyum? Masih bisa tertawa? Apakah mereka sudah menganggap nya biasa saja? atau mereka mengaggap itu semua “perhatian” dari seorang kekasih?.

Kadang ada yang membuat saya selalu bertanya-tanya tentang siapa yang lebih dulu membentuk mindset bahwa, perempuan tidak boleh lebih dulu mengungkapkan perasaan nya kepada laki-laki? Sebenarnya siapa yang membentuk pola pikir perempuan jika kerjanya itu harus menunggu laki-laki menyatakan cinta padanya? Kenapa mereka dilarang menyatakan cinta? Kenapa harus menunggu?

Apakah untuk menjadi perempuan yang feminim harus begitu? Jika, iya.Maka kebebasan mencintai dan memiliki berhak diberikan pada laki-laki sepenuhnya. Bukan begitu?

Kembali ke teman saya Mario dan kekasihnya. 

Dia selalu tidak pernah absen memberikan perhatian kepada kekasihnya. Mungkin pertanyaan2 ini bisa mewakili definisi perhatian menurut Mario.

“Kamu sudah makan?”
“Kamu pergi mandi dulu”
“Kamu minum obat sayang, supaya cepat sembuh”
“Sudah sholat belum?”
“Kamu mau jalan sama siapa?”
Dan diakhiri dengan ucapan "Aku sayang kamu".

Pertanyaannya adalah. Apakah perhatian itu lebih berharga dari sebuah kepastian?

Sebagian dari kita berpacaran untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari seorang, supaya punya teman telpon-telponan sebelum tidur, supaya punya seseorang yang bisa melindungi, supaya bisa menikmati malam minggu dengan orang yang dia cintai, supaya ada yang mengucapkan "selamat pagi" saat dia bangun, supaya ada yang memberi kado dihari ulang tahun dan beberapa hal bulllshitttt lain nya.

Oiya, terkadang, impian mereka juga diatur.

Laki-laki selalu mempunyai kriteria pekerjaan dan pendidikan untuk perempuan yang mereka impikan, supaya bisa dibanggakan pada teman-teman nya. Ini fakta.

Ini salah satu alasan kenapa impian perempuan bisa diatur oleh laki-laki. 

Dan anehnya, Mereka nurut! Bahkan mempertaruhkan mimpi demi orang yang belum pasti menjadi kekasihnya pun mereka sanggup!

Saya juga heran, kenapa pria yang punya mobil selalu sulit ditolak oleh seorang perempuan? Apalagi pria itu gayanya rapi, harum dan namanya cukup dikenal didunia pergaulan jagad sosial media.

 Kalo dipikir-pikir mobil, parfum, smartphone dan semua miliknya hasil pemberian orang tua nya kan? Jadi kenapa?

Apakah perempuan iseng-iseng menerima mereka supaya bisa merasakan bagaimana romantisnya pacaran diatas mobil? ataukah kalian mau membanggakan mobil pacar kalian dengan teman-teman sepergaulan? ataukah kalian capek berpanas-panasan naik motor saat ingin berpergian kemana-mana?

Trust me, Sebagian laki-laki berpendapat bahwa masa muda itu waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, melakukan apa yang mereka belum pernah coba, jadi jangan heran jika mereka juga ingin mencoba hal baru dengan kalian, Contohnya silahkan tulis dikomentar.

Hmm.

Saya punya pesan untuk perempuan-perempuan yang sedang dalam pelukan diluar sana.

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan..
Kau lebih berharga dari sekedar perhatian atau kendaraan.

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan..
Kamu bebas bermimpi setinggi mungkin. Pergilah ke Paris, Tokyo, London, pergilah kemanapun kau mau dan lihat betapa dunia ini tidak sebesar angan-angan kekasihmu. Kamu bebas dicintai oleh siapa saja, tapi hatimu bukan untuk siapa saja.

