Minggu, 15 Maret 2015

Rey-Artikel



Akhir-akhir ini saya sering kali menjumpai beberapa slogan atau  kutipan dari beberapa orang di media sosial yang menyangkut tentang keamanan kota kita tercinta ini. Iya, Makassar. banyak orang mengatakan bahwa keadaan di kota ini sangat tidak aman, berhubung karena banyaknya kasus tentang perampokan dan penikaman yang dilakukan oleh begal atau dikota ini biasa disebut dengan  geng motor. 


Masyarakat seakan menuntut kepada pemerintah atau lembaga keamanan kota untuk mengamankan kota ini dari jaringan geng motor. Dengan slogan #MakassarTidakAman yang beredar di media sosial, membuat saya sebagai mahasiswa warga daerah yang melanjutkan pendidikan kekota ini menjadi was-was untuk kembali ke Makassar. Namun saat saya kembali, keadaan dikota ini cukup kondusif, tidak seperti yang saya bayangkan. 


Masyarakat kota atau pengguna media sosial seharusnya tidak perlu sibuk membuat status bahwa Makassar tidak aman dengan begitu berlebihan, karena akan merugikan sendiri citra kota ini. Bahkan yang tinggal dikota ini juga akan merasa ketakutan. Dan hasilnya hanya akan menciptakan ketakutan bukan kewaspadaan.


Berharap kepada pemerintah dan lembaga keamanan kota juga tidak terlalu banyak membantu. Karena itulah kita sebagai masyakat yang mempunyai jumlah lebih besar seharusnya ikut campur tangan membasmi dan mengamankan geng motor yang kerap meresahkan masyarakat ini. Bukan dengan menulis slogan yang menimbulkan ketakutan, tetapi mengawalinya dengan tindakan.


Menurut saya, tindakan yang perlu dilakukan oleh warga Makassar adalah membentuk pos jaga ditiap-tiap daerah yang rawan aksi geng motor, cara ini agar memperkecil ruang gerak pelaku. 


Selain itu, kita harus saling membantu dan peduli mana kala ada sesorang yang kita curigai diberhentikan atau mulai diancam oleh pelaku dipinggir jalan atau tempat lain. Hal ini karena, saya pernah melihat video cctv yang merekam aksi pelaku. Disana saya melihat si korban ditikam, padahal dijalan masih banyak kendaraan yang lalu lalang hanya melihat kejadian tersebut, saya kurang tau bahwa mereka melihat atau tidak, tetapi yang saya sebutkan disini respon masyarakat melihat disekeliling, bukan sikap tidak peduli sebagai pengguna jalan.


Mungkin dengan adanya campur tangan dari masyarakat diharapkan dapat mencegah aksi-aksi yang tidak diinginkan ketika dijalan. Pemerintah juga seharusnya tidak boleh lalai dalam menjaga kemanan kota, hal ini supaya terjadi kerjasama yang kuat antara pemerintah atau lembaga kemanan seperti polisi, TNI, dll dan masyarakat dapat terjalin agar terciptanya kota Makassar yang aman dan sama-sama kita cintai ini.

Saya akan menuliskan sedikit sajak puisi tentang kota ini, selamat membaca :)

Takut rembulan
Matahari berakhir menyibak terik
Gelap setelah melonjak naik
Mata badik bersiap hanya tertarik
Garis busur terkantung  jadi budak awak

Aku melihat orang bodoh tak tau berita
Berdarah darah dipinggir panggung
Dia ditikam dirampok perut kendaraannya
Oleh orang buta diberi bersuluh  

Kemana daeng prajurit tengah malam
Yang menjaga jalan dari uang lapar
Aku tak tau siapa lawan teman jalan
Kota ini penuh keraguan dalam jalan rembulan




Didepan tempat ini adalah tempat dibusurnya bos polisi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Singgah ki' :)