Rabu, 09 November 2016

REVIEW BUKU "Risalah Kunang-kunang"


Khaeriyah Nasruddin
Desain sampul depan
Judul Buku : Risalah Kunang-Kunang
Penulis : Khaeriyah Nasruddin
Penerbit : Penerbit Shofia
Editor /Penyelaras Kata : Fitrawan Umar
Desain cover : Wulan Nugrahaini
Tebal : 91 Halaman.

RINGKASAN BUKU

Buku ini berisi 11 kumpulan cerpen yang dominan didasari dengan latar belakang dan konflik kehidupan kunang-kunang dan pengalaman pribadi penulis. 11 cerpen yang ada dalam buku ini masing-masing berjudul.
  1. Kunang-kunang dalam cerita
  2. Memetik senyum kunang-kunang
  3. Kunang-kunang diujung malam
  4. Kunang-kunang yang mengincup
  5. Malaikat Kunang-kunang
  6. Mata Kunang-kunang
  7. Mimpi Kunang-kunang kecil
  8. Sepasang janji dan Kunang-kunang
  9. Rumah Kunang-kunang
  10. Musim Kunang-kunang
  11. Gadis Kunang-kunang

REVIEW

"Menarilah dalam gelap, karena kau adalah kegelapan itu. Bernyanyilah dalam sunyi, karena kesunyian itu adalah cinta. Mata kunang-kunang itu adalah sayap. Sayap yang membawanya pada pelataran cinta dalam pandang pertama"
Begitulah salah satu kutipan quote yang ditulis oleh Khaeriyah Nasruddin.
Sangat jarang saya menemukan sebuah buku yang mengambil objek kunang-kunang sebagai latar belakang, ide cerita, bahkan sebagai judul. Tentu ini juga menjadi nilai plus buku Risalah kunang-kunang yang membuat nilai nya berbeda dengan buku-buku lain. 

Jika dilihat pada sampul depannya, saya dapat menangkap sebuah makna harapan disana. Dengan warna yang dominan kuning dan orange memberi dorongan kepada pembaca untuk selalu semangat dalam membuka tiap lembarannya. Objek utama dalam sampul depan buku ini adalah sebuah toples yang biasaya dipakai manusia untuk menangkap kunang-kunang yang bercahaya. Memberi kesan segar dan sejuk.

Bagaimana dengan isinya?

Kesebelas kumpulan cerpen yang ada dalam buku ini menyimpan kejutan dan cerita yang berbeda-beda. Racikan kata-katanya yang puitis menjelma menjadi cahaya ditiap lembar kisah yang ditawarkan oleh penulis.

Dari seluruh cerpen yang ada pada buku tersebut saya menyeleksi tiga cerpen favorit versi saya sendiri. Kita mulai dari favorit menuju ke yang paling favorit.


Diurutan ke-tiga saya menempatkan "Rumah kunang-kunang" awalnya saya mengira bagian ini adalah cerita horror versi kunang-kunang. Tapi setelah saya baca untuk kedua kalinya saya masih mengira ini tulisan horror, setelah membaca untuk ketiga kalinya, saya menyimpulkan bahwa ini adalah tulisan yang paling unik dari Khaeriyah Nasruddin. 


Menghadirkan yang sudah tidak ada seakan menjadi ada. Terdengar agak mistis memang. Tapi percayalah, cerita ini memang mistis sangat unik jika dipandang dari sudut pandang yang berbeda. Saya menangkap sebuah ikatan persahabatan yang kuat, sebuah pesan dari seseorang teman yang telah pulang ke "rumah" duluan. Sama dengan "Kunang-kunang diujung malam" twist-nya juga terdapat pada bagian akhir.

Diurutan kedua ada "Malaikat kunang-kunang". Berbeda dengan "Kunang-kunang diujung malam", Malaikat kunang-kunang lebih menunjukkan pesan tentang makna sebuah kebaikan sejati. Dicerita ini saya bahkan tidak tahu siapa nama kunang-kunang yang ada dalam cerita tersebut. 

