Selasa, 04 Oktober 2016

REVIEW FILM ATHIRAH (Hasil buah kemenangan dari kesabaran seorang Ibu)




SINOPSIS

Film ini bercerita tentang bagaimana Athirah (diperankan oleh Cut Mini) seorang Ibu yang berjuang keras dalam memenangkan konflik batin yang terjadi dengan suaminya (Arman Dewarti) yang kurang memberikan perhatian terhadap keluarganya bahkan untuk istrinya sendiri.

Di lain pihak, putra sulung Athirah, Ucu' (Christoffer Nelwan) juga harus menghormati ayahnya sendiri walaupun bertolak belakang dengan apa yang ia rasakan. Mampukah Athirah sebagai seorang Ibu, mengatasi konflik dalam keluarga tersebut? Silahkan pesan tiket di bioskop-bioskop kesayangan anda. Mueheheee....


REVIEW

Jika Habibie punya Ainun, maka Jusuf Kalla punya Athirah, ini menunjukkan bahwa dibalik pria yang sukses ada peremupuan yang hebat. Beginilah maksud yang saya tangkap dari persepsi seorang ibu dari pandangan Jusuf Kalla.

Film ini diadaptasi dari buku yang ditulis Alberthiene Endah yang berjudul sama dengan filmnya “Athirah”. Salah satu buku yang terkenal dari Alberthiene Endah selain “Athirah” adalah “Merry Riana” (Mimpi sejuta dollar).


(Sumber: Facebokk Miles Film)
Berlatar belakang tentang adat budaya Bugis Bone dimana Jusuf Kalla dan keluarganya hidup mulai kecil hingga ia dewasa. Tokoh utama dalam film ini adalah Ibu dari Jusuf Kalla sendiri, “Athirah”. Nama itu tak asing dan sering saya dengar hingga sekarang. Bahkan ada sebuah sekolah di Makassar yang bernama “Athirah” dari TK-SMA, yang dibuat oleh bapak Bapak Hadji Kalla (bapak kandung Jusuf Kalla) dan Hadja Athirah (Ibu kandung Jusuf Kalla) atas kepedulian mereka terhadap dunia pendidikan.

Jika menonton film ini, kita tidak akan merasa bahwa filmnya akan habis. Selalu ada pertanyaan” yang akan membuat kita penasaran dengan bagaimana kelanjutan kisahnya. Bahkan hingga diakhir, kita tidak akan sadar kalo film nya sudah habis.

Dan satu lagi, film ini tidak melulu menceritakan tentang konflik di pihak Athirah, ada beberapa bagian dalam film dimana menceritakan nilai religius dalam keluarga dan kisah asmara Jusuf Kalla dengan istrinya sekarang (Mufidah Jusuf Kalla) hingga kaitan nya dengan seorang Athirah untuk membuat anaknya laku. Hahahh (bagian ini adalah dialog favorit saya)


(Sumber: Facebook Miles Film)

(Sumber: Facebook Miles Film)
Dari sisi pengambilan gambar dari setiap scene yang dekat dengan penonton dan ramah ekspresi, kita akan disuguhi berbagai hal terkait dengan budaya Bugis seperti makanan, tempat, tradisi, pusaka, pakaian, bahkan bahasa. Iya…bahasa yang digunakan dalam film ini berbahasa Bugis Makassar dan logat Bone. Cut Mini yang berperan sebagai Athirah lumayan piawai berlogat Makassar begitupun Christoffer Nelwan yang berperan sebagai Jusuf Kalla kecil. Totalitas para aktor sangat jelas terlihat dalam memerankan setiap bagiannya.

Peran “sarung” tenun sutra khas Sengkang juga tak luput mengambil bagian penting dari film ini. Athirah menjadikan kegiatan menenun sarung sutra sebagai mata pencaharian untuk menghidupi keluarganya.

Oiya, satu lagi. Musik yang mengiring penonton dari tiap adegan ke adegan film adalah musik atau lagu” daerah Bugis Makassar yang lumayan bikin merinding dan tak akan terlupakan.


(Sumber: Facebook Miles Film)
Setahu saya, film “Athirah” ini adalah garapan film berlatar belakang Sulawesi Selatan pertama yang pernah dibuat oleh duo Film maker Riri Reza dan Mira Lesmana. Dimana menjadikan “Athirah” ibunda Jusuf Kalla menjadi objek penceritaan. Dan mungkin juga menjadi film pertama yang mereka buat tentang seorang “Ibu”.

