Kamis, 18 Februari 2016

Tugas kami sebagai jomblo di malam Valentine (Late post)


Langsung aja kali ya? 
Gimana? 
Gmana klo langsung aja?

Ehm.

Langsung aja ya?
Kalo langsung gimana?
Langsungnya aja ya?

Kelangsungan apa nih?
Kelangusngan malam Valentine kita berdua, ciuuuuuttt, ciuuuttt (dibaca; BANTAL!)

Jadi, entah ini malam valentine atau tidak. But, Tepatnya 13 Februari kemarin saya berhasil menjalankan amanah saya sebagai seorang jomblo sejati (yeaahh, i'm the real jomblo!!!!) Mungkin skarang gw bisa dipanggil jombloMan kali ya? atau Super Jomblo? Nanti kita bahas.

Di cerita kali ini saya akan menyamarkan semua nama (karna agak sedikit berbau aib), tapi percayalah. Kisah ini bukan fiktif belaka dan saya ada didalamnya, tepatnya didalm laci, menyendiri dan membusuk.. Bukan2, tepatnya silahkan ditebak sndiri, nnti jwabanya tnya dikomentar saja . Now listen to me.


Sumber gambar disini



****
Jadi kejadiannya bermula tepat pukul 13.15 siang si Jons baru bangun dari tidur panjangnya, dengan iler yang menjuntai dengan liarnya.
"Kak, bangun2 sana pergi makan" 
Vale sepupu perempuan Jons dtang membangunkan. Setelah bangun Jons langsung turun makan pagi disiang hari (ga pake cuci muka, tangan atau bersihin mata) Dibawah sudah ada Vale, Si Boy (teman serumah Jons) dan Kak Han  (kakak ipar Jons dan Vale) yang sudah mau pulang kekampung halaman, berhubung hari ini adalah hari Sabtu, hari libur kantoran. Setelah semua slesai makan dan sdikit bercanda. kak Han pun pulang dijemput dngan mobil sewanya dan Boy sudah sedari tadi berangkat kekampus dengan temannya.

Kini tinggal Jons,dan Vale. 
Sebgai seorang mkhluk yg selesai makan, Jons ingin melanjutkan kodratnya untuk tidur, sebelum tidur terlebih dahulu ia cek2 HP mnunggu ada perempuan yang mnembak nya di bbm dan lngsung mngajak nikah.

"Kak, kalau mau mandi silahkan mandi duluan, air baknya sudah mau penuh" 
Kepala Vale tiba2 muncul di samping kusen kayu pintu kamar yg ditempati Jons.
"Silahkan kamu dulu yang mandi, saya msih blum" Sambil mluruskan tulang ekornya dengan manja.
"Kak Jons saja dulu, nnti teman saya mau datang, takutnya g ktemu"
"Ah, malas" Sambil guling2

Tak lama kemudian tnpa printah si Jons langsung ke kamar mandi untuk mandi, ya iyalah, mandi!!!!, masa main smack down.. Saat keluar kamar mnuju kmar mandi Jons masih melihat Vale duduk nnton tv.

Setelah mandi Jons melihat sebuah motor diluar rumah. Sambil nyanyi2 lagunya When i'm Gone dari Anna Kendrick supaya terlihat kekinian dimata teman Vale, Jons naik kekamarnya. Setelah turun gnti baju,  Jons tidak mlihat teman Vale yang diharapkannya perempuan, Jons kecewa dan berhenti nyanyi.
"Temanmu mana?" Kata jons penuh harap.
"Sudah pergi sama teman tadi"
"Tapi kok motornya ada disini?"
"Iya, dia izin tadi titip motornya disini"
"Ooiya" Lap2 rambut pake handuk.

Beberapa jam kemudian Boy datang dari kampus dengan motor ninjanya, alias dibonceng dngan motor bebek jantan.

Tepat setelah maghrib (memasuki malam valentine) Jons merasa sendiri, padahal memng sendiri dan tak punya tambatan hati. Tiba2 Boy berkata.
"Ayo kita ke mall, saya mau beli boxer, besok juga saya sudah pulang".
"Iya, saya terserah" Mata jons berkaca2, akhirnya Perjaka terakhir turut mermaikan malam valentine.