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan... 
Tak ada yang lebih berharga dari seorang pria yang rela mendukung mimpi mu, berjuang bersama-sama meraih kebahagiaan sejati denganmu, selalu memberikan suntikan semangat setiap hari padamu dan mempertaruhkan masa tuanya berdua bersamamu.

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan... 
Hatimu bukanlah ruang tamu yang bebas dimasuki siapa saja. Lebih dari itu, hatimu ibarat harta karun yang bersembunya di samudra yang paling dalam.

Sementara itu... 
Jangan lupakan kebahagiaan lain disisi orang tua mu. Hangatkan kembali ruang meja makan itu dengan menebarkan senyum. Wujudkan dongeng yang berakhir bahagia itu sebelum mereka tidur. 

Selagi waktu berputar, habiskan kebahagiaan itu di sisa hidup mereka.

Setelah itu. 
Kau berhak mengajarkan hal sebaliknya pada anakmu kelak….

Bahwa perempuan itu lebih dari sekedar mencari perhatian...

PS : Tulisan ini terinspirasi dari lagu Payung Teduh - Untuk perempuan dalam pelukan.


41 komentar:

  1. Jika bisa dibayangkan, menjadi perempuan itu sulit
    Ya betul
    Apalagi buat kaum adam
    Perlu operasi buat jadi perempuan
    .
    Udah rey jangan sedih karena gagal jadi perempuan
    Jadi perempuan itu mank sulit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya mndadak jadi bego' stelah baca komen ini....

      Hapus
    2. Yg komennya terlalu jenius bang

      Hapus
    3. Endizbulque in mertina selecao bosque?
      *MndadakGondok

      Hapus
  2. Berjuang bersama untuk meraih kebahagiaan. Aku terpaku di kalimat ini. Sungguh indah sekali :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, ini komen yang paling berkualitas dari mas muhaimin :)
      Mkasih, mas.

      Hapus
    2. Kualitasnya masih kalah bang dibandingin komen saya
      Saking berkualitasnya ada yg merasa jdi bego bang

      Hapus
    3. Oo, vilcenta del basque niki, hahahahh. Ni de almeirea la undacima wkwkwkwk

      Hapus
  3. Sebuah pencerahan, terutama buat wanita. Tulisannya menarik banget.
    Gue setuju sama lu. Bahwa perempuan emang lebih berharga dari makhluk apapun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mkasih :)
      Iya, seharusnya semua perempuan tahu soal itu.

      Hapus
  4. Gue ga tau mau komen apa. Sungguh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah. Bisa nih dijadiin quote bergambar. Quote by Uda. Bikin, Da! Bahahaha.

      Hapus
    2. Itu bukan nya komen om uda?

      Hapus
  5. Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan

    Tak terasa gelap pun jatuh
    Diujung malam menuju pagi yang dingin
    Hanya ada sedikit bintang malam ini
    Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya

    lirik lagu Payung Teduh yang satu ini kesan itulah yang saya temukan. Hah, mungkin terbawa suasana. Tapi memang begitulah rasanya, dan saya harus menuliskan apa yang saya rasakan sewaktu mendengar dan menghayati lagu ini ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terbawa suasana sendu2 ceria gitu ya san?
      Gmana? jadi tertarik kan sama lagunya payung teduh?

      Hapus
  6. Bahwa perempuan itu lebih dari sekedar mencari perhatian.....

    MR. REY! Aku tersentuh ngebaca ini. Ya ampun. Kamu nggak kayak Mr Grey yang udah berpengalaman menyakiti perasaan (dan fisik juga tentunya karena dia penyuka masokis) perempuan. Rey, ini manis banget. Kamu memandang perempuan sebegitu berharganya :")

    Entah siapa yang menciptakan pemikiran kalau perempuan tugasnya menunggu pernyataan cinta, bukan menyatakan cinta duluan. Tapi aku dulu pernah nyatain cinta duluan. Bukan nyatain juga sih, tapi lebih ke nanya kami itu sebenarnya teman apa gimana. Karena dia orangnya cuek dan apa-apa dibawa bercanda. Dan ya, akhirnya jadi. Tapi dah putus sih dah lama. HA HA HA.