Didalam film ini saya menjadi mengerti dimana peran seorang Ibu sangat amat penting bagi sebuah keluarga. Tentang bagaimana seorang Ibu mengharapkan yang terbaik bagi anak-anaknya, bagaimana ia mengerusi rumah tangga, mengurusi anak”nya dan bagaimana ia melayani suaminya yang bahkan hanya sedikit memberikan perhatian padanya.

(Sumber: Facebook Miles Film)
Film ini bukan tentang sepasang kekasih yang jatuh cinta kemudian didramatisir setengah mati, bukan pula film yang hanya mengandalkan adegan dan dialog yang lucu, bukan juga film yang terkesan mewah dan menghabiskan dana milyaran rupiah untuk produksinya. Lebih dari itu, film sederhana ini mampu membuat kita sadar, bahwa salah satu makhluk yang dapat kita percaya ketika kita tidak bisa percaya lagi dengan manusia adalah seorang Ibu.

Salah satu quote atau kata” bijak yang cukup membekas dibenak saya adalah :
“Hidup memang keras dan butuh perjuangan. Tapi bagi emma’ku Athirah, keluarga adalah yang paling utama. Ia berhasil menemukan kemenangan dengan caranya sendiri.”
Satu lagi film yang menginspirasi garapan Riri Reza dan Mira Lesmana tahun 2016 yang menambah daftar deretan film yang wajib dinonton oleh semua keluarga di tahun ini!

Eiiittttsss....supaya tambah penasaran, nonton trailernya dulu!




Bagaimana? Tertarik? Silahkan atur jadwal...muehehe...


104 komentar:

  1. Oke. Masuk list wajib tonton nih

    BalasHapus
  2. pas seru serunya udahan, trailernya 30 menit ke kalo bisa wkwkwk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti trailer nya berhasi dong san. Emang tujuan nya trailer gitu..

      Bikin penasaran.

      Hapus
    2. harus buru buru pesan ticket nih :)

      Hapus
  3. keren sih, ada isu poligami juga. jaman sekarang pejabat berusaha lebih dekat ke masyarakat dengan cerita tentang sisi lain dari dirinya.

    keren tapi belum nonton, jadi, masuk list

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, jadi ada pendekatan hiburan lewat pengalaman tokoh2 Indonesia yang di Filmmkan. Selain memotivasi, juga bisa memajukan dunia perFilman Indonesia.

      Gokil tom!

      Hapus
    2. juga bisa menambah uang royalti wqqwqwq

      Hapus
  4. Seharusnya trailernya samain j sama panjang filmnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya juga ya....Supaya kita gk rugi nonton trailernya...

      Gmana klo kmu aja dulu nnti yg jadi sutradaranya Nik, trus nnti trailer filmnya digituinn...

      Hapus
  5. Kayaknya seru dan pasti bakalan mengandung penuh makna nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penuh makna sekali! Langsung aja nonton mas!

      Hapus
  6. Mungkin kalau durasi trailernya sama dengan panjang durasi film aslinya seru tuh tapi mungkin bioskop sepi :-) hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepi darimana?
      Kan masih banyak kursi

      Hapus
    2. Gw setuju sama Niki! kan masih ada banyak kursi...

      Ditambah abang2 penjual pop corn nya..

      Hapus
    3. Kalau masalah Pop Corn saya jadi sedih karena Pop corn di bioskop terdekat harganya naik netto nya turun :-(

      Hapus
    4. Bukan nya harga pop corn 15 ribu?
      Klo netto sya kurang tau, apaan sih?

      Hapus
    5. Murah tuh 15ribu, kalau disini tuh 23ribu..
      Kalau Netto itu berat bersih sob :-D hha

      Hapus
    6. Lumayan mahal juga ya? ini klo disini sngaja di 15 rbuin satu paket dngan soft drink untuk orng yg bawa pacarnya. Jadi klo beli dua ya 30 ribu...

      Oiya, gw ngerti, hehe

      Hapus
  7. Penuh spoiler nih. Wkwkwk :v

    Tapi bener deng, doa dan usaha seorang ibu itu diijabah Allah SWT banget. Jadi gak kaget kalok banyak anak yg sukses berkat doa ibunya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa sih beb? padahal udah usaha supaya gk spoiler,..hahahh.
      Mngkin film nya terlalu seru, jadi dceritain bagian2 nya didkit, hehe

      Nah, 100 buat beby!

      Hapus
    2. Gak nyadar spoiler. Wkwkwk :p

      100? 1000000 dong! Mayan buat bayar uang kos. Dududu~

      Hapus
    3. Yng kyak spoiler itu yg bagian mana sih beb?

