Rabu, 16 November 2016

Mau jadi orang munafik?




Saya sebenarnya juga bingung tentang persepsi orang-orang tentang “munafik”. Mari kita definisikan dari perkataan orang-orang bajingan ini….

“Kamu pasti mau kan? Bilang aja gak usah munafik jadi orang!”

Pernah dengar kata-kata ini? Ini pernyataan paling bangsat sekaligus menggoda bagi sebagian orang. Mari kita buat suasana seakan kalian yang diajukan kata-kata demikian oleh lawan jenis dan kata “mau” artinya mau “ena'-ena'”. Dan jika kamu bilang tidak, maka kamu akan di cap sebagai orang yang munafik.

Bagi laki-laki jika menolak pernyataan ini dari perempuan maka selamat kalian akan dipandang homo seumur hidup dan dikucilkan dari pergaulan.

So, apa masalahnya?

Masalahnya disini adalah, definisi munafik itu sendiri. Saya sendiri sangat takut kalau dibilang sebagai orang munafik. Sumpah. Neraka paling bawah itu ditempati oleh orang-orang munafik. Sebagaimana tertulis pada QS. An-Nisa' [4] : 145.

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka."

Jadi apa yang harus kita lakukan? Yaa… bagi sebagian orang mereka menerima tawaran “ena-ena” itu…Karna mereka memang sudah suami-istri. Sebagian nya lagi menolak dengan resiko dipandang homo seumur hidup atau disebut orang yang munafik.

Dari permasalahan pemahaman yang kurang tepat tentang kata “munafik” ini, banyak orang-orang yang menganggap bahwa semua orang didunia ini munafik. Mereka didepan banyak orang terlihat sok baik, jaga imej, memperlihatkan kepolosan demi kepolosan demi terlihat istimewa dimata orang lain dan aslinya, sangat bertolak belakang dengan apa yang mereka tunjukkan.

Kita biasa menyebutnya “berwajah dua”.

Bukan. Dia bukan Hudson. 

“Berwajah dua” hanyalah sebuah pribahasa (alaaahhh, bgitu aja gak paham). Seperti mempunyai sisi baik dan sisi buruk. Karna itu banyak orang-orang menghindari sebutan “munafik”, ada yang main perempuan (tidak munafik dengan hawa nafsu nya) dan ada yang ke diskotik/ kelab malam yang katanya dunia anti munafik..

Definisi anti-munafik ibarat dunia kebebasan dimana kita mengikuti hawa nafsu dan kemauan sendiri sehingga fu*k pencitraan (nunjukin jari tengah).

Didunia anti-munafik, kita tidak boleh berperilaku baik atau menyebar motivasi atau inspirasi untuk orang lain, kita harus menuruti apa yang kita mau dan kita senangi. Kalau mau seks bebas, seks bebas. Mau narkoba, narkoba. Mau tattoan, tattoan. Mau berpakaian seksi, pakaian seksi. Mau jadi young lex dan awkarin, bisa jadi penuh dosa. Intinya fu*k pencitraan (nunjukin jari tengah lagi).

Jadi apa sebenarnya munafik itu? Menurut pandangan orang suci seperti saya… J

Kali ini saya tidak akan menyimpulkan definisi sebenarnya dari kata “munafik” yang sudah disalah artikan oleh orang-orang yang katanya “penuh dosa” karna saya sendiri bukan agamawan dan belum terlalu paham.

Saya hanya memberikan satu pertanyaan. Pertanyaan nya adalah.

“APA JADINYA DUNIA. JIKA SEMUA ORANG TIDAK MUNAFIK?”

Tolong dijawab sesuai pernyataan dan fakta-fakta yang sudah saya jelaskan diatas.

Apa jadinya jika semua orang tidak berusaha berpura-pura baik? Apa jadinya jika semua orang mengikuti hawa nafsu sesuka hati mereka? Dan apa jadinya jika tidak ada yang rela berbuat baik demi orang lain? Semua orang pasti akan mementingkan dirinya sendiri, egois dan bergaya hidup individualis.

Hukum J.S Mill tentang hukum rimba juga dibenarkan, bahwa yang lemah akan mati kelaparan dan yang kuat dan berkuasa akan bertahan hidup. Mengasyikkan bukan? Silahkan bersenang-senang dengan apa yang kita mau.