    Btw, Rey. Nggak semua cewek suka cowok yang punya mobil atau punya popularitas. Ada cewek yang malah minder kalau punya cowok kayak gitu. Maunya yang biasa-biasa aja, maunya berjuang sama-sama dari nol. :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, cha' mnurut gw bgitu. Mdah2an kmu juga melihat dirimu sndiri bgitu ya cha', jaga diri baik2 sampai jodohmu yng sesungguhnya Mr. GRey menemukanmu :)

      Iya cha' benar skali. Laki2 itu kbanyakan santai, nggk mau trlalu serius kecuali waktunya emng serius. Tpi klo sama Mr GRey sangat menjamin keseriusan itu dengan helikopter cha'

      Yaa...trgantung selera sih. Mr. GRey sama anastasya steel aja beda kelas cha', tapi dia mau2 aja tuh :)

      Hapus
    2. ikut ngakak sama komennya icha ya wkwkwkwk

      Hapus
    3. Icha' emng ngerti bnget buat bikin orang ngakak...

      Hapus
  7. Saya sepakat. Setuju banget. Perempuan memang sepatutnya kita (para pria) lindungi. Lindungi dalam arti luas, bukan hanya melindungi dari 'bahaya'.

    Mantep, Rey. Selain pelajaran buat lelaki, tulisan ini juga dapat menjadi masukan buat para wanita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap sonku! Kita memang selalu sepemikiran! Mari kita sama2 merapatkan brigade untuk melindungi perempuan!

      Iya son, tujuannya itu sih, hehe :)

      Hapus
  8. Kadang ya gitu, bingung kenapa ada aja cewek yg masih bertahan sama pacarnya padahal udah dikasarin dll.

    Sebagai cowok emang kewajiban kita memantaskan diri dulu sih, kalo mau nyari yang mau sama2 berjuang dari 0, ya ada sih... tapi kalo kita udah agak mapan setidaknya gak bakal ngerepotin si cewek juga. Huahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah sisi sesatnya suatu hubungan keterikatan dalam pacaran jog. Dalam status pacaran, milikmu juga milikku, kalo nggk terima ya putus. Semua bisa merencanakan masa depan nya walaupun sahnya belum pasti.

      Ada benar nya juga sih. Tpi trkadang proses dari 0 itu lebih dihargai jog, daripada udah jadi "orang" trus cari yang mau. Pasti banyak lah.

      Hapus
  9. argh tulisan bang reyhan emang selalu bikin terenyuh dah. aku suka banget.

    perempuan itu lebih dari sekadar cari perhatian... yap, sampai nulis inipun aku masih mikir beberapa kali.
    etapi aku juga sependapat lho sama bang reyhan, sapa ya yang menyimpulkan bahwa perempuan tidak boleh menyatakan perasaannya lebih dulu? apa salahnya gitu u.u

    sebenernya bang reyhan cerita tentang cowo yang di sini, aku jadi sebel sih sama diriku sendiri. dulu pernah diatur sedemikian rupa oleh dia. tapi alhamdulillah sih sekarang terlepas dari itu semua. aku senang dengan diriku sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mkasih Riska :)
      Nah, benar ris. Jadi skarang udah beranin ngungkapin? :)
      Yes! proud to your self ris! banggalah dengan apa yang kita miliki. Stidaknya kebebasan kita tidak terkekang dan mimpi2 kita tidak sepenuhnya tersangkar. Wujudkan mimpi2 itu ris :)

      Hapus
  10. saya tertarik dengan bait....
    "untuk perempuan yang sedang dalam pelukan,
    sementara itu,...Jangan lupakan kebahagiaan lain disisi orang tua mu.

    karena menurut saya kebahagian hakiki itu berada dalam pelukan orang tua dan suami, bukan kekasih bermobil ataupun parlente serba klimis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga bergetar pas dapat ide itu mas, tngan saya jadi dingin. Rasanya pengen nangis. Huhuhuuu.
      Setuju Mas!