      Adeh, nilai nya mlah jadi duit.... -,-

      Hapus
  8. Waaaah, mbaca postingan ini kok jadinya kepengin nonton iki kepiye :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo gitu gk usah dibaca mas...langsung diread aja trus langsung pesan tiket :D

      Hapus
  9. Hmmmm,
    untung udah nonton, jadi biasa aja ngga terlalu ke spoiler sama postingannya rei.
    Bena ada videonya waktu nonton gala premier. mendingan di upload apa jangan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo gk ngerekamin film nya waktu pas diputar, diupload aja ben.. :D

      Waktu gala premiernya didatengin sama tim cast film Athirah gk ben?
      Ada nonton bareng nya gk?

      Hapus
  10. jadi pengen langsung nonton ini mah mas..

    BalasHapus
  11. Sumpah liet Christoffer Nelwan ikut main gue jadi pengen langsung nonton ini. Ah~

    BalasHapus
  12. wah ini biografi Jusuf Kalla, jadi penasaran sosok dibalik kesuksesan Jusuf Kalla

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan biografinya jusuf kalla...paling banyak peceritaan nya ke Athirah, Ibunda Jusuf kalla

      Hapus
  13. keren review dan filmnya.. dalam kehidupan nyata juga kan banyak suami-suami yang kurang memperhatikan istri bahkan keluarganya, ternyata kisah itu diangkat di film ini.. jadi penasaran nonton filmnya.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bener La', cocok untuk istri2 yang kurang mendapatkan perhatian sama suaminya, apalagi untuk perempuan2 diluar sana. Sangat recomended!

      Langsung pesan tiket la' :D

      Hapus
  14. Waktu itu saya dapet free nobar film Athirah ini tapi waktunya nggak tepat, haha... So far review-nya memang bagus2 ini film.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah,...skarang jadi nyesel kan mba' Nit? :D

      Hapus
  15. Aku baru tau film ini, tapi kalo ngebayangin ceritanya atas review kamu, ceritanya sederhana tapi elegan sih. Ini bener-bener membuat aku berpikir bahwa ibu itu bisa menjadi "segalanya" buat kita.
    Tapi....... Sejauh ini..... *seketika baper*

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Baper" itu singkatan dari bawa perasaan ya mba. Maksudnya perasaannya mau dibawa kemana???????

      Hapus
    2. Kesan film nya memang keliatan sngat jauh dari kata mewah Ris. Tpi pesan moral nya sngat dekat dngan penonton.

      Film sederhana yang sarat inspirasi, Klo baper, langsung psan tiket Ris.

      Hapus
    3. @Dzaky : Prasaan nya mau dibawa kemana...hubungan kita, jika kau terus menunda2, dan tak pernah nyatakan cinta...

      Hapus
  16. Film seperti ini patut kita tonton, karena mengandung unsur pendidikan nya, hikmah yang baik dari flm ini pasti banyak. dari pada lihat sinetron anak muda sekarang yang tdk begitu berdampak baik bagi generasi kita saat ni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ini gw setuju bnget! Klo mnurut gw sih, pndidikan yg paling utama. Sama halnya klo kita nonton film, yg lbih penting pesan apa yg kita dpat setelah mnonton filmnya.

      Sintron masa kini juga perlu disinggung ya ky? hahahhh

      Hapus
  17. Balasan
    1. Nah nonton sana...sambil minum obat sirosis hati tradisional!

      Hapus
  18. makin banyak film yang diangkat dari tokoh negeri ya. menarik disemak, apa yg terjadi dikehidupan mereka masa lalu dan berhasil hingga sekarang. epikkkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul wal! Apa yg prnah mereka alami sbelum mnjadi seperti skarang itu sangat menarik disimak.

      Dan dlam film ini bnyak hal2 menarik yg patut kita contoh.

      Hapus
  19. Sepertinya sih seru... nontoh deh lah nanti...

    BalasHapus
  20. Wajib nonton nih film ini nanti. Dengan adanya review di atas makin penasaran bagaimana fimnya saat diputar di bioskop

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah ada gmbaran kan Defi? Smoga dngan mmbaca review diatas kamu smakin tertarik menonton nya :)

      Hapus
  21. pengen tau...sekali lagi kasih G+ dan maen ke review Athirah ini....
    kunjungan balik nggak coba?