Mendengar itu, Vale turun dari kamar dengan buru2.
"Kalian mau ke mall?" pnuh antusias, 
"Iya, mau ikut?" kata jons, berharap.
"Tidak, cuma kalo mau keluar klian dulu saja yg pergi, aku juga mau keluar, nnti aku saja yg pegang kunci, msalhanya aku takut klo lbih dulu pulang. Takut sendiri."
Pernyataan yg tidak  masuk akal dikepala kedua pria ini tiba2 ditarik oleh tangan vale yang menyuruh Boy mandi dan Jons makan. Begitu bergantian.

Saat mereka mulai bersiap2 Vale langsung naik kekamarnya. Dua menit turun lagi. Tiga menit naik lagi, begitu seterusnya. Hingga ia naik lagi dan Boy keluar dari kamar mandi dan melihat Jons yang lagi makan dengan biadabnya menghabisi ikan goreng masakan kemarin sambil duduk stengah, kaki satunya terlipat keatas satunya kesamping kayak huruf L didepan TV. 

Jons mengangkat kedua alisnya hingga dahinya mengerut sambil masih mengunyah ikan goreng masakan kemarin seakan memberi isyarat ke boy. Semacam curiga.

Boy membalas dengan senyuman lebar dan kemudian mereka berdua jadian lalu ciuman dimalam valentine. Gak lah, bcanda. Boy tersenyum lebar sambil menunjuk keatas kamar Vale. Mereka berdua seperti tau sesuatu, tapi entah apa.

Setelah mereka berdua telah bersiap2 dikamar sambil sisiran dan parfuman didepan cermin. Tiba2 Jons nyelutuk ke Boy. Vale masih diatas, kamarnya.
"Ehh, kayaknya pacarnya Vale nanti datang menjemput kesini deh" Rapiin baju.
"Iya, itu yang aku curiga dari tadi, kok dia suruh kita buru2 kluar"
"Kayaknya dia malu, atau pacarnya kalo kita liat dia" Rebut2an didepan cermin sama Boy.
"Pokoknya kita pantau nanti dari luar, setelah itu baru ke Mall, takutnya nanti rumahmu ini jadi tempat pacaran. Apalagi ini kan malam Valentine" Ngasih minyak rambut bau mint ke rambut panjangnya tepatnya bagian belakang (kayak ekor kuda).
"Iya yah, awas saja kalo ketahuan pacaran dirumah ini, kalo bertamu sih g pp, yg penting bawa makanan, hehe" Nyengir kayak bencong dapat duit.

Tiba2 suara kaki Vale turun dari tangga terdengar, mereka sontak keluar dari kamar.
"Sudah mau keluar?" 
"Iya, kunci rumah saya ambil satu yah" Kata Jons
"Oke"
Setelah menaiki motor
"Kalo begitu saya duluan" Kata Jons yang dibonceng Boy dengan motor.
"Oke,oke" sambil nunjukin jempol, RCTI Okeeee...Tapi badan nya tetap didalam rumah, cuma kepalanya yg ngintip keluar dari pintu, pas roda motor mereka mulai maju, ia menutup pintu rumah dengan perlahan.

Setelah berputar kompleks sekali. Jons dan Boy kembali kerumah mengintip. Tiba2 ada sebuah motor yg datang ke rumah Jons. Seorang lelaki! Motornya Scoopy!

"Boy sama Jons ada?" Kata Lelaki Bermotor Scoopy
"Ooo, baru2 tadi keluar" Ucap seorang perempuan di halaman rumah. Sepertinya Vale.
Lelaki Bermotor Scoopy pun berbalik dan keluar kompleks.

Boy dan Jons yang diselimuti kegelapan dan nyamuk terheran2, entah siapa gerangan yg mencari mereka berdua. Siapapun dia, sepertinya dia adalah teman seperjuangan (dibaca: Jomblo) Mereka berdua pun mengikuti Lelaki Bermotor Scoopy itu. 

Si Lelaki Bermotor Scoopy berhenti dilampu merah. Ternyata dia adalah TemanG (beneran namanya TemanG). Teman SMK si Boy, Jons juga kenal karna dia sering berkunjung kerumah, dia juga pernah bersembunyi dari pelarian nya dalam menjalani proses taruna di pelayaran. Dilain kesempatan akan penulis ceritakan. Ehm, back to the topic...

