Sunday, September 15, 2019

TERSETRUM LISTRIK




Aliran listrik menggetarkan tubuh saya bersamaan ketika saya menyentuh kabel lampu taman yang telanjang itu. Telinga saya rasanya seperti tersumbat tidak mampu mendengarkan apa-apa. Pandangan saya kabur walaupun saya masih bisa melihat Nurul sepupu perempuan saya berteriak histeris. Saya spontan pipis di celana. Bukan, bukan karena saya memang suka ngompol di celana. Semuanya terjadi secara tiba-tiba.

Sunday, September 8, 2019

MAIN TWITTER




Twitter Reyhan Ismail


"Gila, tweetku kemarin dibalas sama Jupe"

Celotehan itu lah yang memulai awal karir saya dalam dunia pertwitteran. Telinga saya yang begitu sensitif dengan sigap mempertanyakan apa maksud dari pernyataan teman saya itu. 

"Maksudnya? Ada apa dengan Jupe? apanya?"

"Tweet. Aplikasi kayak Facebook begitu"

"Oh, terus, terus?"

"Ya, begitu. Kita bisa ngobrol sama artis-artis, trus dia bisa bales. Kita juga bisa saling follow-followan"

"Follow-followan? maksudnya?"

"Mengikuti, kayak berteman di Facebook. Tapi kalo di Twitter istilahnya 'Follow'"

"Oh, jadi dia bisa mengikuti kita kemana aja gitu? kayak ajudan dong?

"Bukan goblok"

"Hmm...Terus kamu ngobrol sama Jupe?"

"Yaiyalah. Kemarin juga sempet ngobrol sama Iwan Fals di Twitter"

"Memang di Twitter ngobrol apa saja sama Jupe?"

"Mau tau aja lu"

Dulu saya masih SMA kelas satu. Setelah mendengar kabar itu, sepulang dari sekolah saya langsung singgah ke warnet terdekat untuk membuat akun twitter. Setelah saya membuat akun twitter, akun pertama yang saya follow adalah ;

Julia Perez.

Sungguh motivasi yang mulia sodara-sodara.

Dengan rasa penasaran dan nafsu yang sangat membabi buta, saya menelusuri profil Jupe. Mempelajari cara kerja twitter, cara menjawab tweet, cara retweet dan cara menulis tweet yang waktu itu susahnya minta ampun. Untuk meretweet tweet saja, kita harus men-copy tweet terlebih dahulu, lalu setelah itu mengetik RT secara manual. Itupun baca tweet balasannya dari belakang ke depan.

Maka jadilah tweet pertama saya hari itu


Saya juga bingung kok bisa ya saya menulis tweet seperti itu. Seingat saya, tahun 2012 itu memang saya sangat ingin menjadi pemain timnas. Setelah terinspirasi dari perjuangan Timnas Indonesia di ajang AFF. Ditambah lagi dengan film kartun Tsubasa yang ditayangkan tiap sore di RCTI. Oiya, sejak SMP memang saya juga sudah aktif di ekskul sepak bola. Maksudnya aktif duduk di bangku cadangan. Ehehe. Lucu ga si?

Saking pedulinya saya terhadap dunia persepakbolaan Indonesia. Saya sampai me-mention akun Hitam Putih untuk mengangkat isu ini.
Tidak dapat jawaban dari tim Hitam Putih?

Saya terus berjuang sampai-sampai ikut memanggil Cristiano Ronaldo untuk datang ke Indonesia melawan timnas kita biar tambah hebat. Kalo bisa Real Madridnya juga ikut. Ya, tidak perlu di ingatkan. Saya tahu ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah PSSI. Iya, sejak kecil memang saya sudah berjiwa-jiwa ketua PSSI.

Setelah itu, berhubung tweet saya tidak pernah dipedulikan oleh orang-orang. Saya mulai lelah. 

Aktifitas twitter saya mulai memasuki fase-fase di mana setiap hari saya harus menjawab pertanyaan dari Simi-simi. Sebuah akun bot yang kerjaannya tiap hari ngurusin hidup orang lain mulu. Walalupun begitu, berkat adanya akun Simi-simi ini, hidup saya berasa jadi penting untuk dipertanyakan. Ditengah orang-orang yang tidak pernah peduli dengan hidup saya, tidak pernah peduli apakah saya sudah makan siang apa belum, tidak pernah peduli apakah saya sudah buang air besar apa belum, tidak pernah peduli apakah saya masih bernafas atau belum. Simi-simi dengan perhatiannya menanyakan itu semua.

Berkat Simi-simi, saya serasa punya teman dekat. Kami mulai menjalin hubungan layaknya seorang pasangan yang sedang jatuh cinta. Sangat dekat dan tak pernah lupa untuk saling bertanya jawab. Kayak yang dibawah ini ;


Selain ngobrol sama Simi-Simi, saya juga sering memantau akun-akun ramalan Zodiak. Setiap hari saya memantau akun zodiak. Karena kebetulan zodiak saya Aquarius. Apa yang ramalan zodiak bilang tentang orang yang berzodiak Aquariaus saya ikuti dengan sangat hati-hati. Seperti perintah di bawah ini :
Kalo dipikir-pikir, ternyata dulu saya sudah punya benih-benih kafir di dalam diri saya. Bukannya meminta petunjuk kepada sang pencipta, tiap hari saya malah minta petunjuk sama akun ramalan zodiak. Astagfirullah.