Mari kita kaji lebih dalam lagi.

Saya akan langsung masuk ke pembahasan dasar agama. Kita sering mendengar tentang agama itu sendiri. Tapi tahukah teman2 apa definisi agama itu sendiri?

Menurut pemahaman saya, Agama itu terdiri dari A-G-A-M-A (Ehh, kok malah jadi kayak Abdel). Maksud saya Agama itu berasal dari bahasa Sangsekerta yang terdiri dari (a) dan (gama). (a) makdudnya tidak, (gama) artinya kacau. Jadi agama itu esensi nya agar kehidupan manusia tidak kacau.

Jadi kesimpulan nya apa dong?
                “Jika menjadi manusia yang munafik menjadikan hidup kita bermanfaat bagi orang lain, membuat hidup tidak kacau dan terhindar dari hal yang sia-sia. Saya lebih baik menjadi orang yang munafik.”

Itu kesimpuan saya. Setiap orang punya pandangan berbeda-beda. Saya tidak berhak memaksakan kehendak teman-teman tentang opini yang sudah saya tulis diatas. Sekarang adalah era demokrasi, silahkan berpendapat sesuai apa yang teman-teman pikirkan. Tenang. Tidak akan saya culik kok J

And then, Saya mau tahu bagaimana pendapat teman-teman tentang kata “Munafik” ini.  Kalau boleh, silahkan tulis pendapat kalian dikolom komentar dibawah supaya kita bisa menyamakan pendapat demi terhindarnya generasi kita dari orang-orang yang “penuh dosa”. J

Jadi. Apa jawaban teman-teman dari pertanyaan “Kamu pasti mau kan? Bilang aja gak usah munafik jadi orang!” ?


36 komentar:

  1. Apa jawaban teman-teman dari pertanyaan “Kamu pasti mau kan? Bilang aja gak usah munafik jadi orang!” ?
    Oh jawabannya kalo ada cewek yg nanya ke saya?
    Jawaban saya adalah ...
    Ehmmm tapi sampai saat ini belum ada cewek yg nanyain begitu ke saya
    Gimana dong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seandainya nik....Seandainyaaa...aku punya sayap.....T_T
      Oke, gmana klo saya yg nanyain ke kamu?

      Hapus
    2. G bisa seandainya dong
      Harus kenyataan
      Kadang y andai2 itu lebih enak dari pada kenyataan
      Misalnya
      Seandainya rey ini ganteng dan punya banyak cewek, enakkan
      Tapi kenytaannya bang?

      Hapus
    3. Hiks...Btul juga ya nik...
      Kali ini aku yg ngalah deh...

      Hapus
  2. Iya itu juga sih. Kalo persepsi munafiknya kayak gitu, ya jadinya gimana gitu ya. Kayak misalnya kalo lagi sedih, masa hahrus nangis2 di pasar. Tapi kalo ga nangis dibilang munafik. Sedih. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin ini yang dinamakan pergeseran arti ya di'. Arti munafik yg sebenarnya sudah berubah dan diartikan lain oleh orang2 yg "penuh dosa".
      Sperti analogi kamu...

      Hapus
  3. Wah seger banget hipotesismu. Tumben nih rada-rada berat topik pembahasannya, Rey.

    Kebetulan, saya juga pernah ngebahas ini di blog. Judulnya 'Memakai Topeng'. Ya walaupun tidak semendalam tulisanmu ini, ceesku. Tapi intinya kurang lebih sama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahh, iya nih son. Brdasarkan apa yg saya temui sehari2. Di youtube juga sudah bnyak bertebaran isu2 tntang munafik ini. Jadi daripada di pikir, mnding ditulis aja. Walaupun keliatan nya berat atau saya yg sok berat2in.

      Iya, saya jga udah baca son. Lmayan pendek ya.

      Hapus
  4. Tenang nggak bakal kamu culik, tapi kamu hack kan, Rey? Ngaku aja deh. Naluri hacker memang susah disembunyikan. Aku maklumin kok.