"Eh, TemanG!!!!" Seru Jons, tangannya melambai memanggil.
"Kesini dulu TemanG!!!" kata Boy menyusul
Setelah motor mereka singgah dipinggir jalan.
"Ah, sialan kalian berdua, ternyata kalian disini!"
"Kau yang kerumah tadi?" Kata jons
"Iyya, kenapa?"
"Didepan rumah tadi kau lihat siapa?" Boy menyambut.
"Ada laki2 naik motor sama perempuan, sya liat tadi perempuannya baru mau keluar sama itu laki2"
"AHH!! aku bilang tadi apa, benar kan!?" Kata Boy
"Ga papa, yg jelas mereka tidak berdua2an dirumah" Balas Jons.
"Iya, tapi kalo pulang kan bisa saja berdua2an, atau bisa lebih parah"
"Nanti kita liat, eh, TemanG kamu mau ikut ke Mall tidak, cari2 baju?"
"Ah, kalo cari baju malas aku, kayak cwek aja"
"Sekalian saya juga mau cari2 buku disana, mau gk, lo kayak punya pacar aja, sok sibuk dimalam kyak gini, mau ikut ga?
"Okedeh, kalo cari buku gue juga ikut"

Akhirnya mereka berdua berangkat. Sampai Mall, mereka tetap berdiskusi tentang kejadian tadi sambil mengumpulkan bukti2 yang ada.
"Sbenarnya itu cwek tadi siapa sih?" TemanG membuka percakapan
"Sepupuku" Jawab Jons.
"Ooo, brarti laki2 tadi itu pacarnya" kata TemanG
"Ya iyalah" Boy Membentak TemanG

Akhirnya mereka sampai di eskalator.
"Ehh Jons, tdi sore ada motor di depan rumah, itu motor siapa?" Kata boy melanjutkan pembicaraan.
"Oo, itu motornya teman `Vale, katanya dia titip dirumah, temannya mau ke Malino liburan"
"Oo, saya curiganya, itu motornya pacarnya. Dugaan saya pas sore pacarnya yang datang trus Vale suruh pacarnya naik kekamarnya supaya tidak ada yang tau, artinya pacarnya sudah ada dirumah sejak tadi sore" Boy menjelaskan sambil jalan2.
"Iya juga sih, soalnya pas temannya datang saya tidak liat karna saya ada didalam kamar mandi. Ehh tiba2 motornya sudah ada didepan rumah" Usap2 dagu.
"HAA!!! Kasus ini jadi semakin menarik" Seru TemanG, seperti mencurahkan ide.
Jons dan Boy sama2 berbalik ngeliat TemanG.
"Ehm, maksud gue, bisa jadi" suara TemanG jadi kalem.

Memasuki Toko baju, pembicaraan mereka sudah semakin dalam dan Jons sudah mulai terlihat emosi, sama seperti Boy.
"Oiya! Tadi sore kan kita mau perbaiki atap yg bocor diatas rumah, tapi Vale bela2in kita untuk tidak masuk kekamarnya,ga kayak kemarin2" Kata Jons menambahkan.

 Mereka berdua memang selalu naik atap lewat jendela di kamarnya Vale
"Ohh, iya yaa!, brarti sudah jelas, pacarnya tadi sudah ada di kamarnya sejak tadi sore!"
"Kalo memang seperti itu, berarti kita kecolongan!, bisa2nya pacarnya masuk rumah tanpa izin sama saya!, apalagi masuk kamarnya Vale!!!" Si Jons kesal
"Nanti kalo sampe rumah, trus motor yang tadi sore itu masih ada, ga usah pikir panjang, lngsung naik saja kekamarnya Vale, dobrak pintunya, kita hajar pacarnya!" Kata Boy
"Pasti itu!" jawab Jons.

Di toko buku tiba2 Vale menelpon Boy ia meminta Boy untuk membelikan Vale Es krim di mall itu. "Spertinya ia coba mmperlambat situasi" cerutu Boy

****

Sampai rumah mereka bertiga tidak melihat motor yang tadi sore terparkir didepan rumah.
"Sudah tidak ada Boy"
"Hmm, peramainan amatir! pacarnya pasti smbunyikan motor, pasti dia masih ada diatas!"

