Minggu, 28 Februari 2016

Help! I Need a hoilday!



Post yang telat dua minggu, yoweslah lanjut saja, krna post ini saya jadi g bisa move on. ASLI!

****

Yooo, salam.
Subuh ini saya  sedikit mau mengungkapkan kekecewaan yang terjadi terhadap makhluk yang bernama mahasiswa arsiktek. Tolong jangan remehkan arti sebuah liburan bagi kaum kami terutama mahasiswa arsitektur yang jones (silahkan angkat tangan kawan2)

Jadi ceritanya begini...

Sumber: Klik disini

Semua bermula ketika rapat yang membicarakan tentang "Studi ekskusi" yang akan diadakan oleh salah satu mata kuliah yang bernama "Perkembangan arsitektur 2" yang rencananya akan dilakukan di pantai dewata bali. Yeaaaayyyy. 

Momen ini adalah momen yang ditunggu2 bagi kaum kami, sangat ditunggu2. Terutama saya sendiri. Kemana2, dimana2 dan sampai mana, ketika dipanggil untuk refreshing baik itu ke pantai, mendaki, karaoke atau mendaki sambil karaoke, saya selalu menolak dengan alasan mau mnyelesaikan tugas secepat mungkin supaya bisa melampiaskan  hasrat dan nafsu bejat liburan nntinya ketika studi ekskusi di Bali (gw sangat berharap. SANGAT!)

Berhubung kami (angkatan 2014 arsitektur) sedang menjalani proses untuk menjadi bangkai hidup yang berjalan (dibaca; smester 3)  kami sangat antusias ketika rapat2 yg membahas tntang studi ekskusi ini, terutama rapat pembentukan panitia yang terdiri dari Ktua panitia; Sekertaris; Bendahara dan Babu-babu yang minta nyusu (Nah itu gue).

Sebelum itu kami tentunya mencari orang yang bisa menunjukkan, mengarahkan dan meng- service kami disana. Tidak lain dan tidak bukan terlebih dahulu kami harus mencari travel yang tepat dan bersahaja dalam segi uang dan pelayanan.

Sebulan sebelum keberangkatan, kami sdah menemukan travel yang tepat untuk menemani kaum kami ketika disana (Bali). Rincian yang membuat kami setuju dengan travel tersebut adalah :

1. Jumlah pembayaran keseluruhan dari travel tersebut adalah Rp. 1.900.000 (sudah               termasuk uang naik elang. Gak lah pake pesawat Garuda (pulang pergi), makan, Bus           dan hotel (salah satu hotel di Jl Legian Bali) selama 4 Hari 3 Malam.
2. Pihak travel adalah kenalan dari keluarga kaum kami. Jadi 80% kami percaya lah.
3. Sebagian dari kaum kami lebih tergiur dengan harga miring dari travel tersebut.
4. Uang Rp. 1.900.000 itu juga sudah termasuk baju Studi ekskusi supaya kami selaras.

Hari demi hari, tugas demi tugas dan penderitaan tiada henti terjadi di semester 3 kemarin, Hingga sampai tulisan ini diterbitkan bayang2nya tetap mengitari otak ini (tsahh). Pembayaran juga telah kami lakukan sesuai nominal yang ada diatas dan tak lupa pula kumpul KTP, cuci kaki, minum susu trus tidur skalian..

Dan tepatnya seminggu sebelum pemberangkatan, setelah final. Lahirlah informasi dari ketua panitia bahwa kami (Angktan 2014 yang digabung dengan angkatan 2013) akan berangkat pada tanggal 10 Februari subuh pukul 06.00 dan 06.40. (dua keberangkatan).

Tiga hari sebelum keberangkatan saya sudah membuat mind map untuk segala sesuatu yng perlu disiapkan. Kalo g percaya silahkan liat dibawah ini.


Saya buat ini dengan tempo yang sesingkat-singkatnya.
(2 jam stengah, sepetiga wage)


And then, Sehari sebelum hari pemberangkatan, kami melakukan rapat lagi untuk membrikan panitia kesempatan menyampaikan jadwal tour kami ketika smpai disana, agenda kegiatan penelitian dan proses pengambilan data. yang juga dihadiri oleh dosen pembimbing mata kuliah tersebut.

Dalam rapat tersebut ketua panitia bilang "Baju nnti malam sudah selesai dan sudah bisa diambil" Kami pun menyambut kabar tersebut dengan suka cita sambil berpelukan satu sama lain lalu perasaan saling suka mncul, kami pun jadian dan hidupp bahagia (The end continue)

Hm. Setelah rapat, tekad kami semakin kuat untuk berlibur dengan suka ria di Pantai dewata Bali. Yeaaayyyy!!!

Sekira di sore hari tepatnya malam ini, kau rindukan aku...(nyanyi). Serius, tepatnya disore hari berwarna biru, sebiru hatiku (lagi). Sorry saya terlalu depresi mengingat kejadian sore itu.