    BalasHapus
  22. Dari posternya keluar pengin banget nonton film ini sih, tapi belum ada waktu dan uang :') Dari gambar-gambar dan jalan ceritanya yang kamu tulis, emang sih keliatan "ramah" gitu. Next timelah nontonnya

    Ps: kalo ada uang dan waktu hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahh, iya Rul. Uang sama waktu juga penting sih...kalo gk ada itu...pasti ujungnya cari link download.

      Film ini sngat sederhana Rul. Tpi sarat akan inspirasi dn pesan moral. Cocok buat kita2 yng trlahir dari rahim seorang Ibu :)

      Hapus
  23. Bukunya ditulis oleh orang yang nggak main-main, kemudian difilmkan oleh orang-orang yang luar biasa. Mengangkat cerita yang inspiratif pula. Udah paketan bakalan jadi film keren sih ini. Belum sempet nonton, karena akhir-akhir ini lagi sibuk banget.

    Kalo nonton film ini kayaknya kita akan dibawa ke adat bugis sana, ya. Karena dari latar filmnya juga udah kental banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener bnget! Orang yang masuk dalam proses pembuatan film dan alur cerita adalah orang2 yang hebat dn gk main2! bisa dbayangkan hasil nya kek gmana... Inspiratif dan sangat menghibur!

      Iya ndra', kebetulan dulu keluarga Jusuf Kalla waktu kecil tinggal di Bone, Sulawesi Selatan yg berbudaya adat bugis.

      Hapus
  24. Aku jadi merasa keren karena udah jadi ibu #apeu gaje banget bahahahahah. Honestly gak gitu tertarik nonton. Bukan apa2. Soalnya sekarang2 ini lagi penginnya nonton yg lucu bikin ngakak. Hidup lagi berat bos 😂😂😂 but i will keep this movie on my waiting list ah. Soalnya aku sukaaaaaaaaaaa sekali sama Cut Mini. Laff her!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, pas selesai nonton filmnya saya mulai merasa kagum terhadap sosok seorang Ibu, termasuk perempuan2 calon Ibu2 yang hebat.

      Iya sih mba', skarang lagi bnyak bermunculan film2 bergenre komedi. Tapi bisa dbilang kehadiran film Athirah ini melawan tren genre film yg sdang bnyak diminati pasaran. Hasilnya film ini tak mau kalah dan bisa diperhitungkan dalam persaingan industri film2 nasional.

      Apalagi akting Cut Mini yg total dlam film ini mba'...wih keren!

      Hapus
  25. Saya punya buku biografi Ibu Athirah, yang ukuran kecil. Walaupun kecil, tapi isinya berbobot. Dan percayalah, ngebacanya bisa bikin kita lebih sayang ke orang tua, khususnya ke ibu.

    Saya baru tahu kisahnya mau difilmin. Mudah-mudahan bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang ditulis sama Alberthiene Endah kan Son? saya sndiri blum pernah baca tuh bukunya. Jdi gk bisa mmbedakan mana yg lebih seru. Bukunya atau Filmnya?

      Hapus
  26. kayaknya ini nggak sesuai sama genre selera film gue hehe

    kita lihat apakah film garapa Riri Riza bisa dapetin jjumlah penonton yang memuaskan atau tidak~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahh, genre film itu relatif sih bang. Pndapat orng bisa beda2.

      Sepertinya akan melampaui target. Wlaupun jujur, akan sulit melampaui film Warkop DKI yg sudah menembus 6 juta pnonton dan mnjadi film dngan penonton terbanyak sepanjang masa.

      But, at least. Pesan yg trtanam dalam film ini mlampaui film Warkop DKI.

      Hapus
  27. Aaaaaaaaaaaakh, kenapa banyak film yang cukup recommend gini sih ya ._. ketonton nggak ya ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trserah kmu sih Feb. Kan kmu yg punya waktu dan uang.

      Klo sya yg traktir, itu terserah saya, mau ngajak nya kapan, muehehe..

      Hapus
    2. Baiklaaah juragan, baiklaaah~ wkwkw :D

      Hapus
  28. salah satu film Indonesia terbaik tahun 2016 menurut saya
    sebenarnya kalau kata kak Riri, ini bukan film biografi JK atau ibunya. hanya memang terinspirasi dari kisah hidup JK dan ibunya. lebih banyak fiksinya

    secara sinematografi, film ini sangat patut mendapat jempol. tidak perlu banyak dialog, gambarnya sudah menusuk ke dalam hati #tsah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat layak memang disebut salah satu film terbaik ditahun 2016.
      Oo, bgitu ya daeng? Klo yg ini saya baru tau. Tapi sya dngar2 bnyak kesesuaian cerita dngan kisah Athirah dulu.

