Friday, February 1, 2019

MAGANG DI MALL


Reyhan Ismail, Magang, Mall Nipah Makassar

KKN versi anak teknik di kampus saya itu ada tiga pilihan, pertama KKN Reguler. Ini KKN versi yang sering kita liat. Di mana mahasiswanya disebar ke kampung-kampung terpencil untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat.

Kedua, ada KKN PPMD. Saya lupa kepanjangannya apa. Hampir sama dengan KKN Reguler. Bedanya, daerah yang ditempati adalah daerah atau desa yang di bina oleh Universitas.

Terakhir, itu tadi yang saya maksud ; KKN Profesi. Kalo bahasa awamnya, magang. Magangnya di perusahaan-perusahaan atau biro arsitektur. Bisa perusahaan konsultan, bisa perusahaan kontraktor, yang jelas bukan di perusahaan jual beli followers.

Wednesday, January 23, 2019

MENGHITUNG METER LARI DI KP PELAKSANAAN



Davincioners, KP Pelaksanaan, Kerja Praktek Pelaksanaan, Magang, Aristektur

Menuai kesuksesan dengan laporan yang paling cepat di-ACC di KP Perencanaan semester lalu, ditambah dengan satu-satunya satu-satunya kelompok yang dapat ‘uang saku’ di KP Pelaksanaan, maka saya tidak perlu mati-matian mencari teman kelompok lagi. Beberapa teman-teman diam-diam menghubungi saya, ada yang chat, ada yang kasih kode dan ada yang bersyukur kalo saya panggil satu kelompok. Termasuk Tiwi yang sekali lagi tidak kapok satu kelompok dengan saya, walaupun saya sudah mengkhianatinya di KP Perencanaan kemarin, Dan di KP Pelaksanaan kali ini, saya tetap melakukan hal yang sama.

Kali ini bukan karna tergoda untuk masuk di kelompok Kak Johan kembali. Lagian Kak Johan dan Kak Adi waktu itu juga sudah dapat kelompok. Tapi karna panggilan dua perempuan yang  di kucilkan dari pergaulan. Namanya Amel dan Dewi.

Tuesday, January 22, 2019

2018 BIKIN APA AJA?




2018

Halo. Ehm.
Saya kembali lagi. Hehe.
Ngga kerasa ya, sudah tahun 2019. Tulisan saya di blog tahun 2018 kalo dihitung-hitung ternyata cuman 10 biji. Kuantitas saya mengupdate blog ini makin lama makin menurun kalo diperhatikan.

Halah, kebanyakan alasan wkwkwk.

Kenapa ketawa saya jadi 'wkwkwkwk' ya.

Ada banyak poin resolusi yang sudah saya capai tahun kemarin. Tahun 2018 saya memang sengaja tidak terlalu fokus di blog. Ini pun untung-untungan bisa sampai 10 post. 

Berikut resolusi-resolusi itu :

Tuesday, October 2, 2018

MENJADI PETANI EKSKLUSIF BERSAMA CROWDE




Crowde, Reyhan Ismail, Petani, Petani kaya, Sawah, Investasi
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Banyak yang beranggapan orang miskin itu orang yang bodoh, orang yang malas bekerja dan orang yang tidak mempunyai kempentesi. Orang miskin bukan berarti mereka bodoh dan malas bekerja. Tanpa di sadari, di sekeliling kita ada sistem dalam sebuah jaringan pekerjaan yang belum di kelola secara baik dan efektif. Sehingga sistem tersebut tidak berpihak pada masyarakat golongan kecil. Seperti itulah yang terjadi pada para petani yang ada di negeri kita. Indonesia.

Petani sampai sekarang masih dipandang sebagai pekerjaan yang identik dengan kemiskinan. Masih banyak dari masyarakat kita yang merasa tidak percaya diri dengan status mereka sebagai petani. Tidak heran, banyak dari para petani ini yang rela banting tulang mengumpulkan uang untuk menyekolahkan anak-anak mereka supaya tidak bernasib sama dengan orang tuanya.

Wednesday, September 26, 2018

TERUNTUK SAHABAT YANG DITINGGAL NIKAH



Alkisah, ada seorang sahabat yang datang ke saya lalu bercerita tentang pengalaman pahit yang baru saja menimpanya. Sebut saja namanya Nain. Beberapa bulan yang lalu, pacarnya (kita sebut saja namanya Tina) memberi kabar bahwa seseorang telah datang melamar dirinya. 

Sialnya, orangtua Tina menerima lamaran tersebut. Alasannya karena faktor kedekatan orangtua dan kemapanan sang calon suami. Dan faktor kedua adalah; adat. Keluarga Tina berasal dari desa. Orangtuanya percaya bahwa tidak baik menolak lamaran seseorang. Jika sampai ditolak, maka tetangga akan memandang rendah mereka. Menganggap anaknya banyak mau, pemilih dan tidak tau bersyukur.