Hm, Okaoke. Teptanya sore itu di group line angkatan kaum kami mncul obrolan seperti dibawah ini.

Itu artinya keberangkatan kami ditunda. Karna elang nya lagi hamil 2 stengah kliwon.

Setlah mendegar kabar miring dari harga miring tersebut. slah satu teman saya mengupload foto dari tmannya yg bekerja di maskapai tmpat kami mmsan tiket. 



Ya Allah.
Jadi ceritanya si travel ini uangnya dibawa lari sama pihak ketiga yg ia percayakan untuk memesan tiket pesawat (cerita dari versi yg saya dngar dari teman)

 Setelah itu malamnya sama2 kami berkumpul di wrkop. berdiskusi begaimana peneyelesaian nya bersama pihak travel, itupun tanpa sepengetahuan dosen bahwa keberangkatan ditunda. 

Diwarkop tersebut di putuskan bahwa keberangkatan kami yang awalnya hari Rabu, tanggal 10 Februari 2016 dipindahkan sehari setelahnya atau besoknya dihari Kamis tanggal 11 Februari 2016 dengan jadwal yang sama. Dengan catatan dosen diberangkatkan pada tnggal 10 itu. 

Ya mau bagaimana lagi nasi sudah jadi karbohidrat. Keputusan itu didasari oleh ketakutan kami kepada dosen yang sudah menyiapkan barangnya dan pamit dngan istri, anak. nenek moyang trus besoknya tidak jadi, mau dibawa kemana wajah kami? akhirnya setelah menelpon sbgaian dosen yg ramah kami mnginformasikan bahwa ada msalah dipihak travel dan mereka dberangkatkan lebih dulu. Walaupun ada juga dosen di keadaan yg gnting bgini tetap memnita layanan berkualitas "Oke, kalo begitu, tapi saya tidak mau kalo tidak naik maskapai g**uda" Wtf? Minta yg pling mewah lagi, padahal cuma naik L*on.mntanya itu.

Paginya mereka sudah berangkat dengan snang hati, walaupun tidak didampingi oleh kami.
Saya pun sedikit lega karna tetap berangkat kebali setelah sebelumnya degdugan takut g jadi berangkat. Paginya saya tertidur dngan damai, mengumpulkan tenaga untuk besok. Siangnya saya bangun mengecek kelengkapan tas dan barang bawaan , tmbah sana, tambah sini. Sambil mengecek group angkatan,menunggu informasi tntang tiket dan baju.

Maju ke sore hari, tetap mengecek cnda gurauan tman krna hampir g jadi berngkat. Setelah maghrib gw ttap setia menunggu angin membawa kabar. Jam 7, 8, 9 kok nyamuk yang datang, aku langsung (sorry, nyanyi dikit). Dan pada jam 9 perasaan gw mulai g enak. Entah panita sedang sibuk urus tiket malam itu atau ada masalah lagi, saya tdak tau. Tpi informasinya tk knjung mncul padahal besok pagi2 skali kita sudah berangkat, berangkat, berangkat, berangkat (bergema)

Dengan sisa2 harapan yang sjak kemarin sya kmpulkan, saya masih menunggu. Sampe jam stengah 11 malam pemirsa! info tiket dn baju masih tak knjung dtang hingga akhirnya....


Kabarnya sudah tidak miring. Fix Bali kini tinggal hanya angan semata :( 
Saya malu setengah mati. Orang2 drumah tntunya sebagai manusia normal ktawa2. Trima kasih trtawaan nya. Tpi dlam hati kcil saya masih brharap bisa brangkat. Dan cerita dua hari ssudahnya tepat hari senin panitia lagi2 mengadakan rapat akhir penentuan, bersama dosen yg tadinya ada dibali pulng kembali mndengar kabar kami tidak jadi menyusul.

Disana kami dimarahi stengah mati. Bacot sana bacot sini ditengah2nya pulau jawa. Malamnya, setelah maghrib, ibu2 travel baru dtang untuk mmpertanggung jwbkan apa yg ia perbuat. Awalnya ada ide dri dosen untuk ttap mmbrangkatkn kami demi mnanggung malu. Tapi saat ktua jrusan dtang, ia mmbawa kabar bhwa "Tidak boleh ada lagi Studi ekskusi ke Bali, ini teguran langsung dari Dekan" Maka berakhirlah smua. Dan lebih parahnya lagi, ternyata tmpat travel yg kami percayakan ini mnggu lalu masuk koran karena kasus pnipuan! bedanya sebgian korban sbelumnya tdak jadi brngkat ke Thailand.



Padahal semua barang sudah siap :(

Sekarang yang ada dibenak saya adalah bgaimana uang keBali bisa kembali 100%. Setelah rapat selesai, hasilnya:

Sertifikat rumah jadi jaminan pemirsa
Hasilnya sampe sekarang saya msih mnunggu pelunasan uang yg katanya smpe tnggl 5 Maret. Gara2 itu juga saya msih ttap stay di Makassar (tidak pulang kampung) mngkin di post selanjutnya akan sya critakan.

