Sabtu, 24 Oktober 2015

Kecewa dengan pemilik warkop

Malam ini tepat pukul 23.46 saya sedang dirumah. Sendiri. Lagi.

Dua jam lalu saya sangat kecewa dengan kasir warkop. Tadi itu saya singgah pas didepan warkop. Nama warkopnya adalah *** Warkop, sudah berkali-kali saya berkunjung kesana untuk sekedar menikmati wifinya tanpa pesan kopi. Nah, pas selesai parkir motor, saya berjalan memasuki warkop dengan pedenya seperti hari-hari kemarin. Pengunjungnya sedikit sepi, dua tiga oranglah.

Setelah sampai didepan kasir saya bilang "Voucher ta satu" kasirnya pura-pura budeg, saya ulangi lagi "Tabe, voucher wifi ta satu" 
"Ooiya" sambil mengabil vouchernya dilaci depan.
"Mau pesan apaki?" pertanyaan itu sudah sering saya dengar ketika kesana. Dengan jawaban yang sama seperti kemarin saya jawab "Tidakji"
Si kasir diam. Kayaknya dia sedang berfikir, mukanya agak gugup untuk mengatakan sesuatu.
Sepertinya dia mau nyatakan cinta sama saya.

"Tidak bisa begitu" Seketika saya kaget dengan jawabanya. Baru kali ini dia bilang begitu kepada saya "Maksudnya mas?"
"Harus ki pesan minuman"
"Oo, memangnya peraturannya sudah direvisi sejak kemarin?"
"Iyye', kami sudah melakukan rapat pleno dengan pengurus warkop tadi kemarin malam"
"Oohh.." Sambil mengutik kantung celana. Uang saya tidak cukup untuk pesan minuman. Lagipula minuman disana lumayan mahal, kisaran Rp. 10.000 itupun hanya kopi. Indominya? Harganya Rp.6000! Pake nasi? Tambah lagi 2000! Jadinya Indomi +  nasi Rp. 8.000! yang tadinya indomie bisa dibeli diwarung Rp. 2.500 dan bisa masak nasi sampai puas dikos jadi Rp. 8.000?

Gila ini orang! "Tidak usah mi pale kalo begitu!" mukaku agak kecewa, kemudian langsung pergi.
Ah, rasanya besok-besok saya tidak akan kembali kesana. Kecuali kalo saya mau kembali lagi.

Saya kecewa sekali. Marah? Iyya! tapi saya mencoba berfikir positif.

Kalo difikir-fikir. Itu namanya warkop. yang artinya Warung Kopi. Tempat orang minum kopi, bukan tempat orang yang hanya menikmati wifi kayak saya. Disitu saya sedar mungkin saya nya yang salah.
Iya betul, saya memang yang salah -_-

Akhirnya malam ini saya Ngeblog pake kuota hotspot portable di smartphone. Aslinya, pake kuota yang tadi saya beli sebesar 1 Gb. Itu selama tiga hari, harganya 10 ribu. Kalian taulah itu kartu apa.

To the end. Buat kalian mahasiswaa pejuang hemat, jangan pernah berhenti berjuang untuk mandiri. Jangan menyusahkan orang tua. Kalo perlu cari uang secepatnya. Jeli lah melihat peluang hemat yang ada, walaupiun malu-maluin kayak saya.

Itu semua saya lakukan supaya tidak terlalu sering minta duit sama orang tua. Mungkin cukup untuk malam ini readers! Terima kasih buat kalian yang baca blog (ga' penting) ini. Gutten Nacht!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Singgah ki' :)