Jons kemudian keatas kamar Vale untuk memberikan es krim yang ia pesan tadi.
Tokk, tokk,tokk "Vale ini es krim mu"
"Oke tunggu" grtakk, grtakk (suara kunci pintu) lima menit begitu terus
"Maaf kuncinya rusak2" masih berusaha membuka pintu.
Jons tetap didepan pintu. Curiga.

Vale kemudian membuka pintu sempit sekali, lalu mengintip.
"Mana esnya?"
"Ini" mencoba mengintip kedalam.
Setelah mengambil esnya Vale memberi Jons uang ganti. Jons pun langsung turun kebawah, tambah curiga.

"Sepertinya betul, pacarnya masih ada diatas" memberitahukan Boy dan TemanG
Akhirnya mereka berdisukusi bagaimana mencari alasan supaya masuk ke kamar Vale dan memekrisa apa yg ada didalam.

****

Pukul 23.25 Jons naik kemar Vale dan mengetuk pintunya.
"Val?"
"Mmm, Iya" suaranya sperti baru bangun
"buka dulu pintunya, saya mau ambil palu2 sama terpal yang ada diatap tadi ketinggalan waktu perbaiki atap"
(Beberapa menit tak terjawab)
"Val?"
"Iyaa?"
"Buka dulu pintunya saya mau masuk ambil palu2"
"Aii, bsok saja, aku capek sekali malam ini"
"Besok subuh Boy sudah pulang ke kampung, makanya saya mau angkat memang terpalnya keluar, takut bsok g ada yg bantu"
"Besok pi jee" mulai merengek
"Tidak bisa, boy besok sudah pulang"
"Besok biar Vale yg bantu"
"Ah, tendanya diatas itu besar, ayolah, buka saja, kan cuma sebentar, g perlu makan banyak tenaga"
(Beberapa menit tak terjawab)
"Val?"
"Hmmmm, aku mengantuk sekali"
"Sebentar saja!"
(Beberapa menit tak terjawab)
"Kalo begitu kakak turun dulu Vale mau pake baju"
Dalam hati Jons seakan brkata apa hbungannya saya turun kan g bkal kliatan juga, pintunya saja blum terbuka -,-

"Sudah?" tanya Jons.
"Dulu" jawab Vale
Boy kliatan sudah bersiap dibawah menerima panggilan Jons saat diatas nanti, sedangkan TemanG berjaga2 diluar rumah.

Sejenak Jons naik menuju dpan kamar Vale lalu mndekatkan kupingnya, terdengar seperti suara orng berbisik. Jons masih ragu2, mendekatkan tlinganya lagi dan Krekk, krekk!!.
Pintu mulai terbuka. Jons pura2 turun kebawah, lalu naik lagi.
"Sudah?"
"Iya, tapi ambilkan vale air dingin dulu, vale haus"
"Boy, ambilkan Vale air es!!!" Jons tidak mninggalkan kamar Vale, dia hanya mnatap kebawah tangga smbil berteriak

Jons mulai masuk. Matanya liar menatap ke kasur, lemari, tv dan smua barang yng brpotensi mnjadi tempat persembunyian dan akhirnya smpai ke jendela.
"Ini airnya esnya" Boy tiba di depan kamar Vale. Dan vale masih didekat pintu.
"Boy ambil dulu kursi saya mau panjat jendela" Jons berbalik ke arah Vale dan Boy.
Boy berdiri pas dijalan masuk kamar dan vale berdiri dibelakang pintu.