Hingga pada akhirnya smpe skarang saya blum prnah liburan atau semcamnya, paling cuma drumah baca buku, makan, tidur, rapat organisasi, ngeBlog, latihan mngetik 10 jari dan bermalam minggu ria (sendirian).

Tapi dibalik itu semua saya percaya smua ini pasti ada hikmahnya, mngkin saja kami dilarang untuk kesana krna satu alasan yang tlah ditntukan oleh Tuhan, krna jujur saja seblum hari kberangktan, perasaan saya selalu tidak enak, entahlah. 

Saya jadi ingat kata motivasi dari buku Napoleon Hill yang berjudul Menjadi kaya dengan kedamaian pikiran

"Setiap kemalangan, setiap kegagalan, setiap rasa sakit hati pasti membawa benih keberuntungan yang setimpal atau bahkan lebih besar"  -Napoleon Hill
.
Mngkin skarang waktunya menunggu keberuntungan yang setimpal atau bahkan lebih besar. Siapa yang tau? :)



19 komentar:

  1. Yah gagal deh sob saya minta dibawain oleh2
    Pdahal pengen banget minta dibawain bule2
    Ya udah egga apa2
    Ambil hikmahnya aja
    Ambil uang gantinya juga ya
    Sekalian uangku ambilin ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hikmah nya dmana nik? klo ketemu tnyain saya lagi nyariin.
      Uang gantinya smentara otw.
      Bukannya lo juga bule? mau ktemu sama saudara ya? syang g jadi nik.

      Hapus
  2. Wkwkw anak arsitektur ya wkwkw :D butuh liburan banget itu :D tapi sayang ya gagal -_- wkwkw aku liburan ini nggak kemana-mana juga kok :D feel free ajaaaah, besok udah kuliah -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahh, feel nya aja yang free tapi mind nya ga bebas. Kuliah tnpa liburan itu bagai pinang dibelah dua (?)

      Hapus
  3. Yaaaaahhhhh...... acaranya B U B B A A A A A A R R R R!!

    belum rejeki :P
    Selama ini sih kalo mau jalan-jalan, selalu pesen semuanya sendiri lewat app travel. jadi nggak pernah ada cerita kena tipu sana-sini. Lagian emang lebih gampang begitu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo sndiri mmng lbih gmpang ran, klo ini seratus orang lebih yag mau dberangkatkan dan diservice dsana, gmana ga ribet?

      Hapus
    2. oh iya yah, bener juga.

      Hapus
  4. yaahhh ... bubrah acaranya, ini mah kayak ditinggal pas lagi sayang-sayangnya lagi sayang dan cinta maksimal.

    ngenest banget.
    kena tipu juga, itu kok bisa malah dibawa kabur.. parah itu, harus dibasmi tuh.
    sertfikat rumah jadi jaminan mantaap.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan2, ini kayak kita lgi e'ek tapi pas itunya udah stengah kluar, eh dlmpar pake batu (kayak kucing) nah yang lmpar batu itu travelnya. -_-

      Hapus
  5. wanjir, masih musim ternyata penipuan macem gini, gue kira udah gak ada yang percaya dengan biaya yang begitu miring.
    tapi untunglah, kalau uangnya bisa dikembalikan haha :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya di. Klo ada niat musim itu pasti datang, alasan saya percaya sdah saya paparkan diatas eh, trnyata penipu brkendak lain.
      Blum erdi, uangnya blum kmbali, masih mnuggu smpe tnggal 5 bulan ini.

      Hapus
  6. Akhirnya .... Nafsu bejat lu kagak kesampean nak....
    ckckckckckk turut berbela negara..... eh sungkawa...
    hihiy

    BalasHapus
    Balasan
    1. untungnya bgitu mas, hehe.
      Lbih baik berbela negara karna kita tidak tau dari mana asalnya sungkawa. :D

      Hapus
  7. bang reyhan, bang reyhan... bang reyhan orang sulawesi yah ?? dari logat chat temen-temennya sih kayaknya orang sulawesi nih trus di headernya ada tulisan lontara, apa bener nih ? jangan abang ini tau Mangkasara,

    wah kasian yah bang, nga jadi ke bali. Sabar bang semua ada hikmahnya siapa tau waktu itu jadi ke Bali pesawatnya malah jatuh di selat makassar :'v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bang izhar saya orang sulawesi, tepatnya Kab. Pinrang, kotanya Musdalifah standup coomedy academy (yang kurang trkenal) biasanya orang mangkasara itu artinya orang Makassar, saya orang bugis pinrang dan sekarang kuliah di Makassar zhar.

      Naudzubillah, mdah2an ada hikmahnya.

      Hapus
  8. wahh zaman sekarang harus hati-hati sekali ya untuk melakukan travel ke berbagai daerah ataupun luar negeri, harus yang terpercaya agar tidak tertipu,, hmm

    BalasHapus

Singgah ki' :)