      Hapus
  11. dari awal baca judul postingan ini udah tau kalo bakal ngarah ke lagunya payung teduh. dan bener.
    nggak perlu baca detail, karena aku jadi nggak bisa moveon! REI KAMPRET! GUE JADI INGET MASA LALU GUE DIMANA GUE DI AJAK NAIK GUNUNG LIAT BINTANG DI LANGIT TRUS DINYANYIIN BEGINIAN!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, punya pengalaman tersendiri ya ben?
      Yaa, stidaknya itu nggk merusak pandangan kmu trhadap mantan.

      Dripada aku, diajak naik gunung untuk liat bintang dilangit terus dinyanyiin lagunya "Rahasia Ilahi"

      Hapus
  12. "Kamu bebas dicintai oleh siapa saja, tapi hatimu bukan untuk siapa saja."

    Saya suka kalimat itu. :))

    Ya, saya juga nggak ngerti kenapa laki-laki harus memulai duluan, dan perempuan hanya menunggu. Padahal, perempuan boleh kok memulai. Nggak ada yang salah dalam jatuh cinta. :D

    Miris tuh, yang apa-apa ngandelin mobil atau harta buat dapetin cewek. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu juga salah satu kalimat favorit saya yog.
      Iya yog, seandainya smua perempuan gk berpikir seperti itu. Mungkin dari dulu saya udah gk menjomblo...
      Data dan fakta dilapangan menunjukkan seperti itu :(

      Hapus
  13. hei girls, jangan lupa kalau kita berharga. Kita cantik sejak lahir, bukan cantik setelah ada lelaki yang memuji kita. No. Kita layak dan sangat berhak untuk memiliki mimpi, tujuan hidup, dan berusaha untuk mewujudkannya. Inget, jika kalian bertemu dengan lelaki yang tidak menyetujui tujuan hidup kita, tinggalkan. The biggest mistake you can make is removing jewels from your crown.To make it easier for a man to carry. When this happens, you need to understand, you don't need a smaller crown, you need a man with bigger hands. -ah rey, maap ya rey jadi ikut ceramah. Terharu baca tulisan kamu Rhey :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kamu relate sama tulisan ya lan? hehe.
      Yap, saya setuju sekali dngan komentar kmu lan. Sharusnya semua perempuan sperti apa yg kamu tuliskan diatas ini.
      Gk pp, kok lan. Aku juga suka dngan pesan kmu dikomentar ini. :)

      Hapus
  14. Emang sik Rey, dipeluk itu rasanya nyaman banget. Ini jugak lagi pelukan. Bwekekekkkk :p

    BalasHapus
  15. Perempuan kelaperan laki itu, di-bentak2 mau aje 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahh, ada kok perempuan yg kyak gtu mba'.
      Pas lagi sayang2nya...

      Hapus
  16. Duh sebuta-butanya cinta, berfikir mah harus tetap rasional. Kalau sudah diperlakukan kasar sih mending juga bilang "BHAAAYYY"

    BalasHapus
  17. Ntap bro! Saya setuju "Perempuan lebih berharga dari sekedar perhatian atau kendaraan"

    Saya yakin (sudah jangan di pertanyakan haha) perempuan yang baik-baik tidak bakalan memilih untuk pacaran melainkan menikah..

    Titip kutipan dari pengalaman sendiri bro..

    "Katanya ingin laki-laki yang baik, yang alim.. Giliran dikasi malah mau pacaran, situ sehat?" (Yang baik-baik maupun yang berusaha menjadi lebih baik pasti tau mana yang baik mana yang buruk)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mkasih knda, hehe.
      Iya betul, kalo perempuan itu memilih pacaran berarti dia adalah perempuan jahat-jahat!
      Ohaha, trnyata dari pngalaman sndiri ya kak?
      Nah. Setuju!

      Hapus

Singgah ki' :)