Memakai sudut pandang orang pertama dan kunang-kunang yang ingin mengakhiri hidupnya, hanya dua orang tokoh yang terlibat konflik dalam cerita kali ini. Tapi makna dan pesan moral yang disajikan sangat dalam, tentang esensi sebuah kebaikan dan pengorbanan. Patut dibaca untuk kalian yang ingin tahu arti sebuah pengorbanan.


Cerita favorit saya yang menduduki peringkat pertama adalah "Kunang-kunang diujung malam". Tokoh utama dalam cerita ini adalah seekor kunang-kunang betina yang bernama Elmira. Dia mempunyai kekasih yang sudah sejak lama pergi meninggalkannya. Sejak sepeninggalan kekasihnya, yang dia lakukan hanya menunggu surat kekasihnya yang dibawa kakek tua petugas pos dipagi hari sambil menghitung butiran embun yang jatuh dideaunan. 


Nah, percakapan Elmira dan kakek petugas pos inilah yang nantinya akan membawa pembaca pada kejutan yang tak terduga. Intinya cerita "Kunang-kunang diujung malam" ini tentang perpisahan, pertemuan, dan kesetiaan.

Sebenarnya semua cerpen yang ada dalam buku ini memiliki keunikan nya masing-masing, hanya saja yang lebih menarik perhatian saya hanya tiga cerpen yang sudah saya uraikan diatas tadi.

Dibeberapa cerpen lainnya, terdapat konflik yang terlalu sederhana, sehingga diakhir paragraf hanya melahirkan sebuah kalimat tanya. Butuh dua atau tiga kali saya membaca tulisan tersebut untuk mengetahui jawabannya. Itupun kalau dapat. Jika tidak, pertanyaan itu saya biarkan menggelinding dipikiran setelah itu saya memilih melanjutkan membaca halaman berikutnya.

Overall, apa yang sudah diracik teman SMA saya ini sangat membuat saya kagum. Sejak duduk dibangku sekolah SMA, dia memang sudah menorehkan sejumlah prestasi tingkat Nasional di bidang tulis-menulis. Oiya, saat ini Khaeriyah Nasruddin juga aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Ranting UIN Alauddin Makassar.

Bagi saya buku "Risalah kunang-kunang" ini adalah awal yang bagus untuk Khariyah Nasruddin melebarkan sayap kunang-kunangnya di dunia kepenulisan. Oiya, ini pendapat saya setelah membaca buku "Risalah kunang-kunang".

"Setelah membaca Risalah kunang-kunang, sepertinya kita patut belajar dari kehidupan seekor kunang-kunang yang masih bersinar walaupun dikekang".
Mungkin hanya itu pendapat yang dapat saya sampaikan untuk buku ini dan untuk Khaeriyah Nasruddin, terus berkarya! Saya sebagai pembaca menunggu buku-buku kamu terpajang di rak bestseller!  Ditunggu karya selanjutnya :)

34 komentar:

  1. Tuh bang kunang2 j punya kekasih
    Abang?
    Malu bang sama kunang2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Arrrggghhhhhh.................
      Sayaa...setuju nikkk!!!! Aku baru sadar bhwa apa yg niki katakan ini emang salah.
      Aku adalah manusia lalat nik! Jadi nggk perlu punya kekasih. Cukup yang terkasih :)

      Hapus
    2. Wah, nik, si ikhsan suka sama komentar kamu...cieeeee....
      Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......Tembak......TERUS MUTILASI AJA!

      Hapus
    3. Bukan suka bang tapi terfavorit

      Hapus
    4. ngoahahahahah sudah sudah, sodara kembar dilarang bertengkar. :"

      Hapus
    5. Suka sama favorit apa bedanya? T_T

      Nnti juga sayang2an put :)

      Hapus
    6. Karna g sama rey
      Coba dah kalo g percaya

      Hapus
    7. Iya, juga yaa...Emng crdas kmu sodaraku. Gk rugi kmu dilahirin dluan...

      Hapus
    8. anjir. kenapa gini amat sik yang komen. ya allah :)))))

      Hapus
    9. Nik, jangan malu-maluin Nik.