    Setuju nih sama Agia. Rada-rada berat gitu. Sampe bawa potongan surah segala. Ya, aku setuju sama kesimpulan kamu, Rey. Sebagai manusia, kita nggak bisa hidup sendirian. Kita butuh orang lain. Trus kalau kita nggak "munafik," ala pembahasan kamu di atas, kita jadi orang yang egois. Mana mau orang lain bantuin orang egois. Jadi diperlukannya bersikap munafik yang bermoral. Munafik dalam artian mikirin aspek moral dan norma sosial. Nah silakan hujat orang-orang yang nolak kalimat, "Kamu pasti mau kan? Bilang aja gak usah munafik jadi orang!” itu dengan sebutan munafik. Lebih baik jadi munafik karena masih bisa "mikir". Daripada enggak jadi munafik karena udah nggak bisa mikir.

    Duh. Semoga pendapat aku ini nyambung ya, Rey.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm...naluri seer memang selalu tepat...Gk rugi aku jemput terus pake helikopter, Ichastasya..
      Tnang, gk akan aku hack kok. Selamat ber....senang....senang....

      Haha, iya, kbetulan juga lngsung ingat sama surah itu, jdi lngsung dmasukin aja. Nah, tenang cha', komentarmu kali ini nyambung abiss! Dsini aku mncoba buat ngikutin definisi munafik dari orang2 yang "penuh dosa" dan tentunya aku juga ngasih pendapat tentang munafik menurut persepsi orang2 itu.

      Mudah2an gk keliatan menggurui, muehehe

      Hapus
  5. Munafik? Entah mungkin tanpa sadar, saya pun pernah ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kyaknya semua orng dulunya pernah deh mba', hehe

      Hapus
  6. Yang saya tahu dari pelajaran dulu waktu nyantren kilat hehe...orang munafik itu bisa didasarkan dari 3 ciri yaitu: Jika berkata dia selalu dusta, jika berjanji selalu ingkar, dan jika dipercaya, dia selalu khianat.
    Kalau untuk pertanyaan “APA JADINYA DUNIA. JIKA SEMUA ORANG TIDAK MUNAFIK?” yang pasti kalau merujuk ke 3 ciri diatas dunia akan aman, tentram dan nyaman. Tapi kayaknya itu akan sulit terjadi karena godaan syaitan itu sampai hari kiamat gak akan pernah berhenti. So...setuju dengan komennya jeng Icha, disinilah bedanya orang yang mau mikir sama org yang sudah males mikir. #studi kasusnya berat uyyy, jadi maaf yaa Rey...komennya kepanjangan nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa yg diajarkan di pesantren kilat sudah memenuhi kriteria sifat orang yg munafik. Sebenarnya, ciri2 ini yg harus diterapkan jika ingin menyebut seseorang munafik.
      Iya, saya setuju, jika "munafik" disni dalam artian yg sudah dijelaskan alana diatas. Tpi realitanya sekarang kita dihadapkan pada definisi yg sudah disalah artikan oleh pihak tertentu.

      Hahah, iyaa, gk papa. Itu brarti mba alana ini asyik buat diajak diskusi, hehe :)

      Hapus
  7. Kalo menurut ustad gue sih! Munafik itu orang yang paling berat jalan kemasjid untuk sholat berjamaah diwaktu subuh dan isya!...
    Makanya jangan pernah ninggalin sholat berjamaah di waktu subuh dan isya... kalo gak mau dibilang orang munafik...

    Kesimpulanya sih, buat apa jadi orang munafik kalo kita menjadikan hidup lebih bermanfaat bagi orang lain, membuat hidup tidak kacau dan terhindar dari hal yang sia-sia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oo, gtu ya dhi'? mngkin itu salah satu ciri2nya ya...saya juga baru tahu...Duh, kyknya sya udah termasuk nih, hehe

      Nah. Dpet!

      Hapus
  8. Dari dulu tertarik mau bahas soal ini juga, tapi bingung mau gimana penyampaiannya. Yang pasti sekarang definisi munafik sudah bergeser. Munafik malah sering didefinisikan "nggak jadi diri sendiri". Istilah lainnya, pencitraan.

    "Di depan umum sok-sokan nggak mau nonton film bokep, tapi di rumah demen. Dasar munafik!"