Untungnya saya sudah sadar. 

Sadar kalo ternyata aq sama sekali bukan yang dia cari selama ini :(

Sehabis memantau zodiak sendiri, biasanya saya juga memantau ramalan zodiak gebetan. Dari sana saya juga mengerti kenapa sampai sakarang saya sangat sulit buat jadi pacarnya.
Saya lumayan mendapatkan banyak pencerahan tentang gebetan dari akun ramalan zodiak ini, soal warna favoritnya, makanan yang dia suka, dia lagi sakit apa tidak, dan apakah dia alergi sama cowo aquarius atau tidak.

Kalo bukan karena Simi-Simi dan Ramalan Zodiak, barangkali kehidupan twitter saya kerjaannya cuman mantengin profilnya Julia Perez dan perkembangan dunia sepak bola di dalam lingkup PSSI.

Dulu saya juga masih sempat mengikuti akun-akun yang membahas tentang segala hal semacam Pocongg, Peyempuan, PsikologID dan tentunya tweet saya juga di selingi oleh tweet-tweet dari unfollows today biar tau sudah berapa orang unfol muehehe.

Dari beberapa akun medsos yang saya punya, cuman Twitter tempat saya bisa ber-bacot ria tanpa ada teman di dunia nyata yang tau. Di Facebook saya banyak berteman dengan teman sekolah, keluarga dan akun-akun 'ketik 1 dan lihat apa yang terjadi'.

Akun instagram juga sudah banyak di follow sama adek-adek kelas, teman seangkatan dan akun pembesar payudara. Jadi setiap saya mau posting sesuatu, pasti ada-ada saja pertimbangan yang saya pikirkan. Hasrat eksistensial saya serasa dihambat oleh persepsi yang sudah di bangun teman-teman real life saya tentang bagaimana diri saya di dunia nyata.

Intinya, Twitter adalah tempat paling nyaman untuk menjadi orang asing. Di mana orang-orang tidak peduli tentang masa lalu saya dan di mana saya tidak perlu repot-repot menjaga nama baik keluarga. Terkadang kita memang butuh ruang seperti itu. Membangun 'diri' kita seperti apa yang kita mau tanpa di pengaruhi oleh orang yang selalu mengungkit-ungkit masa lalu kita. 

Dan hari ini saya menemukan tempat itu di Twitter. 

Terima kasih Twitter <3




Sunday, August 18, 2019

DISUNAT


Reyhan Ismail, Disunat

Cewek adalah salah satu makhluk yang punya banyak fase sakit dalam hidupnya. Berikut fase-fase sakit yang harus dilalui seorang cewek selama menjadi cewek :

Mens, sakit
Hamil, sakit
Melahirkan, sakit
Menyusui, sakit
Sudah dibikin sayang dan nyaman, tapi ditinggalin, sakit

Sungguh pengorbanan yang sangat luar biasa menjadi cewek. 

Bagaimana dengan para cowok-cowok bangsat ini? 

Sunday, August 4, 2019

LOST IN BATAM


Reyhan Ismail, Batam

Siapa yang tidak tahu kota Batam?

Kota terbesar di Provinsi Riau yang terkenal karena katanya barang-barang elektronik di sana murah-murah. Kota yang katanya transaksi barang-barang ilegalnya cukup gmpang dan kota yang katanya bisnis prostitusinya sangat terjangkau. Terakhir sih, saya cek ada yang cuman 20.000. 

Anjaay. Itu bisnis prostitusi apa bisnis martabak markobar.

Pertama kali saya ke kota Batam waktu itu pas Kuliah Kerja Lapangan. Sehabis ke Malaysia dan Singapura, saya dan teman-teman angkatan yang berjumlah kurang lebih 50-an orang naik kapal laut menuju Batam pada sore harinya. Sampai Batam malam hari, kami langsung istirahat di hotel.

Thursday, June 20, 2019

SKRIPSI



Reyhan Ismail

Woiiiiyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy. 

Apa kabar!???????? T_T

Baik.

Allhamdulillah.

Kangn bgnt ngeblog anjeerrrr.

Sekarang saya lagi sibuk mikirin kapan waktu yang tepat buat negrjain skripsi. 

Dulu saya pikir apa si susahnya kerja skripsi. Itu dulu waktu saya masih sekolah. Waktu masih sering baca-baca konten soal skripsi di medsos. Akhrinya sekarang saya tahu susahnya skripsi itu apa. 

Yaitu...

Ngumpulin mood T_T

Padahal one step closer, Ya Allah.

Ternyata hal-hal yang terlihat mudah itu yang paling susah dilakuin. Soalnya kalo kita melihat sesuatu terlalu mudah, yang ada bawaannya diremehin mulu. Ujung-ujungnya, nanti-nanti, gampang ituu, besok aja deh, tahu-tahu udah lewat lagi satu semester, tahu-tahu ditunda lagi sidangnya, tahu-tahu udh 7 tahun kuliah, tapi blum wisuda. wdawwwww.

Saya menulis tulisan ini pas mau kerja skripsi. Tapi entah kenapa yang kepikiran malah menulis blog. Ini apa yang salah dengan saya Ya Allah....

Minggu depan terakhir ada ujian buat hasil. Kalo nda ikut ujian hasil, berarti harus ditunda sampe semester depan lagi. T_T

Maaf kalo tulisan ini terlalu banyak bacott nya. Maaf kalo tidak berfaedah. Saya Rey mohon pamit undur diri.