      Bubar, bubar. Nikinya mau Facebookan dulu.

      Hapus
    10. Gk papa son. Selama ini niki gk pernah maluin2 kok. Dia selalu bngga2in...:)
      Ini gk pake koma ya.

      Hapus
  2. Wah, ini buku teman kamu ya, Mr Rey. Unik ya. Bawa-bawa hewan kunang-kunang. Kalau aku baca buku ini, kayaknya bakal memfavoritkan sama kayak yang kamu favoritkan. Aku suka cerita tentang perpisahan, pertemuan, dan kesetiaan. Apalagi kesetiaan. Uuuuh~

    Ditunggu karya Rey menyusul karya Khaeriyah Nasruddin! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya cha', saya aja, pas selesai baca buku ini, langsung terinspirasi menjadi siluman kunang2.. :')
      Uuhhh, kesetiaan....sebuah kata yg jarang diaplikasikan :)

      Aamiin...tunggu ya krya ku selanjutnya. "Manusia Lalat"

      Hapus
  3. judul judulnya cukup menarik, tapi judul yang lebih menarik bagi saya adalah, Malaikat Kunang Kunang apalagi menunjukkan pesan tentang makna sebuah kebaikan sejati. uunnnnccchhhhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali ikhsan. Mdah2an kmu juga terinspirasi untuk menulis tntang obat2an dari kunang2 :)

      Hapus
  4. Oh kumcer ya. Cukup unik idenya, keseluruhan dikaitkan dg kunang2☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mba nit. Smua ceritanya berhbungan smua dengan kunang2 :)
      Kren deh pokoknya..

      Hapus
  5. kalo tiba-tiba muncul matanya berkunang-kunang kurang darah ya? *apasih.

    wah bolehnih refrensi bukunya.
    yuhuu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anemia? *apasih

      Iya, boleh put :)
      Yuhuu juga...

      Hapus
  6. Mengincup itu apa ya? Aku mahasiswi Sastra tapi baru denger kata ini. Sungguh cetek sekali wawasanku :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mngincup itu sperti menutup beb. Tapi lbih sering ditemui pada diksi bunga atau tumbuhan. Sperti bunga mawar itu mengincup (tertutup) atau putri malu itu mengincup setelah kusentuh. Yaa smcam begitu beb.

      Hapus
  7. jadi ini buku mantan kekasih kamu rei?
    apa gimana nih?
    WAKAKAKAKKKAA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huhuhuuu...
      Teman ben....teman....T_T
      Tlong cariin aku mntan kekasih ben yg suka traveling2 ke hotel gtu...

      Hapus
  8. Kamu emang cenderung suka buku yang bahasanya puitis ya Rey? Cocok sih.

    Ngebaca review ini, Kalau aku justru lebih tertarik sama favoritmu yang kedua, Malaikat Kunang-kunang. Soalnya dilihat dari plot aja sudah bikin penasaran.

    Wah ini tulisan Kawanmu ya Rey? Keren. Semoga sukses terus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa, lumayan sih son. Tmbah2 perbendaharaan kata2 puitis juga. Hehe.

      Oo, klo yg itu, premis nya lumayan unik son. Apalagi kita gk pernah dikasih tahu siapa nama tokoh dalam cerita.

      Iya, son. Kawan yg besok2 akan menjadi idola. Haha

      Hapus
  9. Wih, kelihatannya bagus nih, Rey. Temenmu hebat udah bikin kumcer! Gue kalau Kunang-Kunang ingetnya cerpen Agus Noor. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, sering baca2 cerpen sama puisi nya Agus Noor juga ya yog?

      Hapus
  10. Mantap gan review-nya... Kalau bisa buku yang lain gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mkasih. Iya, ini juga masih baca buku yg lain. :)

      Hapus
  11. Harus segera beli nih.kyknya menarik bgt

    BalasHapus
  12. bagus ulasan bukunya jadi pengen baca.

    BalasHapus

Singgah ki' :)