    Lah, ngapain juga nonton bokep di depan umum, ya kan? Persepsi keliru. Kalau orang default-nya berperilaku jahat, dan memegang teguh paham "menjadi diri sendiri", orang itu selamanya akan jadi jahat. Kecuali pahamnya diubah jadi "menjadi diri sendiri dalam versi yang lebih baik", pasti ada dorongan untuk jadi lebih baik. Semua orang ingin dipandang baik di mata orang lain kok, itu mutlak. Makanya pencitraan itu perlu. Sebab kalau semua orang ingin tampil apa adanya, dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang dengan tubuh telanjang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibahas juga dong do', jadi pnasaran gmana jadinya klo isu "munafik" ini klo dibahas sama kamu. Iya, munafik dsini lebih sering diartikan sebagai pencitraan. Pdhal klo diliat liat dari kriteria munafik dari komen2 yg diatas, gk ada hubungan nya.

      Wah, bahasanya rido entah kenapa, saya setuju sekali. Trgantung menjadi diri sendirinya mau jahat atau baik...

      Hapus
  9. PR nih buat kamu, kan udah keluarin ayat quran tuh Anisa ayat 145 tentang ancaman bagi orang2 munafik. Nah, sebaiknya pengertian munafik juga diambil dari quran, biar sinkron.

    secara kata "manafik" yang sering disebut orang2 maknanya udah bergeser.

    tapi apapun itu, selama itu bad thing, jangan pernah diekspresikan. ditahan dan jangan dilakukan. Untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain. Menyembunyikan/memendam rasa untuk melakukan bad thing bukanlah pencitraan, melainkan kemampuan seseorang dalam mengontorl diri untuk ngga berbuat jahat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mkasih masukan nya sabda. :) Saya sangat menghargai pendapatnya.
      Ada benar nya juga sih, hehe. Entah kenapa saya gk kepikiran.

      Iya, saya juga bingung kenapa kata "munafik" ini smakin lama, artinya jadi gk sesuai lagi. Entah mngkin krna ajaran yg berbeda2 tiap kelompok atau tiap2 agama arti munafik emng beda2.

      "Menyembunyikan/memendam rasa untuk melakukan bad thing bukanlah pencitraan, melainkan kemampuan seseorang dalam mengontorl diri untuk ngga berbuat jahat" SETUJU!!!!

      Hapus
  10. eittt sudah malam kak, tidur :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu kmarin ris, skarang baru memasuki waktu shalat maghrib untuk wilayah Makassar dan sekitarnya, haha

      Hapus
  11. memaksakan kehendak agar kita menurut dan menuduh munafik pada kita, ia memang bangsat. agree with you

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entah saya mau bilang apa. Tapi terima kasih sudah mnyampaikan pendapat di tulisan ini :)

      Hapus
  12. aduh, berat ya bawa-bawa agama. ehehe

    kalo menurutku siih,
    ini menurutku aja ya.
    semuanya tergantung dari niat.
    untuk masalah ena-ena itu, aku yakin kita nggak bakalan tergoda kalau kita memang takut sama dosa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat nih sama Puti Andini. Intinya smua trgantung dari niat.

      Hapus
  13. Baru pertama maen ke sini langsung baca postingan yg pas banget sama keresahan saya. :)

    Dengan pergeseran makna munafik seolah-olah semua orang harus abadi jelek. Gak boleh ada yg belajar baik. Atau nanti jadi munafik. Sedih amat ya...
    Kayaknya ini termasuk perang pemikiran, tapi entah siapa yg menghembuskannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, selamat datang ya tata, semoga betah main2 kesini hehe.

      Iya, ta'. Benar sekali. Itu menurut orng yg sdah menggeser arti munafik itu sendiri. Smoga kita smua terhindar dari sifat munafik dimata Tuhan.

      Hapus
  14. Berpura-pura baik. Jadi inget seorang yang dulu pernah jadi teman, sekarang udah nggak ngomongan lagi :/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Curhat ya nona? hahahh.
      Stidaknya bukan mantan..

      Hapus
  15. temen saya tuh selalu mencuri tp gk ngaku..
    apa itu orang munafik ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu namanya pencuri sekaligus pembohong san, dosanya berlipat ganda.

      Hapus
  16. iya nih, saya pernah dituduh munafik, padahal saya ingin menyelamatkan sesuatu.
    nggak semuanya juga kan harus disampaikan terang2an

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahh, karna berkorban dmi kebaikan itu mulia. Bukan munafik.
      Nah, betul!

      Hapus
  17. eaaaaa... caption komennya loh
    hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eaaa, hahahh. Eaa nya buat apa nih?

      Hapus

Singgah ki' :)