Minggu, 20 Desember 2015

Percaya dengan alat (Percobaan Fisika Bangunan)

Haloha! Apa kabar teman-teman pembaca. Hari ini saya sempatkan lagi waktuku untuk menulis, walaupun sekarang ini saya lagi terjepit sama yang namanya tugas yang membabi buta. Mulai dari tugas Fisika bangunan, Cad, Studio perancangan, Perkembangan arsitektur, SKB (Struktur Kontruksi Bangunan) dan tugas beres-beres rumah (Termasuk mencuci, memasak, dan ngupil).

Hujan juga sudah mulai rajin-rajin nya, sudah 4 hari berturut turut dia nangis (Mungkin dia di-php sama manusia) karna kemarin kita mintanya hujan. Pas hujan turun malah kita-nya yang mengutuk kalo hujan datang (Duh!) Karna itu juga saya yang kena imbasnya. Atap di setiap objek vital saya mengerjakan tugas bocor sehingga mengakibatkan sebagian tugas saya basah. Betul kata senior. Semester tiga itu susah karna bekerjasama dengan hujan (Romantisnya). Mungkin kita bisa bekerja sama dengan matahari dan power rangers untuk membasmi tugas dan hujan (Hehehe)

Saya mau menceritakan sesuatu teman-teman. Kejadian ini bermula ketika saya dan tim kelompok percobaan Fisbang melakukan penelitian yang namanya Artificial light as colour impact. Dalam penelitian ini kita disuruh mengamati cabe-cabean. Eh, maksudnya lampu beserta perubahan warnanya ketika terkena berbagai jenis lampu. Hari itu saya bertugas merekam, teman saya yang namanya iwan kariyono memegang luxmeter (Alat mengukur tingkat pencahayaan) beserta teman-teman yang lain yang mengamati, ada juga yang mencatat.

Prof. Iwan Kariyono sedang melakukan penelitian.
Dalam proses merekam semuanya hening dan serius memperhatikan. Setelah waktu yang ditentukan selesai (Tiiit) suara stopwach berhenti.

Saya                     : Sudah!
Teman 1               : Berapa tingkat pencahayaan nya iwan?
IwKar                    : Tunggu dulu (Sambil menggoyang-goyangkan alat)

Melihat itu saya penasaran apa yang dia buat.

Saya                       : Kenapa mu kasi begitu?

Saya melihat angka pada luxmeter hanya menunjukkan 0.00

Teman 2               : Ededeee, lamanya obet (Nama alias Iwan kariyono. Selain dipanggil                 Iwan kariyono ia juga bisa dipanggil Obet, Iwan Buton dan Muka                        beton karna kelebihannya berwajah beton)
Saya                      : Kenapa bisa 0.00.

Setelah cukup 5 menit menganalisa secara seksama dan dengan tempo yang selama-lamanya. Iwan pun angkat bicara.

IwKar                     : Hasilnya 0.00! (Dengan nada yang tegas)
Teman 1               : Ih, Kenapa bisa begitu?
Saya                     : Padalah semua lampu tadi ada semua nilainya, masa ini tidak ada.
Teman 2               : Tidak salah ji itu obet?
IwKar                    : Ini memang begini nilainya. Tulis saja! (Nada suaranya bertambahtegas)
Teman 2               : Ih, tidak boleh begitu obet, ulangi coba
IwKar                    : Saya sudah bilang 0,00 (Intonasi suaranya bertambah cepat) Tulis                                         saja....Kau tidak percaya alat kah? (Dia menggertak)

Kami pun semua tertawa mendengar celoteh atau tangisan atau gertakan atau, entahlah disebut apa gaya bicara makhluk seperti dia. Kami pun dengan bodohnya percaya dengan alat kata si Iwan Kariyono.

Minggu lalu sempat menjadi minggu yang sangat sial. Dimana motor, print, dan laptop ku bekerjasama membuat adegan sedih (Sama-sama tidak mendukung)

Diketahui :
Motor   = Kuncinya hilang (Habis dibegal) Yang pake bukan saya, tapi teman saya.
Print     = Rusak (Diduga kertasnya nyangkut terus)
Laptop  = Cas nya tidak bisa masuk (Kadang bisa, kadang tidak)

NB          : Aplikasi Autocad di laptopku juga sering error karna tersangkut dan keluar tanpa alasan yang jelas.

Penyelesaian:
Motor   = Om datang dari pinrang + Dipebaiki + Kuncinya diganti
             = Aman!
Print      = Rencana mau perbaiki sendiri - Tapi gak tau yang bermasalah apanya
              = Error
Laptop  = Casnya saya ikat2, gulung2 dan lipat2 – Tambah rusak
             = Beli laptop baru! (Muehehehh)

Apapun masalahnya saya tetap berharap semua tugas di semester ini bisa saya selesaikan dengan baik teman-teman. Selain itu saya tetap selingi dengan membaca buku dan buku yang selesai saya baca akhir-akhir ini bukunya Jefferly herlian yang judulnya tentang SEO-SEO begitu dan masih ingat buku biografi dari Andy F Noya yang di TTD langsung sama dia? Yupz, bukunya baru kemarin saya selesai baca.

Overall, mudah-mudah akhir tahun ini bisa menjadi semester yang paling berkesan baik. Dan berharap kedepannya blog ini semakin banyak pembacanya. (Hehe)
Mungkin sekian yang dapat saya sampaikan. Saya Reyhan Ismail melaporkan langsung dari tempat kejadian.

Bdw, saya sekarang ada dikamar guys, yang dingin nya bukan main. Ac tetapji jalan dan diluar tetapji juga hujan. Sambil kerja-kerja tugas CAD.


2 komentar:

Singgah ki' :)