Dibelakang Vale, Jons melihat sesosok orang, lebih tinggi dari Vale, Jons dan sosok itu bertatapan kemudian turun ke mata Vale. Jons berbalik lagi. Seluruh tubuhnya gemetar. Tanpa mengetahui sosok itu Boy datang dengan kursi. Jons lalu menaruh kursi tersebut dibawah jendela, manjat kemudian keluar lwat jendela dan disusul Boy. Vale, entah posisinya dimana.
"Kau lihat tadi!?" Kata Jons geregetan.
"Tidak, dimana tadi?" sambil melipat terpal
"Dibelakang Pintu!!!!, Akh! Sial!, pasti dia sudah turun. Lari dan pulang!"
Boy diam saja, lalu lanjut melipat terpal. Stelah itu mereka berdua keluar dari kamar vale. didepan pintu sudah ada vale bersiap mnutup pintu. Dibelakang pintu sudah tidak terlihat sosok itu. 
"Boy, kau turun dulu sebentar, Vale kau masuk kamar dulu ada yang mau saya bicarakan"
Boy kemudian turun, dan Vale masuk kekamar bersama Jons
"Siapa tadi itu di belakangmu?!" menggaruk2 kepala. Pusing
"Teman aku" jawab Vale, wajahnya pucat
"Ah, kamu bohong!, siapa tadi itu!?"
"Pacarku" menunduk
"Trus dia ada dimana sekarang?" 
"Dikamar sebelah sembunyi" 
Tiba2 suara Boy menggertak sambil memukul tembok dngan besi terdengar lantai bawah
"Woi, keluar kau. Kurang ajar!"
"Bukanji, dia itu dibawah dipukul sama boy"
"Aii, jangan..." Vale membuka pintu kamarnya lalu didpan kamarnya tepat dsamping tangga berdiri seorang pria tingginya sekitar 167 cm, memakai kaos polo dan kurus. Ternyata dia yang dilihat Jons tadi

Dengan kekesalan yang memuncak Jons menggertak pria itu sambil memukul2 pundaknya.
Disusul dengan boy dan TemanG yang naik keatas tangga.
"Aaaaa!!!! ini dia orangnya, kurang ajar!" Kata boy mendekati si pria itu, tapi ditahan oleh temanG.
"Orang bertamu punya tata krama bos, tidak begini caranya!, tidak ada bedamu dengan pencuri kalo begitu!" Jons menggertak lagi
"Sudah, saya yang salah, salah yag suruh dia bermalam disini" seru Vale menenangkan.
"Iya, saya tadi mau pulang, tapi ditahan sama Vale, katanya disni saja dulu" kata si pria.
"Ah, diam kau Vale! kau juga itu yang kau tempati kamar perempuan! mana bisa kau tidur disitu ******* *****kk"
"Iya, saya salah, maaf"
"Maaf, maaff, kurang ajar, masuk2 rumah ornng kayak pencuri" Boy kemudian mendorng pria itu keatas tangga. temanG masih tetap berusaha menahan Boy.

Pertengkaran terjadi skitar 15 menit hingga di klimaks Boy memukul wajah si pria kurus ini, disusul Vale yang nangis, mukanya memerah.
Dan akhirnya Jons mengajak pria ini untuk brmalam untuk smentara dirumahnya smbil menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi.

Si pria kurus, meminta maaf telah lancang berbuat bgitu. Mereka berdua jujur tidak berbuat apa2 didalam kamar, kecuali tidur dan ketakutan. Vale tidur dikasur dan pria itu dibawah.

Mereka berdua mengaku baru melakukan perbuatan yang salah malam itu, karna takut sejak sore pacarnya datang Vale lngsung mmbawa pacarnya ke kamarnya. Ia takut, pacarnya tidak di izinkan masuk rumah. Mengingat kejantanan Boy dan Jons sebagai jones2 sadis.

Paginya si pria kurus pulang diantar temanG ke rumah tantenya naik motor, Boy pulang ke kampung dengan mobil sewa yang menjemputnya sedangkan seperti biasa jons tertidur pulas tak berbelas kasihan.

Pas bangun, disiang hari Jons merasa sndirian dirumah, tak ada orang. 
Beberapa menit kemudia Vale datang mengetuk pintu dan membawakan Jons ayam penyet
"Oiya pacarmu yg tadi malam kemana?"
"Itu tadi yang antar saya, dia sudah mau pulang" buka spatu
"Oo, kamu sudah makan?" menaruh ayam penyet nya diatas meja makan
"Iya, sama dia tadi"
"Ooo" dengan tersenyum bangga menyantap ayam penyet hasil permohonan maaf tersangka semalam. ~Sekian.


Siapa lagi yang mau malam valentine bareng pacar? sini biar jons, boy dan temanG yang menyelidiki. 