      Yap, saya setuju daeng. Sangat artistik dan sarat makna.

      Oiya, slamat datang dblog saya daeng. Akhirnya bisa brkunjung ksini juga :)

      Hapus
  29. dari novelnya, udah bayangin kalau cut mini yang meranin, pasti bagus :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dlam film ini peran cut mini sangat mnonjol mba'. Ini mmbuktikan totalitas dia didunia perfilman yang sangat baik.

      Hapus
  30. Cut mini ini jadi emak2 pantes banget yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, sesuai dngan peran yang dia dapatkan.

      Hapus
  31. kalo garapan Riri Reza dan Mira Lesmana udah ga diragukan pasti bagus filmnya

    BalasHapus
  32. jadi pengen nonton lg filmnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo nonton lagi! hehe.
      Oiya, trima kasih sdah berkunjung mba' :)

      Hapus
  33. Jadi penasaran dengan ceritanya. Dari reviewnya udah seru nih

    BalasHapus
  34. baca ini jadi pingin nonton padahal tadinya nggak mau nonton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi...mau nonton dimana hari ini ade? :)

      Hapus
  35. Pengen nyimak langsung filmnya, penasaran :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, langsung saja pesan tiket rif!, darimana berubah mnjadi manusia penasaran :)

      Hapus
  36. Duh, Rey. Maaf ya baru baca sekarang. Postingannya padahal dah lama ya. Huhuhuhu.

    Alberthiene Endah ternyata suka nulis tentang wanita-wanita hebat gitu ya, Rey. Dan kamu kayaknya spesialis film-film yang ada unsur Makassarnya gitu ya. Kemarin ngereview Uang Panai, sekarang Athirah. Lanjutkan, Rey. Jangan nge-bluestack mulu.

    Yah, aku nggak sempet nonton film ini. Banyak film di bulan Oktober yang terlewatkan. Tapi baca reviewnya Rey soal film ini juga dah seneng :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo kamu yg baca masih baru kok cha' :))

      Klo sya gak nge bluestack...saya mau dapat penghasilan darimana cha'...hanya karna deep web saya bisa brangkat ke bali :)

      Gak juga sih cha'..cuman kebetulan aja ada waktu buat nulis review film ini...

      Hapus
  37. Rey cinta Makassar. Saya cinta Rey. I love you, Rey.

    BalasHapus
  38. ah Athirah,,
    ini loh film yang katanya sedikit conversationnya tapi punya makna yang dalem banget.
    Lewat film ini kita bisa tahu kebudayaan suku bugis,
    terutama watak para wanitanya.

    ah pengen nonton !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, bener bnget rul. dialognya sangat sedikit tapi kesan nya sangat artistik (y)
      Iya, krna kbetulan latar tmpat dan dialognya sangat kental dngan suku bugis
      Lngsung psan tiket rul :)

      Hapus
  39. Wah. Kayaknya daerah Sulawesi lagi diulik banget ya lewat film. Terakhir gue nonton Uang Panai'. Bagus juga itu. ^__^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya us, sdah bnyak film2 yg bermunculan dan mengexplore kekayaan alam disulawesi.

      Hapus
  40. Cut mini kalo jadi emak2 ini menjiwai banget

    BalasHapus
  41. Lagi hangat2nya ini, aku sendiri penasaran adat makassar apa yang mau dieksplore di film ini

    BalasHapus
  42. Gue malah baru tau kalo bpk Jusuf Kalla itu orang Bugis... Keknya harus nonton film nya deh, biar lebih tau adat Bugis itu seperti apa.

    Siapa tau dapet inspirasi buat bikin sticker telegram.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dian. Bpaknya Wakil presiden kita pak Jusuf Kalla, bpaknya brasal dari Bone, kturunan bugis juga. Nah, pokoknya klo mau tau adatnya sperti apa, wajib deh buat ditonton.

      T_T Selalu ada celah...

      Hapus
  43. Asli, nih. Sering lihat poster ini. Dan, katanya film ini menang di award apa gitu ya. Nyesel nggak sempet nonton. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, rob. Kmarin juga ditangin dibeberapa negara. Dn betul sekali. Dpat banyak penghargaan juga.
      Dwnload aja rob, hahahh

      Hapus
  44. Berhubung belum ada bioskop di kota saya, kalau ada yg ngereview film, saya cuma bisa. oooh.... waah... hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa, sapatau ada wktu liburan dluar kota mif, kn sekalian nnton dibioskop, hehe

      Hapus

Singgah ki' :)