Jangan lupa ayam penyetnya......




32 komentar:

  1. Balasan
    1. Lebih kasian yang penyakit drah tinggi :v

      Hapus
  2. oh gw tau, pasti lo yang si pria kecil itu ye
    wah parah lo, kayak maling
    lain kali jangan kayak gitu, apalagi di kamar cewek, ah
    bukan muhrim lagi
    itu bisa bahaya, ajak2 napa

    BalasHapus
    Balasan
    1. salah nik, bdan gw agak bsaran dkit.
      Nnti gw ajak. Kbetulan gw jga btuh stuntman.

      Hapus
  3. gak apa2 jomblo. dibanding yg ada pacar tp sering bertengkar buat apa

    BalasHapus
  4. betah amat jadi jomblo kawan, Tembak dia do si Rex *sebagian teks nyebur ke kali* teman kampuyuss myuu hehe

    BalasHapus
  5. Jomlo mah, gitu. Apa2 bawaanya baper mulu. Pas makan, liat paha ayam. Inget paha mantan.. :D

    Gue sih, gak ngurus malah palentin. Gak ngurus. Dulu, waktu alay ikutan juga, biar keren. hahaha

    Semoga jomlo lo cepet sembuh, bro. Jangan lama2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cra smbuhin jomblo itu kek gmana ya mas? saya sdah akut ini. Dari lahir smpe skarang g smbuh-sembuh -_-

      Klo gw liat paha ayam brsyukur mas. Sujd syukur trus puasa 1 menit.

      Hapus
  6. gak usah sedih klo jomblo di mlm valentinan. yg suami istri aja blum tentu ada valentin-valentinan. contohnya emak babe gue. malam valentin mreka biasa ja, gak ngaruh apa2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Btul tuh andy, saya salut dengan emak babe mu. Salam dari emak babe ku.
      Sama2 g mrayakan mlam valentine.

      Hapus
  7. valentine memang bukan panggung untuk para jomblo. malem valentine pun sama aja rasanya, tetep nggak ada kasih sayang yang bisa dikonsumsi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf jev malam valentine itu bukan pete' yg bisa dkonsumsi.
      Malam vlentine itu bencana alamnya pra jomblo

      Hapus
  8. Aku mah malem Valentine bareng kucing-kucing, lagian juga waktu itu gak inget sama Valentine, anggap aja valetine itu gak ada wahai para jomblo hahah~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok sama nov? apa kita ditakdirkan bersama?
      Mungkin itu brarti kita joooo...........
      MBLO.

      Hapus
  9. Ga usah di buat beban kalau jomblo pas valentine, be happy :3

    BalasHapus
  10. menarik sekali artikelnya gan......jomblo itu bukan sebuah aib gan...meskipun jomblo, masih bisa kok merayakan valentin yang lebih seru, sebagai contoh sama temen-temen karib..

    BalasHapus
  11. Haha ane sedih ini mah bawanya gan, cepet cari pacar gan, mumpung lagi diskon sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. g usah sedih gan, tidak punya pacr bukan berarti hdup kita jadi melow. Nikmatin aja sesuka hati karna tuhan selalu tahu jalan hidup terbaik yng akan dilalui seseorang. Just make it easy.

      Hapus
  12. Jomblo gamasalah yg penting happy...ITU :D

    BalasHapus
  13. yaelah santai gan, ente ga sendiri #hidupjomblo

    BalasHapus
  14. mungkin karena saking takutnya jadi pacarnya gak di kasih tahu sama orang rumah, padahalkan sebaiknya di kasih tahu, kan gak mungkin juga kalau gak di ijinin kalau disana memang banyak pria daripada nginep dan tidur di kamar pacarnya kan malah mengundang fitnah.. hmm

    BalasHapus
  15. Ini postingan valentine taon lalu tapi gua bacanya menjelang valentine taon ene..
    maaphkan saya..
    Hahahha...
    Kasian yah yang jomblo.. :p
    (Padahal gua juga joblo #hiks..)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggk papa lic. Yg salah itu kalo blum pernah baca sama sekali, muehehe.
      Salam laskar tuna asmara :)

      Hapus

Singgah ki' :)